OMK Dramatisasi Kisah Sengsara Yesus Kristus

April 2, 2024
OMK Dramatisasi Kisah Sengsara Yesus Kristus

Orang Muda Katolik (OMK) Santo Yoseph Palembang kembali mengadakan tablo (dramatisasi) kisah sengsara Yesus Kristus, Jumat 29 Maret 2024 pukul 09.00 Wib. Umat diajak untuk mengenang kisah kisah sengsara Yesus Kristus hingga wafat di kayu salib.

Sebelum pementasan tablo anggota OMK Santo Yoseph Palembang sudah sibuk melakukan persiapan sejak pukul 06.00 Wib dari bermake up dan berpakaian sesuai dengan karakter masing-masing. Dalam pengarahan terakhirnya, Jaya Permana mewakili para pelatih meminta anggota OMK untuk tampil lepas memberikan yang terbaik dan membuat umat menghayati penderitaan Yesus Kristus.

Dalam penjelasannya Jaya Permana mengatakan tujuan tablo ini adalah mengenang kisah sengsara Yesus Kristus dan sekaligus mengajak OMK agar lebih aktif dalam kehidupan menggereja, Harapannya umat semakin menghayati kisah sengsara Yesus Kristus yang mati untuk menebus dosa manusia,

Sementara itu RD. Hyginus Gono Pratowo, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang memberikan apresiasi kepada seluruh anggota OMK, terima kasih atas semangat, pelayanan dan perhatiannya. Romo Gono berpesan agar OMK tampil sesuai dengan latihan, total memberikan diri, bebas tapi tetap sopan dan profesional sesuai dengan karakter masing-masing. Kita memiliki semangat dan spirit yang sama demi kemuliaan Tuhan, semoga tablo berjalan dengan baik.

Jalan salib adalah tradisi dalam Gereja Katolik, Tuhan Yesus telah menebus dosa-dosa manusia, atas segala dosa-dosa kekuasaan manusia maka Tuhan kita disalibkan. Bukan karena kesalahan Yesus atau kesalahan Tuhan, atau dosa Allah, Allah tidak berdosa, maka atas cinta kasih Allah kepada manusia, maka Yesus sendiri Allah yang telah menembus kita lewat jalan salib. Lewat jalan salib, umat manusia diajak sungguh-sungguh menentukan keterbatasan dan keberdosaan, mulanya menjadi cinta Allah yang ditunjukkan kepada manusia.

Sebanyak 45 OMK berpartisipasi dalam kegiatan tablo setelah melakukan latihan selama 2 bulan bersama pelatih : Dwi Wantoro, Jaya Permana dan Aldian. Tantangan yang dihadapi adalah setiap latihan anggota tidak pernah lengkap, turun hujan dan tidak tepat waktu.

Leave a Reply


1 + 1 =