Kongres Ekaristi menampilkan iman, budaya Filipina

January 30, 2016
Kongres Ekaristi menampilkan iman, budaya Filipina

Kongres Ekaristi menampilkan iman, budaya Filipina

 29/01/2016

Kongres Ekaristi menampilkan iman, budaya Filipina thumbnail

Kongres Ekaristi Internasional di Kota Cebu menjadi kesempatan untuk menampilkan budaya, musik, tari, dan makanan serta gaya Filipina merayakan iman mereka. Sebuah barrio fiesta atau pesta desa diadakan di 15 paroki di sekitar kota Cebu untuk memungkinkan para delegasi untuk mengalami hidup dalam komunitas Katolik Filipina.  ra pelajar menyambut para tamu dengan tarian menghormati Santo Nino atau Anak Yesus, sementara kaum wanita dengan kostum tradisional Filipina mengalungkan karangan bunga yang terbuat dari kulit kerang.

Setelah Misa, para tamu berpesta dengan hidangan khas Filipina, termasuk lechon (babi panggang), daging babi dan ayam adobo, sayur, makanan laut, dan berbagai macam kue. “Warga Filipina sangat ramah dan ceria,” kata Pastor Mesakh Maine Phenethi dari Afrika. “Mereka membuat saya menari,” katanya. Dia terkesima melihat bagaimana orang Filipina “menggunakan bakat mereka untuk mengakui iman dan menginjili orang lain,” katanya.

Pastor Phenethi mengatakan pengalamannya dengan umat Filipina adalah manifestasikan “budaya kumpul bersama” meskipun hambatan bahasa. “Pertemuan paroki” sebagai bagian dari kongres Ekaristi bertujuan memperluas pengalaman para delegasi.

Foriegn delegates of the International Eucharistic Congress in Cebu City dance the tinikling with local dance group.

Seorang delegasi asing menari “tinikling,” sebuah tarian tradisional Filipina, selama pertemuan paroki di Kongres Ekaristi Internasional di Cebu.

“Semua orang tertawa,” kata Pastor Thammarat Ruanngam dari Thailand kepada ucanews.com. “Gerakan sederhana menundukan kepala mereka memiliki arti bagi kami, terutama bagi mereka yang tidak berbicara bahasa Inggris,” katanya. Pastor Ruanngam mengatakan ia menyaksikan “iman Katolik asli, yang terlihat di semua tempat” di Filipina. “Kristus dan Ekaristi hadir di mana-mana kita pergi,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia sebut religiusitas sangat berakar” dari warga Filipina.

Uskup Agung Thomas Menamparampil, administrator apostolik Keuskupan Jowai di India mengatakan ia mengalami “rasa memiliki” di antara orang Filipina.  Selama perayaan prelatus itu bahkan menari dengan umat paroki. Ketika ditanya apa yang dia akan memberitahu Paus Fransiskus setelah kongres Ekaristi, utusan pribadi Paus Kardinal Charles Maung Bo, uskup agung Yangon dari myanmar mengatakan dia akan memberitahu kepada Paus bagaimana dia “disambut” meriah di Filipina.

“(Saya akan memberitahu Bapa Suci) bahwa saya menikmati makanan Filipina yang baik, warga Filipina yang ceria, dan meskipun banyak bencana alam, satu hal yang terpenting dari orang Filipina adalah iman mereka.” wkl paus“Iman umat Filipina dan semangat misi umat Filipina akan menjadi laporan utama saya,” kata Kardinal Bo.

Sekitar 12.000 delegasi kongres, terdiri dari imam, tarekat religius, dan tokoh awam Gereja dari sekitar 90 negara berpartisipasi dalam Kongres Ekaristi Internasional sepekan dengan diskusi yang berfokus terutama pada bagaimana Ekaristi berkaitan dengan realitas yang dihadapi umat Katolik di dunia modern.

Sumber: ucanews.com

 

Leave a Reply


6 + 4 =