Umat Santo Yoseph Diajak Untuk Semakin Peduli Dengan Sesama

October 5, 2017
Umat Santo Yoseph Diajak Untuk Semakin Peduli Dengan Sesama

      

Umat mengikuti misa kudus di Gereja Santo Yoseph Palembang

1 Oktober diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila dan secara khusus Paroki Santo Yoseph Palembang memperingatinya dalam Perayaan Ekaristi bertepatan juga dengan pembukaan bulan Maria, Minggu 1 Oktober 2017 pukul 08.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Guido Suprapto dari Komisi Kerawam KWI didampingi oleh RP. Prof.F. Magnis Suseno, RD. Rusbani Setiawan dan RD. Putera.

Dalam kata pengantarnya RD.Putera mengatakan Gereja Katolik mendedikasikan bulan Oktober menjadi bulan rosario, mari kita berdoa bersama Bunda Maria yang telah turut mengambil bagian dalam karya keselamatan Kristus Puteranya  dan secara khusus pada bulan Rosario 2017 ini kita ingin menyerahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke dalam  perlindungan Bunda Maria sebagai Bunda segala bangsa agar Pancasila sebagai dasar pemersatu bangsa dan negara kita  semakin dihayati oleh seluruh warga Indonesia dan semakin peduli satu dengan yang lain untuk mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan.

Melalui bacaan-bacaan hari ini kita juga diingatkan untuk senantiasa membangun hidup solider, hidup kebersamaan, tidak egois, tidak mementingkan diri sendiri,   penuh pengertian dan menghargai sesama dan ini merupakan  jalan juga untuk mencintai Tuhan, sementara dalam bacaan Injil kita diingatkan untuk tetap membangun kesatuan sikap dalam hidup kita baik pikiran maupun perkataan dan senantiasa membangun  sikap tobat dalam kehidupan ini.

      

Suasana Perayaan Ekaristi yang dipimpin RD. Guido Suprapto

Dalam homili RP. Prof. F. Magnis Suseno mengatakan “ Kita dipanggil untuk bertobat dan  kekerasan hati harus dibuang supaya menjadi orang yang lebih baik, supaya orang bersentuhan dengan kita  mengalami kebaikan Yesus dan  mohon agar Tuhan memberi kita rahmat supaya agar kita tidak mengecewakan orang lain yang mencari Tuhan melalui kita ”.

Bertobat  berarti bersedia membuang kebencian, egoisme, nafsu balas dendam, kepicikan dari hati kita dan membuka diri memberi ruang kepada kebaikan.  Dosa yang  menutup kemungkinan Tuhan memaafkan kita yaitu : kekerasan hati dan menganggap diri lebih baik dari pada orang lain, kesombongan/arogansi. Tuhan menuntut kerendahan hati dan kita  umat Katolik jangan mengganggap diri lebih baik dari pada orang lain, Yesus menuntut agar kita terus menerus berubah mengikuti kebaikan Yesus, kasih Illahi, kerahiman Illahi, pemaafan Illahi, daya penyembuh Illahi juga memancar dari hati kita dan mestinya kita menjadi orang yang mendukung kebaikan serta memberi semangat.

Sesudah umat menerima komuni kudus, anak-anak yang mengikuti Sekolah Minggu juga mendapat berkat dari RD. Putera.

      

Anak-anak Sekolah Minggu menerima berkat dari RD. Putera

Leave a Reply


9 + 3 =