Calon Krisma Menimba Kekuatan Lewat Rekoleksi

November 19, 2019
Calon Krisma Menimba Kekuatan Lewat Rekoleksi

Rangkaian persiapan penerimaan Sakramen Krisma di Paroki Santo Yoseph Palembang diisi dengan  kegiatan rekoleksi, penerimaan Sakramen Tobat dan Sakramen Krisma. Sebanyak 125 calon Krisma mengikuti rekoleksi bersama di Gedung Aula Serbaguna, Minggu 17 November 2019 mulai pukul 08.00 sampai selesai dan melalui rekoleksi ini calon  Krisma diajak untuk menimba kekuatan serta kesegaran hidup rohani.

Acara diawali dengan kata sambutan oleh Petrus Rudi Hasmin Koordinator Bidang Pewartaan yang mewakili DPP Santo Yoseph Palembang. Dalam sambutannya Rudi Hasmin mengatakan tanpa terasa tinggal 3 tahapan lagi calon Krisma akan menerima Sakramen Krisma, salah satunya dengan mengikuti rekoleksi ini. Rekoleksi wajib diikuti karena ini merupakan salah satu syarat untuk menerima Sakramen Krisma dan dengan mengikuti kegiatan ini diharapkan semua calon Krisma mengetahui, mengerti serta menjadi kuat sebagai pengikut Kristus.

RD. Markus Edi Sucipto sebagai pemberi materi dalam rekoleksi ini mengambil tema :  Dewasa dalam Iman dan Perbuatan. Lewat materinya RD. Markus menyatakan setiap orang yang sudah dibaptis diwajibkan menerima Sakramen Krisma tepat pada waktunya.  Pembaptisan, Penguatan dan Ekaristi membentuk satu kesatuan karena tanpa Penguatan dan Ekaristi, Sakramen Pembaptisan itu memang sah dan berhasil  namun inisiasi Kristen masih belum lengkap.

Sakramen Krisma memberikan anugerah Roh Kudus serta dipersatukan secara lebih sempurna dengan Gereja, menguatkan dan semakin mewajibkan mereka untuk dengan perkataan dan perbuatan menjadi saksi-saksi Kristus, menyebarkan dan membela iman. Dengan menerima Sakramen Krisma  dijadikan semakin dewasa, mendapat rahmat  Penguatan dan semakin serupa dengan Kristus  Kekuatan khusus Roh Kudus yang dterima sebagai saksi-saksi Kristus yang andal untuk menyebarluaskan dan membela iman dengan perkataan dan perbuatan, mengakui nama Kristus dengan lebih berani dan supaya kita tidak pernah malu karena salib.

Melalui pesan yang disampaikan RD. Markus mengajak calon Krisma agar mau melayani daripada dilayani, tidak mudah bertengkar dengan sesama, terutama dengan sesama umat. Harus siap menanggung tugasnya sebagai murid dan saksi Kristus dalam persekutuan Gereja serta dalam dunia.  Semakin bertanggung jawab dalam kehidupan menggereja, terlibat aktif lewat kegiatan Menggereja, di lingkugan, kelompok kategorial dan kegiatan menggereja lainnya.

Kegiatan rekoleksi selain diisi dengan materi yang dibawakan oleh RD. Markus juga ada sharing kelompok dan penyampaian hasil diskusinya.  Acara rekoleksi diakhiri dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Markus.

Leave a Reply


4 + 9 =