ORANG KUDUS 1 APRIL

January 27, 2016
ORANG KUDUS 1 APRIL

1 April

Beato (Yang Terberkati) Nonius Alvares Pereira, Pengaku Iman

Nonius Alvares Pereira, adalah sepupu dari pendiri keluarga Braganza, lahir di Santares (Portugal) pada 24 Juli 1360. Dia adalah prajurit polisi kerajaan Portugal, Ksatria terkenal sebelum ia masuk ke Ordo Santo Yohanes dari Yerusalem. Setelah itu ia meninggalkan segala sesuatu dan menjadi anggota saudara-awam dalam Ordo Karmel, Ia mempunyai devosi yang luar biasa untuk pengabdian kepada Bunda Maria dan rendah hati ia pun melakukan tugas-tugas paling berat an kasar di biara. Dia tidak memiliki keragu-raguan untuk meminta sedekah dari pintu ke pintu dan luar biasanya apa yang dia dapatkan dari meminta-minta ia berikan dengan  murah hati dan untuk amal bagi orang-orang miskin. Dia meninggal pada 1 April 1431, tepat pada hari Minggu Paskah

Sumber : www.imankatolik.or.id

 

1 April

SANTO HUGO

Santo Hugo dari Grenoble

St. Hugo dilahirkan pada tahun 1052 di Perancis. Ia tumbuh menjadi seorang pemuda yang tinggi dan tampan, lemah lembut serta penuh sopan santun. Meskipun ia senantiasa mendambakan untuk hidup bagi Tuhan sebagai seorang rahib, ia diberi kedudukan penting yang lain. Ia ditahbiskan sebagai imam dan kemudian sebagai uskup. Sebagai seorang uskup, Hugo segera meluruskan kebiasaan-kebiasaan dosa sebagian orang dalam keuskupannya. Ia menetapkan rencana-rencana yang bijak, namun bukan itu saja yang ia lakukan. Guna memperoleh belas kasihan Tuhan bagi umatnya, St. Hugo berdoa dengan segenap hati. Ia melakukan mati raga yang keras. Dalam waktu singkat, banyak orang berbalik menjadi saleh dan taat. Hanya sebagian orang dari kaum bangsawan saja yang masih terus menentangnya.

Uskup Hugo masih berangan-angan menjadi seorang rahib. Itulah yang sungguh ia dambakan. Maka, ia mengundurkan diri sebagai Uskup Grenoble dan masuk biara. Pada akhirnya, ia merasakan damai. Namun demikian, bukanlah kehendak Tuhan bahwa St. Hugo menjadi seorang rahib. Setelah setahun lewat, Paus memerintahkannya untuk kembali ke Grenoble. St. Hugo taat. Ia tahu bahwa jauh lebih penting menyenangkan Tuhan daripada menyenangkan diri sendiri.

Selama empatpuluh tahun, bapa uskup hampir selalu sakit. Ia menderita sakit kepala hebat dan juga gangguan pencernaan. Namun demikian, ia memaksakan diri untuk tetap bekerja. Ia mencintai umatnya dan begitu banyak yang harus dilakukan bagi mereka. St. Hugo mengalami pencobaan dan godaan-godaan juga. Tetapi, ia berdoa dengan tekun sehingga tidak jatuh dalam dosa. St. Hugo wafat pada tanggal 1 April 1132, dua bulan sebelum ulang tahunnya yang kedelapan puluh. Ia menjadi seorang uskup yang murah hati serta kudus selama lima puluh dua tahun.

Sumber : www.imankatolik.or.id

Khusus gambar santo/santa : www.santokatolik.com

 

Leave a Reply


2 + 8 =