144 Warga Santo Yoseph Palembang Menerima Karunia Roh Kudus

November 22, 2016
144 Warga Santo Yoseph Palembang Menerima Karunia Roh Kudus

petugas-1       petugas-2        petugas-4

Persiapan petugas liturgi sebelum Misa Sakramen Penguatan

Sakramen Penguatan/Krisma merupakan tanda kedewasaan iman seseorang yang diikat secara lebih kuat dan sempurna dengan Gereja serta diperkaya dengan daya kekutan Roh Kudus. Konsekuensi dari sakramen Krisma adalah tanggung jawab iman, wajib untuk menyebarluaskan dan membela iman sebagai saksi Kristus.

Hari Sabtu 19 Nopember 2016, pukul 17.30 Wib  sebanyak 144 warga Paroki Santo Yoseph Palembang menerima Sakramen Penguatan/Krisma  bertepatan dengan  Penutupan Tahun Yubelium Luar Biasa Belas Kasih Allah dan Hari Kelahiran Tuhan Yesus Kristus Raja Semesta Alam dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ didampingi oleh RD. Laurentius Rakidi dan RD. Vinsensius Setiawan Triatmojo.

krisma-3         krisma-1         krisma-2

Para calon krismawan krismawati Santo Yoseph Palembang

Dalam homilinya Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ berpesan kepada para krismawan/ti “ Dalam situasi sekarang ini dibutuhkan orang-orang  yang jujur untuk menjadi saksi Kristus, maka harus sungguh-sungguh mau berusaha menghayati hidup ini dengan jujur dalam kebenaran dan bijaksana serta selalu menampilkan wajah Allah yang berbelas kasih dimanapun berada dalam kehidupan sehari hari ”.

Prosesi Sakramen Penguatan diawali dengan penyerahan para calon krismawan/ti oleh pendamping calon krsimawan/ti kepada Uskup dilanjutkan dengan pengucapan  janji dan kesanggupan dari para calon krismawan/ti untuk menerima pengurapan. Kemudian wali krisma C. Wintoko beserta isteri menerima berkat dari Uskup untuk mendampingi calon krismawan/ti menerima Sakramen Pengurapan. Satu persatu para calon krismawan/ti maju ke depan dengan hikmat dan menerima pengurapan minyak krisma (minyak zaitun) dari Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ yang membuat tanda salib di dahi para calon dan memberi tamparan di pipi kanan penerima krisma yang mengandung makna peneguhan agar si penerima krisma menjadi kuat dalam menghadapi peperangan rohani melawan musuh iman yang akan mereka hadapi. Diharapkan, si penerima krisma mengingat kembali tamparan di pipi mereka ketika mereka merasa takut dan ragu dalam menghadapi musuh iman mereka dalam rupa apapun juga dan akhirnya mereka menjadi dikuatkan kembali.

krisma-5    pria-2    wnita-1    pria-1    wanita-2    krisma-4
Penerimaan Sakramen Penguatan oleh Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ

Pada saat pengurapan, uskup membuat tanda salib di dahi para calonþ dengan minyak krisma, seraya berkata: “[… nama…] terimalah tanda karunia Roh Kudus, Damai Kristus besertamu.” Seperti halnya Pembaptisan, sakramen Penguatan mengukir suatu tanda rohani yang tak terhapuskan. Ini adalah tanda bahwa Kristus telah “memeteraikan” kita sebagai saksi Kristus. Oleh karena itu, Sakramen Krisma hanya dapat diterima 1 kali oleh orang Katolik.

Para calon krismawan/ti ini dipersiapkan selama 5 bulan oleh para pembimbing yang terdiri dari : Br. Sugeng, SCJ, Sr. Louse, HK, Sr. M.Fiseli, FCh, Markus Maryanto, Fr. Ubaldus, BHK, Sr. Annete, FCh, Ibu Ch. Yuni, Albertus Frans, Rosa Dolorosa,Ibu Ch. Tri Ambar S, Sr. Albertine, FCh, Sr. M.Flavina, FCh, Bapak Agus Susanto, Sr. Hillaria, HK, Sr. M.Maura, FSGM, Br. A.Gatot, SCJ, Br. Y.Sukarman, SCJ, Sr. M.Luisa, FSGM dan Sr. M. Renata, FSGM.

pembina-1      pembina-2      pembina-3
Para pembimbing krismawan krismawati

Seusai menerima Sakramen Penguatan krismawan/ti foto bersama Bapa Uskup kemudian mengadakan acara syukuran di aula Serbaguna Paroki Santo Yoseph Palembang.  Acara ramah tamah diisi dengan penyampaian kata sambutan dari Ketua Panitia Angel, Ketua DPP Santo Yoseph Palembang C. Wintoko yang mengharapkan “ Semoga dengan krisma menjadi pribadi yg dewasa dalam semangat belas kasih,  kita bisa bersyukur dengan iman yang tetap dibina di keluarga,  iman selalu dipupuk sehingga menjadi dewasa dan kuat serta semakin giat di dalam kegiatan iman berpartisipasi dalam keluarga, lingkungan dan wilayah serta  paroki  sehingga kegiatan lebih semarak “.

pak-win      syukur-1       kenangan

Acara syukuran krismawan/ti dihadiri oleh Uskup Agung Palembang

Sementara itu, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Laurentius Rakidi mengajak para krismawan/ti untuk sungguh-sungguh merayakan  iman dan mengembalikan seluruh hidup kita kepada Tuhan. Dengan menerima sakramen penguatan mau bekerjasama dengan  roh, menjadi orang Katolik yang penuh dan dewasa sehingga sebagai murid Kristus semakin hari berkembang dalam kekudusan, menjadi semakin baik, dan berkenan dihadapan tuhan, supaya kita yang rapuh dan lemah ini semakin hari menjadi semakin sempurna

Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ mengharapkan agar para krismwan/ti betul-betul menjadi dewasa karena Yesus membutuhkan orang-orang muda dan  remaja untuk mewartkan Kristus dalam hidup. Diberi kekuatan supaya  berkembang dalam kebaikan, kejujuran dan persahabatan, saling menolong dan membantu. Dengan krisma banyak orag muda yg akan bersemangat menjadi orang Katolik yang baik dan  membuat gereja semakin hidup serta”. Acara syukur diakhiri dengan santap malam bersama, hiburan dan pembagian kenang-kenangan bagi seluruh krismawan/ti.

foto      foto-3      foto-2

Para krismawan/ti fot bersama dengan Bapa Uskup

 

Leave a Reply


9 + 5 =