Pelantikan 16 Calon Katekumen

July 10, 2019
Pelantikan 16 Calon Katekumen

Sebanyak 16 Calon Katekumen mengikuti upacara penerimaan tahap 1 di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu 7 Juli 2019 pukul 17.00 Wib dalam Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Guido Suprapto. Mereka akan memulai pelajaraan hingga 1 tahun ke depan untuk menjadi anggota Gereja Katolik.

Upacara penerimaan tahap 1 diawali dengan penyerahna para calon katekumen oleh Yohanes Suwarto sebagai salah satu pembimbing Katekumen.  Para calon Katekumen ini sudah menentukan pilihan hidupnya untuk mengikuti  Yesus kristus dan menjadi anggota Gereja Katolik. Dengan pelantikan ini diharapkan  para Katekumen akan semakin mantap untuk mengikuti Yesus Kristus.

Kemudian RD. Guido menanyakan kesediaan para calon katekumen untuk dilantik, setelah itu mereka menerima Kitab Suci yang berisi ajaran Allah dalam diri Yesus Kristus. Diharapkan para Katekumen nantinya akan bertekunlah untuk membaca dan merenungkannya dengan segenap hati. Di akhir upacara  para Katekumen diperkenalkan kepada seluruh umat yang hadir.   

Dalam homilinya RD. Guido Suprapto mengajak umat untuk selalu tekun dalam iman dan bersyukur atas segala kebaikan Tuhan yang telah kita terima. Hidup penuh  syukur dan sukacita itu mendorong kita untuk bisa berbagi dan memberi  sebagai  kesaksian hidup kita para murid-murid Kristus.  Semoga kesaksian kita sebagai wujud dan perutusan untuk menjadi pewarta kabar gembira serta menjadikan diri kita dicatat oleh Tuhan di dalam Kerajaan Allah.

Dalam bentuk yang berbeda janji, cinta, kasih, kestiaan dan berkat Allah masih berlangsung sampai saat ini. Kasih dan cinta Allah dianugerahkan dan dicurahkan kepada kita dalam diri Yesus Kristus.  Tentu kita sudah banyak merasakan wujud nyata kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari. Mari kita dengan jujur mengakui  bahwa dari  setiap langkah ke langkah, dalam setiap  kesempatan dan aktivitas  serta keberadaan kita sampai  saat ini karena cinta dan kasih Allah yang nyata kepada kita. Allah yang begitu baik dan setia senantiasa mengasihi dan mencintai kita.

Apa yang ada dan kesempatan di dalam diri kita menjadi kesempatan bagi kita untuk bersaksi bahwa kita adalah orang-orang yang percaya dan dikasihi oleh Kristus. Biarlah hidup kita dengan segala kesempatan yang ada menjadi kesaksian atas kebaikan-kebaikan Allah dan tidak boleh bermegah karena kesombongan-kesombongan manusiawi kita. Begitu besar cinta kasih Allah dan kita bersyukur atas panggilan perutusan di dalam kehidupan sehari-hari.

Kita tidak boleh berkeluh kesah atas panggilan dan perutusan itu dan justru  harus bersykur bahwa hidup kita diutus dan dipanggil sehingga kita bisa ambil bagian dalam karya-karya Tuhan dalam kehidupan kita. Kita berikan yang terbaik dalam kehidupan kita. Harta surgawi adalah kita dinyatakan oleh  Allah menjadi orang-orang yang pantas dicatat dalam kerajaan surgawi. Harta surgawi bukan apa yang kita miliki dan jabatan yang kita miliki tetapi apa yang telah kita berikan kepada Allah dan sesama di dalam hidup kita. Itulah bukti wujud konkrit panggilan dan perutusan kita.

Leave a Reply


5 + 7 =