Menjadi Terang Bagi Orang Di Sekitar Kita

January 7, 2020
Menjadi Terang Bagi Orang Di Sekitar Kita

Umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti Perayaan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) sekaligus Hari Anak Misioner Sedunia ke 177 dengan tema : Aku Bintang Misioner, Aku Mewartakan Injil, Minggu 5 Januari 2020 pukul 08.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Markus Edi Sucipto.

Dalam homilinya RD. Markuss mengatakan ada 3 cara untuk menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kita, yaitu :

1. Meneladan 3 Raja dari Timur untuk mencari Yesus dengan tiada lelah dan tiada henti. Kita diajak utk mencari, menemukan siapa sumber kebahagiaan dan kebidupan, Yesus yang terbaring di palungan. Dengan ketekunan, kegigihan dan kesetiaan kita akan menemukan dimana Yesus berada yang lahir di dalam hidup kita dan tinggal di dalam hati kita melalui Ekaristi Kudus yang kita sambut setiap saat, itulah Allah sungguh ada di dalam kehidupan kita sehari-bari.

2. Penyerahan secara total, ketika 3 Raja dari Timur membawa persembahan untuk Yesus berupa emas, kemenyan dan mur yang merupakan barang-barang berharga. Emas melambangkan keagungan bahwa Yesus adalah sang raja agung, Dialah raja diraja penguasa dunia, alam raya. Kemenyan melambangkan Imamat, Yesus adalah sang Imamat Agung sejati yang membawa keselamatan untuk kita semua. Mur yakni pemurnian. Yesus yang akhirnya wafat diolesi mur itu adalah Sang Juru Selamat Dunia Dialah yang memurnikan, menyucikan, menguduskan kita semua yang akhirnya diselamatkan.

3. Kita semua diajak untuk menjadi bintang karena bintang itu menjadi ukuran, patokan dan arah tujuan membawa orang mengalami perjumpaan dengan Allah sang sumber kehidupan sejati.

Terkait dengan Hari Anak Misioner ke 177 ada 2 pedoman yang dimiliki 2 D dan 2 K yaitu : Doa, Derma, Korban dan Kesaksian. Kita mengajari mereka bagaimana berdoa, berderma, berkorban dan memberi kesaksian bagi orang-orang yang ada di sekitar. Dengan kesaksian itulah kita betul-betul menjadi bintang mengantar orang lain mengalamai perjumpaan dengan Allah sendiri. Kita belajar setiap saat, setiap waktu dalam doa karena doa itu sesuatu yang gampang-gampang susah dan merupakan komunikasi kita dengan Allah serta tidak sibuk dengan diri sendiri.

Berkat rahmat baptisan kita semua menjadi kudus, utusan-utusan mewartakan cinta kasih Allah dan memjadi bintang bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. 2 D dan 2 K menjadi pedoman Anak-anak Misioner dan pedoman kita semua umat beriman. Kita belajar bagaimana menghidupi doa, derma, korban dan kesaksian dalam kehidupan sehari hari.

Seusai Perayaan Hari Raya Epifani ratusan anak-anak diajak untuk mengikuti Perayaan Natal 2019 di Gedung Aula Santo Yoseph Palembang yang menampilkan aneka hiburan dari anak-anak Sekolah Minggu Santo Yoseph Palembang, yaitu : gerak dan lagu serta penampilan dari Laurentius Sutedja bersama boneka Didi.

Dalam pesan Natalnya Pastor Paroki RD. Laurentius Rakidi mengatakan dengan Hari Raya Natal kita diajak untuk bersukacita karena Yesus sudah lahir untuk membantu anak-anak supaya berkembang menjadi orang Katolik yang baik. Di akhir acara Perayaan Natal bersama anak-anak mendapatkan bingkisan yang dibagikan oleh RD. Markus Edi Sucipto dan Pembina Sekolah Minggu Santo Yoseph Palembang.

peirnia

uh ada

diri kita melalui Ekatisti Kudus

uyk..encari Yesis dhn tiada lelah, yidak henti-henti.

Leave a Reply


5 + 8 =