Paus Fransiskus Tegaskan Akan Melanjutkan Pembicaraan Vatikan-Tiongkok

September 30, 2015
Paus Fransiskus Tegaskan Akan Melanjutkan Pembicaraan Vatikan-Tiongkok

Paus Fransiskus Tegaskan Akan Melanjutkan Pembicaraan Vatikan-Tiongkok

 30/09/2015

Paus Fransiskus tegaskan akan melanjutkan pembicaraan Vatikan-Tiongkok thumbnail

 

Paus Fransiskus telah menegaskan pembicaraan dengan Tiongkok  karena Vatikan ingin  membangun hubungan formal dengan negara itu meskipun tanda-tanda dari Beijing memperketat terhadap kelompok-kelompok agama.

Komentar Paus dilakukan dalam penerbangan ke Roma pada 28 September setelah kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) saat Beijing mempersiapkan pertemuan besar tentang pelayanan keagamaan setelah menetapkan peraturan ketat terhadap kelompok-kelompok yang mengelola agama.

“Saya mencintai orang-orang Tiongkok dan saya berharap ada kemungkinan memiliki hubungan baik, hubungan baik,” kata Paus Fransiskus dalam pesawat kepausan.

“Kami memiliki kontak. Kami berbicara. Kami mau maju. Tapi bagi saya, memiliki teman negara besar seperti Tiongkok, akan menjadi sukacita.”

Paus dan Presiden Tiongkok Xi Jinping tiba di AS pada 22 September. Meskipun spekulasi merebak bahwa keduanya akan bertemu, atau setidaknya bertukar pesan, namun tidak ada komunikasi yang dilaporkan. Paus Fransiskus meninggalkan AS pada 27 September, sehari sebelum Xi.

Beijing Youth Daily, yang dikelola negara mengatakan pada akun media sosialnya bahwa Presiden Xi dan Presiden AS Barack Obama tidak membahas Paus selama makan malam mereka di Washington DC pada 25 September.

“Mereka juga tidak berbicara tentang tokoh-tokoh agama, tidak peduli yang berasal dari Eropa atau (salah satu yang menetap) di India,” katanya dalam referensi kepada Paus Fransiskus dan Dalai Lama dalam sebuah posting yang diterbitkan pada 26 September.

Pembicaraan di antara Vatikan dan Tiongkok dimulai kembali pada Juni tahun lalu, di mana Partai Komunis menunjukkan beberapa tanda melepaskan kontrol terkait pengangkatan uskup.

Bulan lalu, Uskup Zhang Yinlin ditahbiskan di keuskupan Anyang, Provinsi Henan, setelah persetujuan Vatikan. Uskup itu adala pertama ditahbiskan sejak Paus Fransiskus terpilih pada Maret 2013.

Presiden Xi mengadakan pertemuan tingkat tinggi partainya terkait pelayanan keagamaan bulan depan, menurut sumber-sumber.

Pertemuan itu akan menjadi yang pertama tentang karya keagamaan yang langsung dipimpin oleh Xi, dan diharapkan memberikan arah, dan mungkin memberikan petunjuk untuk pembicaraan putaran kedua Vatikan-Tiongkok yang diharapkan pada akhir tahun ini.

Dialog tetap rahasia. kata  Kardinal John Tong Hon, uskup Hong Kong kepada ucanews.com akhir bulan lalu bahwa ada “perbaikan dan suasana yang lebih baik” di antara kedua belah pihak.

Tapi, Kardinal Joseph Zen Ze-kiun, pensiunan uskup Hong Kong, mengatakan tidak ada fleksibilitas Beijing membuat pembicaraan tak berarti.

“Anda harus uji dari waktu ke waktu apakah telah berubah,” katanya. “Anda dapat dengan mudah mengetahui situasi. Jika Anda menyadari tidak ada perubahan, Anda  tidak perlu membuang-buang waktu dan tidak menyesatkan masyarakat.”

Sumber: ucanews.com

Leave a Reply


7 + 3 =