Petugas Liturgi Sabtu-Minggu Tgl. 7-8 Desember 2024

December 3, 2024
Petugas Liturgi Sabtu-Minggu Tgl. 7-8 Desember 2024

Sabtu Sore
17.30 : Koor : PS. Unika Musi Charitas Organis : UKMC
Tata Laksana : Lingkungan Santo Donatus

Minggu Misa I
06.30 : Koor : Lingkungan Santo Theodorus Organis : Sutris
Tata Laksana : Lingkungan Santa Maria Magdalena

Minggu Misa II
08.30 : Koor : PS. Cicilia Organis : Regita
Tata Laksana : Lingkungan Santo Antonius

MINGGU Misa III

17.00 : Koor : Lingkungan Santo Kristoforus Martir Organis : Maggie. Tata Laksana : OMK St.Yoseph

Saran Lagu: PS: 439,443,444,445,449,539,598,718,719,720,830,952.

Penanggalan Liturgi Minggu Ini

Minggu 1 Desember 2024 : HARI MINGGU ADVEN I (U) Yer. 33:14-16; Mzm. 25:4bc5ab,8-9,10,14; 1Tes. 3:12-4:2; Luk. 21:25-28,34-36.
Senin 2 Desember 2024 : Hari biasa Pekan I Adven (U) Yes. 2:1-5 atau Yes. 4:2-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,(4b-5,6-7), 8-9; Mat. 8:5-11.
Selasa 3 Desember 2024 : Pesta St. Fransiskus Xaverius (P) 1Kor 9:16-19.22-23; Mzm 117:1.2; Mrk 16:15-20
Rabu 4 Desember 2024 : Hari biasa Pekan I Adven (U) Yes. 25:6-10a; Mzm. 23:1-3a,3b4,5,6; Mat. 15:29-37.
Kamis 5 Desember 2024 : Hari biasa Pekan I Adven (U) Yes. 26:1-6; Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a; Mat. 7:21,24-27.
Jumat 6 Desember 2024 : Hari biasa Pekan I Adven (U) Yes. 29:17-24; Mzm. 27:1,4,13-14; Mat. 9:27-31.
Sabtu 7 Desember 2024 : PW St. Ambrosius (P) Yes. 30:19-21,23-26; Mzm. 147:1-2,3-4,5-6; Mat. 9:35-10:1,6-8;
Minggu ke 3, 8 Desember 2024 : HARI MINGGU ADVEN II (U) Bar. 5:1-9; Mzm. 126:1-2ab,2cd3,4-5.6; Flp. 1:4-6,8-11; Luk. 3:1-6.

RENUNGAN (Luk. 21:25-28,34-36) Menantikan Parusia

Akhir zaman adalah sebuah tema yang paling menarik untuk
didiskusikan meski kita tidak tahu kapan akan terjadi tapi tak jarang ada
orang yang sok tau dan mengerti kapan akan terjadi akhir zaman. Akhir
zaman jika kita pikirkan akan menjadi sesuatu yang mengkawatirkan,
meresahkan dan menakutkan. Hari ini Yesus menggambarkan tentang
sebuah akhir dimana ada ketakutan dan becana. Akan tetapi bagi orang yang percaya, bukanlah ketakutan dan kelemahan yang akan dirasakan, melainkan keselamatan dan kebangkitan. Untuk mencapai keselamatan itu kita dipanggil dan diutus menjadi duta kasih Allah. Menjadi pewara Kerajaan Allah melaui perkataan dan hidup kita. Tidak cukup hanya berdiam meski tidak melakukan kejahatan.

Kita Justru dipanggil untuk terlibat dalam kehidupan dunia.Lukas menerapkan gelagat kosmik mengenai akhir zaman (Luk 21:25-26; yang diambil dari Mrk 13:24-27) kepada peristiwa dihancurkannya kota Yerusalem pada tahun 70 oleh tentara Titus yang datang menumpas pemberontakan orang Yahudi. Runtuhnya Yerusalem diungkapkan dalam Luk 21:20-24. Orang yang mengalami bencana itu dikatakan “akan melihat Anak manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaannya” (Luk 21:27). Maksudnya, orang akan teringat akan Dan 7:13 yang intinya menunjukkan bahwa kekuatan jahat sudah dipunahkan Tuhan dan kini Anak anusia, yakni Yesus, menerima kuasa atas seluruh alam semesta. Bagi Lukas, kota “Yerusalem” dari zaman Perjanjian Lama sudah punah, seperti halnya kekuatan jahat yang dalam Dan 7 digariskan punah karena terlalu dihuni oleh kekuatan-kekuatan jahat yang menolak kehadiran Yesus.

Kehancuran Yerusalem oleh balatentara Romawi bagi Lukas menjadi penegasan dari kebenaran iman ini. Tentu saja kota itu kemudian
dibangun kembali pada zaman generasi kedua orang kristiani. Tetapi bagi
Lukas, Yerusalem ini sudah bukan lagi realitas fisik melainkan realitas iman, yakni kota suci tempat Yesus menyatakan siapa dirinya secara utuh ketika wafat dan bangkit. Menarik bagi ilmu tafsir, dalam tulisannya, Lukas memakai dua bentuk Yunani nama Yerusalem, yang pertama ialah “Ierousaleem” (=Yerusalem dalam perspektif penolakan terhadap Yesus) dan “Hierosolyma” (=Yerusalem dalam perspektif kota suci yang menerima Yesus). Nah yang akan lumat ialah “Ierousaleem”, yakni kota yang telah menolak Yesus. Dalam rangka itulah maka Lukas menuliskan nasihat “berjaga-jaga agar hati tidak dibebani oleh pesta pora dan kemabukan serta kekhawatiran hidup seharihari…” (Luk 21:34). Jadi bagi Lukas, yang paling penting dalam menghadap prospek akhir zaman itu ialah keterbukaan kepada Tuhan yang mau menyertai manusia.

Prinsip Gereja dalam menanggapi tetang akhir zaman bahwa semua hal terkait dengan perkara akhir zaman adalah bagian dari misteri Allah yang tak terselami. Bahkan Yesuspun berkata, “Hanya Bapa yang mengetahuinya, Putra pun tidak mengetahuinya.” Atas dasar inilah sikap
yang tepat adalah 1. Tidak mudah percaya dan tidak ikut panik karena isu
akhir zaman itu; 2. Memandang bahwa semua hal itu bisa terjadi setiap saat, sehingga jalan paling baik adalah mempersiapkan diri seakan-akan semua akan terjadi tidak lama lagi. Hal ini akan membuat kita kita mampu menata hidup harian kita sesuai dengan kehendak Allah. Hanya orang-orang yang sedang hidup dalam keadaan “tidak siap” dan “jauh dari Allah” akan mengalami ketakutan, kebingungan dan kecemasan. Tapi orang menyiapkan diri dengan baik akan menyambutnya dengan tenang dan menikmati kegembiraan rohani. Semoga..

Leave a Reply


4 + 1 =