Pancasila Menjamin Persatuan Indonesia

October 7, 2017
Pancasila Menjamin Persatuan Indonesia

      

Peserta yang mengikuti Dialog Pancasila

Menyemarakkan hari Kesaktian Pancasila Seksi Kerawam KAPal mengadakan Dialog Pancasila dengan tema “ Panggilan dan Perutusan Gereja Untuk Mewujudkan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Masyarakat “ Minggu, 1 Oktober 2017 di Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang. Keynote Speaker : Uskup Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ. Narasumber : RP. Prof. Frans Magnis Suseno, RD. Rusbani Setiawan Pengurus Harian Kerawam KWI, Kol.Inf.Suko Basuki,  DPP WKRI Pusat JKRT Yustina Rustiawati dan Sekertaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI, RD. Guido Suprapto. Acara ini dihadiri oleh 80 peserta berasal dari Paroki Santa Maria, Hati Kudus, Sanfrades, Santo Paulus Plaju, Santo Petrus, Santo Yoseph, Seminari, Charitas, WKRI Belitang, WKRI Santo Yoseph dan Komunio.

Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ dalama kesempataan ini mengharapkan agar masukan yang disampaikan beberapa narasumber  membantu kita untuk menyadari peranan Pancasila yang oleh Gereja Katolik diterima  sebagai dasar hidup bernegara dan bermasyarakat.  Pancasila sebagai jiwa, dasar dan falsafah yang memungkinkan bisa langgeng bertahan lama, menghayati hidup beragama, menerima satu sama lain, bersolider, berkeadilan dan  menghargai satu sama.

” Pancasila merupakan kunci yang hebat karena menjamin persatuan kita, saling menerima dalam identitas karena kekuatan Pancasila berakar dalam nilai budaya/etikanya.  Keuntungan Indonesia yang diakui dunia adalah Islam mainstream yang diwakili Nahdatull Ulama  dan Muhammadiah mereka jelas NKRI, Pancasila dan mereka juga mau bersama kita.  Mari kita membangun hubungan dengan kepercayaan supaya mereka merasa aman dan kita harus belajar rendah hati untuk merebut hati agama lain karena ini merupakan dukungan terbesar untuk Pancasila “, kata RP. Prof. Frans Magnis Suseno.

      

Para narsumber yang menjadi pembicara dalam acara Dialog Pancasila

Sementara itu RD. Rusbani Setiawan Pengurus Harian Kerawam KWI menyoroti tentang cara yang paling efektif untuk menanamkan Pancasila sebagai gaya hidup anak muda Indonesia adalah melalui media sosial mereka diberikan pesan-pesan positif/baik tentang Pancasila, persatuan, keadilan dan kemanusiaan. Orang muda juga butuh contoh/patron baik dari orang-orang dewasa dan diajak untuk berkomunitas/live in sehingga mereka bisa berinteraksi  dengan kelompok berbeda agar mudah untuk menghargai hal itu. Kesaktian Pancasila terletak  pada kemauan dan kehendak dari setiap anak bangsa untuk mempertahankan  kebhinekaan, kesatuan dan persatuan.

Kol.Inf.Suko Basuki berpesan untuk generasi muda agar mewujudkan Indonesia sebagai bangsa pemenang.  DPP WKRI Pusat JKRT melalui  Yustina Rustiawati  menginginkan agar pendidikan budi pekerti dikembalikan dan mengenalkan pendidikan multikultural di Indonesia, untuk mengubah gaya hidup dengan menggunakan kemudahan sekarang adalah dengan lewat keluarga karena keluarga merupakan satu inti dimana kasih itu bisa dimulai dan dikembangkan.

Sekertaris Eksekutif Komisi Kerawam KWI, RD. Guido Suprapto menyatakan  membudayakan pancasila merupakan tanggung jawab semua elemen masyarakat untuk mengarahkan dan membimbing untuk mewujudkan nilai-nilai Pancasila yang merupakan sumber segala sumber hukum, penguat dan pengikat masyarakat Indonesia yang beragama, sebagai landasan yang menghargai keberagaman  dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.

Dalam kesempatan ini PS. Mahasiswa Unika Musi Charitas menghibur peserta Dialog Pancasila dengan menyanyikan lagu Pancasila Rumah Kita dan Sajojo, acara diselingi dengan santap siang bersama dan sesi tanya jawab dengan narasumber.

    

PS. Mahasiswa Unika Musi Charitas

 

 

 

 

 

Leave a Reply


2 + 4 =