Palembang – Keuskupan Agung Palembang memasuki tahun ARDAS (arah dasar) keempat, Tahun Devosional dengan Perayaan Ekaristi, Minggu 30 November 2025 pukul 07.00 Wib di Gereja Katedral Santa Maria Palembang yang dipimpin oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono diawali perarakan vandel Kelompok Devosi (Kerahiman Ilahi, Gerakan Imam Maria, Legio Maria, Karismatik Katolik dan Tritunggal Mahakudus). Pembukaan Tahun Devosional 2026 KAPal dilakukan dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan mendoakan doa Tahun Devosional.
Melalui homilinya Romo Yuwono menyatakan, kalau kita mengaku diri sebagai anak-anak Allah, marilah kita selalu melakukan perbuatan-perbuatan baik, yaitu : perbuatan-perbuatan terang, perbuatan-perbuatan kasih, keluarga dan masyarakat dapat terpengaruh oleh perubahan positif hidup kita. Marilah kita berdevosi, kita memasuki tahun Ardas keempat, Tahun Devosional, karena berdevosi dapat menghantar kita kepada kesalehan. Kita diundang untuk meneladani orang-orang kudus, barangkali pelindung kita masing-masing. Mari kita menyerap daya hidup rohani dan kekuatan batin mereka, untuk kita hidupi di dalam hidup kita sehari-hari.
Devosi yang tulus dapat mengubah hidup kita juga menguatkan iman kita, maka dengan berdevosi kita akan memiliki iman yang tangguh sehingga kita akan dapat mengatasi kesulitan-kesulitan yang kita jumpai dalam hidup kita. Karena devosi itu sifatnya olah kesalehan pribadi, kemudian bisa menjadi olah kesalehan bersama dalam komunitas, dalam kelompok. Maka saya sering mengatakan bahwa devosi dapat disebut sebagai suplemen atau makanan tambahan dalam hidup rohani. Fungsi dan manfaat devosi adalah membuat kehidupan beriman kita menjadi bugar, berkobar-kobar, tahan banting terhadap berbagai virus dan penyakit rohani.
Devosi adalah perjuangan manusia dalam usahanya menuju kepada Allah melalui contoh hidup atau anjuran para kudus. Dengan berdevosi, kita menjadi semakin dekat dengan Allah, hidup rohani kita diteguhkan dan iman kita dikuatkan. Setiap umat Katolik melakukan devosi pribadi untuk menghidupinya untuk mengupayakan dan meraih kesalehan itu melalui kegiatan berdevosi, mari selalu berjaga-jaga dan siap sedia kapanpun Tuhan datang kepada kita. Para mentor kita, Santo dan Santa adalah teladan dalam segala hal, baik kehidupan rohani, jasmani, kehidupan sosial kemasyarakatan sehingga kita akan berjalan bersama dalam Tahun Devosional ini menuju kepada kesalehan, sebagai saksi-saksi Kristus yang menghidupi terus menerus ajaran Kristus tanpa kenal lelah, tanpa terhasut oleh pesona apapun.
Sementara itu RD. Petrus Sukino, Moderator Devosional Kesukupan Agung Palembang dalam sambutannya menyampaikan, di Tahun Ardas yang keempat Tim devosional Keuskupan Agung Palembang, hadir untuk mencoba menganimasi, menyemangati umat untuk semakin meningkatkan semangat berdevosi, baik yang dilakukan secara pribadi maupun dalam kelompok. Upaya yang dilakukan, yaitu : membuat dan mengirimkan bahan Katekese Masa Adven, mengadakan webinar bersama pada akhir Januari. Mengadakan kegiatan-kegiatan baik di tingkat Dekanat maupun juga di tingkat Keuskupan dan mengajak seluruh umat untuk menyemarakkan tempat-tempat devosi yang ada di tempat kita asing-masing, entah di Paroki, Kuasi dan Unit, supaya semakin membuat kita mencintai devosi dengan mengadakan novena.
Dekanat Palembang juga akan mengadakan Misa di Taman Doa Sukomoro setiap minggu keempat dan memperkenalkan kelompok-kelompok devosi yang ada di Keuskupan kita, supaya semakin banyak umat yang mengenal apa-apa saja yang sudah ada di tempat kita. Lalu memperkuat kelompok-kelompok devosi yang sudah ada, maka kami berharap supaya kelompok-kelompok devosi nanti mengadakan kegiatan di tingkat Keuskupan agar semakin memperkokoh persaudaraan dan juga kelompok yang sudah ada. Semoga dengan pemahaman, kecintaan, kita berdevosi membuat hidup kita semakin saleh dan juga berbuah, tentu itu akan semakin memperkaya keluarga-keluarga kita serta akan semakin menyemarakkan KBG yang sudah mulai berkembang di mana kita berada.



