Menjelang penerimaan komuni pertama Minggu 2 Juni 2024 mendatang sebanyak 104 anak-anak calon komuni pertama Paroki Santo Yoseph Palembang bersama orang tua mengikuti kegiatan rekoleksi di Aula RS. RK Charitas, Minggu 19 Mei 2024 mulai pukul 07.30 sampai 13.30 Wib dengan tema : “ Yesus Sayang Aku dan Keluargaku “. Ada 2 narasumber yang akan memberikan materinya, yaitu : Romo Andreas Nugroho, SCJ dan RD. Hyginus Gono Pratowo.
Acara diawali dengan animasi, dimana para pendamping calon komuni pertama mengajak anak-anak bernyanyi dan menari bersama orang tua, dilanjutkan dengan sambutan dari Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang RD. Hyginus Gono Pratowo. Dalam pesannya Romo Gono mengatakan “ Kita sebagai umat Allah yang akan merayakan Ekaristi harus mempersiapkan diri dengan baik, secara fisik harus berpakaian pantas bukan berarti yang mewah, sederhana saja, anak-anak, gadis-gadis jangan pakai rok pendek dan jangan pakai baju yang pendek. Lalu anak-anak diingatkan bila ke Gereja untuk membawa buku Puji Syukur dan biasakan anak-anak kita mengenal Kitab Suci dan Puji Syukur.”
Pada sesi pertama Romo Nug menyampakan materi tentang Keluarga sebagai Ecclesia Domestica yang merupakan persekutuan pribadi dan memiliki tugas Gereja rumah tangga, yaitu : Koinonia (membangun consortium totius vitae), Liturgia (dibangun melalui sakramen-sakramen dan doa), Kerygma (dibangun melalui pengajaran dan pendidikan iman anak), Diakonia (dibangun melalui pelayanan dalam hidup sehari-hari), Martiria (dengan keterlibatan aktif keluarga dalam memberi teladan hidup di tengah masyarakat).
Keluarga Katolik mengilhami/menginspirasi orang lain untuk menghidupi cinta kasih, kesetiaan dan nilai-nilai Injili. Keluarga yang bersehati dipanggil untuk mengamalkan cinta kasih melalui pengabdian kepada sesama terdekat mulai dari keluarga. Keluarga hidup dalam kasih jika menghargai dan melakukan tindakan kasih mulai dari yang sederhana dan biasa. Peran Ibu di tengah keluarga menunjukkan jalan menuju Yesus, siapa itu Yesus, bagaimana cara cara mengenal Yesus bagi hidupmu dan keluarga. Kasih keluarga disegarkan, dirawat, dipelihara oleh komunikasi. Orang tua diharapkan menjalankan kembali perannya sebagai pewaris iman. Penting bagi anak-anak untuk melihat dengan nyata pada orang tua mereka bahwa doa merupakan sesuatu yang benar-benar penting. Karena itu momen doa keluarga dan ungkapan kesalehan umat dapat menjadi kekuatan evangelisasi uang lebih kuat daripada segala katekese atau khotbah manapun.
Kemudian Romo Gono memberikan materinya pada sesi kedua dengan tema : Ekaristi, Sumber dan Pucak Kehidupan Orang Katolik. Ekaristi/misa merupakan sumber hidup orang Katolik, karena melalui ekaristi/misa orangKatolik menimba kekuatan untuk menjalankan hidup dalam rangka mengungkapkan iman, harapan dan kasih. Kalau orang Katolik tidak berekaristi/misa dia tidak akan mempunyai kekuatan untuk mengungkapkan/mewujudkan iman, harapan dan kasih. Melalui Ekaristi kita merayakan misteri Allah yang hadir untuk menyelamatkan manusia dan menjadi sumber kekuatan.
Selian mendengarkan materi yang diberikan narasumber dalam rekoleksi ini anak-anak calon komuni pertama dan orang tua juga diajak untuk bermain game bersama yaitu : menyusun gambar dan mengoper bola. Dalam permainan game ini terlihat kerjasama antara orang tua dan anak-anak sehingga bisa menyelesaikan tugas yang diberikan oleh pendamping calon komuni pertama dengan baik. Rangkaian rekoleksi diakhiri dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.
Dalam homilinya Romo Gono mengajak orang tua untuk memberikan keteladanan yang harus ditanamkan dalam diri anak yaitu : kelemah lembutan dan kasih. Ajarlah anak dengan ketegasan dan bijak, maka apa yang kita buat dalam diri anak itu, kalau ajaran kita yang baik, tidak jauh dari kita dari pokoknya, dari pohonnya. Kalau kita mengajar yang baik maka kita akan menuai hal-hal yang baik tetapi kalau kita mengajarkan kepada anak itu hal yang tidak baik maka anak pun akan memilih kita, karena apa yang dicontohkan oleh orang tua itu akan ditiru oleh anak. Mari kita terus memberikan teladan yang baik maka apa yang diteladankan yang baik itu akan berbuah yang baik pula.
Kehidupan manusia itu dinamis, tidak satis termasuk dalam kehidupan Gereja tetapi yang menjadi kekuatan dalam kehidupan kita adalah roh kudus. Roh kudus itu adalah kelemah lembutan, dalam buah roh itu ada kasih, kemurahan, kesetiaan, ada sikap kelemah lambutan dan penguasaan maka ini yang seharusnya terus dikembangkan, yang seharusnya menjadi kekuatan dalam kehidupan keluarga.
Ketika kehidupan keluarga anda, ada pengampunan maka saya yakin keluarga anda itu akan tetap langgeng tetapi kalau dalam keluarga tidak ada pengampunan maka dalam hitungan bulan dan tahun, itu akan berubah karena tidak ada pengampunan yang selalu dilihat itu salah tidak ada benarnya walaupun sudah berubah dan bertobat. Kita harus berani, bersedia mau memberi kesempatan kepada pasangan untuk bertobat maka kuncinya adalah pengampunan, salah satu buah roh kudus.
Seusai mengikuti kegiatan rekoleksi, calon penerima komuni pertama masih akan mengikuti test yang akan diadakan Minggu 26 Juni 2024 dan penerimaan sakramen tobat hari Kamis 30 Mei 2024.






