Remaka Belajar Menjadi Pemimpin

November 19, 2019
Remaka Belajar Menjadi Pemimpin

Pengurus Remaka Santo Yoseph Palembang mengadakan kegiatan rekoleksi dan rekreasi di Gentiaras Km 7, Sabtu-Minggu 16-17 November 2019 yang diikuti oleh 25 peserta didampingi oleh pembina Remaka RD. Markus Edi Sucipto, Sr. Albertin, FCh dan Frater Hillarius, BHK. Tujuan kegiatanini adalah untuk memberikan penyegaran kepada para pengurus Remaka.

Kegiatan di hari pertama, Sabtu malam 16 Bovember 2019 adalah mendengarkan laporan pertanggung jawaban Pengurus Remaka tahun 2019 dan menyusun rencana dan program kerja tahun 2020. Dalam kesempatan ini juga diadakan perayaan syukur HUT ke 1 Pegurus Remaka Santo Yoseph Palembang dengan pemotongan kue ulang tahun serta mendengarkan kesan-kesan dari para pengurus .

Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang RD. Laurentius Rakidi yang melihat langsung kegiatan rekoleksi mengatakan acara ini adalah untuk saling berkoordinasi, memunculkan ide-ide baru agar semakin maju dan diharapkan keterlibatan Remaka untuk membantu Sekolah Minggu dengan bermusik untuk berkolaborasi bersama. Diharapkan pada kesempatan ini bisa menggunakan waktu untuk membuat rencana tahun 2020 dan semakin solid dalam menjalankan kehidupan sebagai Remaka.

Salah satu pembina Remaka RD. Markus dalam sambutannya mengatakan ternyata sedikit orang yang mau bergabung menjadi anggota Remaka karena itu sebagai komunitas remaja Katolik kita diajak untuk semakin bersinergi/menjalin kerjasama satu sama lain.

Hari ke dua rekoleksi, Minggu 17 November 2019 diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Markus. Setelah itu RD. Markus mengajak Pengurus Remaka untuk memahami tugasnya, menjadi pemimpin yang semakin beriman dan mau melayani dengan semangat persaudaraa.

Dalam materinya RD. Markus menyatakan menjadi pemimpin yang Kristiani, baik di lingkup umum (masyarakat) maupun di lingkup khusus (sebagai pengurus Gereja) berarti bersedia menjadi tokoh atau penggerak untuk melakukan perubahan menuju situasi yang lebih baik dengan cara melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan kepadanya dan melalui kerja sama dengan orang lain, dengan meneladan sikap dan tindakan Yesus.

Dengan menjadi pemimpin yang kristiani, seseorang diharapkan semakin berkembang dalam iman dan mau melayanani dengan semangat persaudaraan. Untuk menjadi pmimpin ada 3 aspek yang harus dimiliki, yaitu : orientasi tugas, orientasi hubungan, dan orientasi perubahan. Orientasi perubahan seringkali menjadi aspek yang membedakan pemimpin yang berhasil dan yang tidak berhasil.

RD. Markus juga mengingatkan kembali mengenai visi dan misi Remaka Santo Yoseph Palembang, yaitu : Remaka menjadi komunitas yang penuh kasih dan persaudaraan, dalam karya pelayanan Gereja dan kemasyarakatan yang berkualitas dan mandiri.

Sementara visinya adalah :

  1. Aktif dan kreatif mengambil peran dalam Gereja.
  2. Meningkatkan solidaritas sesama kaum muda di dalam maupun di luar Paroki
  3. Menjadi wadah mengembangkan diri ke arah yang lebih baik.
  4. Meningkatkan kerjasama lintas agama dan pemerintahan.

Sementara itu untuk menjadi Remaka idaman RD. Markus mengajak Remaka untuk menciptakan suasana kebersamaan/intern, memiliki hubungan dengan pihak lain dan mengikuti kegiatan menggereja serta kemasyarakatan.

Leave a Reply


2 + 3 =