Kerahiman Ilahi : Mengampuni dan Mengasihi

April 9, 2024
Kerahiman Ilahi : Mengampuni dan Mengasihi

RD. Hyginus Gono Pratowo mengatakan “ Pesan Kerahiman Ilahi adalah mengampuni maka ampunilah semua saudara-saudari yang bersalah kepada kita. Ampunilah mereka dan berilah kasih seperti Yesus yang mengasihi kita semuanya.” Hal ini disampaikannya saat memimpin Perayaan Minggu Kerahiman Ilahi/Kerahiman Allah, 7 April 2024 pukul 08.30 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang.

Perayaan Minggu Kerahiman Ilahi diawali dengan perarakan petugas liturgi dan petugas pembawa gambar kerahiman beserta anak-anak yang memegang gambar kerahiman, setelah menghormat altar, Romo Gono mendupai altar dilanjutkan dengan memberkati dan mendupai gambar kerahiman.

Dalam homilinya Romo Gono menyampaikan bahwa Bapa Suci menetapkan hari Minggu setelah Minggu Paskah sebagai Minggu Kerahiman Ilahi, sejak itu Gereja universal secara resmi merayakan pesta Kerahiman Ilahi.  Arti biblis dari kerahiman dalam bahasa Ibrani, belas kasih Ilahi disebut dengan istilah Rahamim dan Keset. Yaitu, dua ungkapan yang dipakai untuk menyebut sifat kasih Allah. Kata Rahamim ada kaitannya dengan kata Rehem yang artinya Rahim atau kandungan. Dengan demikian, Rahamim diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah Kerajaan. Rahim adalah sifat kasih Allah yang serupa dengan sifat Rahim seorang Ibu.

Seperti Rahim yang melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberi pertumbuhan, menjaga, menerima tanpa syarat, membawa kemana-mana. Nah, itulah sifat Kerahiman membawa orang pada sebuah kehidupan kedamaian dan ketentraman.  Demikian pula kasih Allah terhadap umat manusia, dengan kerahimannya, Allah ingin melindungi, menghidupi, menghangatkan, memberikan pertumbuhan, menjaga dan menerima kita semua tanpa syarat kendati kita adalah orang-orang yang berdosa.  Manusia tidak akan hidup, berkembang, tanpa kasih kerahiman dari Allah.

Santo Yohanes Paulus yang kedua, mengajak kita agar mewartakan budaya kehidupan, bukannya budaya kematian. Mewartakan budaya kehidupan, dan bukanlah budaya kematian. Paus Franciskus juga, mengajak kita, mewartakan Injil, yang artinya kabar gembira, di tengah dunia yang dipenuhi dengan berita hoak, caci maki, gossip dan bully.

Kita diajak untuk mengembangkan kasih Allah, yang mencintai, mengayomi, menghibur orang-orang miskin, dan teraniaya bukan menambah penderitaan mereka, tetapi bagaimana kita dipanggil, untuk sungguh-sungguh, meringankan penderitaan mereka. Maka pertama-tama, yang harus kita lakukan, agar memiliki kerahiman ilahi adalah dengan berdoa dan percaya kepada Allah, serta Yesus Kristus.

Metode iman adalah terdiri-diri dari hati, bukan dari observasi atau pengamatan. Kita percaya kepada Yesus, karena iman, hati, panggilan, bukan karena observasi/ pengamatan, bukan karena tertarik pada fasilitas, karena tertarik pada gedung gereja, sarana-prasarana yang megah. Tetapi hal yang sangat mendasar kita percaya kepada Kristus adalah karena Kristus memiliki sifat kerahiman yang luar biasa, Yesus yang menganyomi,  mengasihi, mengampuni dan membawa kehidupan dalam hidup kita.

Santo Yohanes dari Salib mengatakan Iman dan cinta adalah seperti kerelaan kita, mau dibimbing orang yang kuat, menuju ke suatu situasi yang tidak menentu dan tidak pasti atau mau dituntun untuk meninggalkan zona nyaman dalam hidup kita. Orang buta memang tidak mampu melihat, tetapi dia memiliki pengalaman dan intuisi untuk menghantar kita kepada Allah yang tersembunyi. Walaupun kita tidak bisa melihat Allah secara fisik, melihat Yesus secara fisik, tetapi setiap hari kebaikan Allah, kasih Allah itu ada dan kita rasakan di dalam hati. Yakin dan percayalah, bahwa Yesus selalu ada di hatimu, di hati kita, di hati semua orang.

Sebelum Pesta Minggu Kerahiman Ilahi umat diajak untuk mengikuti Novena Kerahiman Ilahi selama 9 hari mulai 29 Maret sampai 6 April 2024.

Leave a Reply


8 + 3 =