Mari Membangun Chemistry dan Persekutuan Yang Kuat Dalam Iman Untuk Menggapai Mimpi

January 31, 2025
Mari Membangun Chemistry dan Persekutuan Yang Kuat Dalam Iman Untuk Menggapai Mimpi

Puncak acara rangkaian HUT ke 3 Stasi Santo Hilarius Paroki Santo Yoseph Palembang diakhiri dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Vikjen Keuskupan Agung Palembang, RD. Yohanes Kristianto, Minggu 26 Januari 2025 pukul 08.00 Wib di lahan baru Soak Simpur.

Dalam homilinya Romo Kris menceritakan sudah sejak beberapa waktu yang lalu,  sekurang-kurangnya ketika masih bergabung di Sekolah Santo Louis,  sudah terpikir untuk mengadakan pemekaran karena Paroki Santo Yoseph itu sudah sangat besar, waktu itu tercatat tujuh ribuan umatnya.  Faktor yang lain, kalau dari wilayah ini,  mau misa ke Santo Yoseph, itu jauh dan ongkosnya mahal.  Maka kita sudah menjajaki mana tempat yang memungkinkan untuk ini, duulu pernah dicoba di daerah Lebongsiareng itu gagal, kita sudah coba ke sana kemari tapi saya pikir ini jalan Tuhan, kalau Tuhan berkehendak selalu ada cara bagaimana menunjukkan kepada kita. Walaupun ketika gagal di sana, kita agak kecewa, padahal tempatnya bagus, strategis.  Begitu kita gagal, diambil oleh orang lain sudah jadi perumahan. 

Lalu bergeser tidak pernah berhenti keinginan untuk  mewujudkan apa yang sudah pernah tercetus pada waktu itu. Kemudian muncullah daerah Soak ada tawaran 7 hektare tanah, tidak ada yang mau mendekat karena rawa besar tapi waktu itu yang punya mencoba mendesak karena yang punya itu kebetulan pensiunan dari BPN jadi dia sangat mengerti situasi di sana, beberapa orang sepakat, oke kita ambil, jadilah cikal bakal di sana.  Awal pertama tidak langsung jadi tempat pertemuan, tapi tempat berburu dan mancing. Lalu bongkaran Santo Yoseph mulainya dibuat 2 vila di sana, dibuat tempat itu untuk persinggahan, untuk kegiatan, lalu ada pendopo dan itu cikal bakal sebuah Stasi  yang secara formal oleh Romo Joko ditetapkan, bahwa Wilayah ini menjadi Stasi dengan pelayanan khusus di sana.  

Akhirnya tidak lagi di Komplek Santo Louis, tapi sampai sekarang sudah ada di sana ternyata di sana dicoba cari akses yang pas itu tidak ada, susah, jalannya sempit palingnya 3,5 atau 4 meter dan tidak memungkinkan.  Lalu tiba-tiba muncullah tempat ini akhirnya kita kejar dan dapat, puji Tuhan, Bapa Uskup merestui. Maka harapan itu semakin mendekat perwujudan bahwa wilayah ini akan dimekarkan dari Paroki Santo Yoseph itu semakin mendekat, sudah memenuhi syarat dan hanya tinggal tahapan-tahapannya dilalui, chemistrinya sudah dibangun lewat kegiatan-kegiatan lapangan Volley, kolam ikan dan seterusnya. Sampai dengan hari ini nampak antusiasme umat yang sangat luar biasa.  Kalau kita membangun Gereja, landasannya adalah Iman Gereja Katolik yang satu, Kudus, Katolik dan Apostolik. Itu pijakan dasarnya adalah Iman Kristiani. Iman Kristiani juga yang harus dibangun, mungkin kita membangun gedung pada saatnya kalau sesuai dengan target mungkin bisa.  

Tapi gedung yang megah tidak diimbangi dengan iman yang bertumbuh maka sepertinya tidak sinkron, tidak seimbang.  Bangunan Gereja itu adalah sebuah simbol persekutuan orang beriman, simbolnya ada di sana, maka landasannya adalah iman dan iman itulah yang menggerakkan untuk menyadari bahwa kita ini satu tubuh tapi banyak anggota yang dipersatukan oleh roh yang satu dan sama itu menjadi sangat penting.  Kita tidak hanya ambisi atau bersemangat untuk membangun sebuah Paroki pada saatnya tetapi kita bersemangat untuk membangun iman yang menjadi landasan sebuah persekutuan.  Saya kira itu menjadi penting sekali, iman menjadi landasan untuk membangun sebuah persekutuan maka dibalik persekutuan itu harus ada kesadaran kita ini satu kesatuan yang utuh. Berulang kali saya mengatakan, jangan lupa membangun kedekatan emosional.  

Membangun chemistry/kedekatan, membangun rasa yang sama bahwa kita ini adalah satu maka yang akan terjadi adalah saling mendukung, saling membantu, saling menguatkan.  Ciri khas hidup kristiani adalah seperti itu yang diajarkan oleh para rasul seperti  seperti jemaat perdana, sehati sejiwa. Maka pemekaran itu bukan menjadi atau didorong oleh keinginan untuk pecah karena mau membangun sebuah persekutuan yang lebih dinamis.  Dalam komunitas yang sangat besar terlihat hilang, tidak saling mengenal satu sama lain, tapi persekutuan yang lebih kecil memungkinkan soal itu. Jadi membangun sebuah persekutuan tidak didasarkan pada sebuah kebencian atau permusuhan tapi benar-benar ingin membangun sehati sejiwa. Sehati sejiwa membangun komunitas basis Gereja, sekaligus menjadi tema besar dari Keusukupan Agung Palembang ini.

Iman kita jangan pernah dilupakan bahwa itu yang menjadi pinjakan dasar, semua yang ada di sini berkumpul di tempat ini karena ada landasan yang sama, sesudahnya tinggal bagaimana berupaya membangun sebuah persekutuan.  Saya yakin dan kita semua pasti yakin, Tuhan yang sudah punya rencana dibalik rencana manusiawi kita, pasti Tuhan tunjukkan secara bertahap. Walaupun belum ada gedung Gereja, tapi tempat ini sudah bisa menjadi tempat untuk membangun kebersamaan dan persaudaraan itu.  Kalau kebersamaan persaudaraan sudah terbangun dengan kuat, solid,  maka untuk membangun Gereja secara fisik, pasti bisa, optimis.  

Mari kita jadikan event ulang tahun yang ketiga Stasi Santo Hilarus ini  menjadi kesempatan bersama membangun chemistry  semakin kuat dalam iman dan persekutuan karena ada sesuatu yang  kita kejar, dan kita capai.  Mudah-mudahan ulang tahun keempat nanti  sudah ada semacam terbentuk  satu persekutuan umat yang memang akan dinyatakan inilah cikal bakal Paroki baru di Palembang ini. 

RD. Hyginus Gono Pratowo dalam sambutannya menyampaikan, kita patut bersyukur atas segala rahmat dan berkat Tuhan dimana rangkaian acara kita dalam rangka memeriahkan ulang tahun Stasi kita yang kita cintai ini semuanya berjalan dengan baik, semuanya berjalan dengan lancar dan pada puncaknya dalam Perayaan Syukur Ekaristi hari ini. Kita mengucapkan banyak terima kasih kepada Vikjen , Romo Yohanes Kristianto, para diakon, para Romo yang sudah memberikan dukungan, semangat untuk kami semua. Pra suster yang juga hadir dalam Perayaan Syukur hari ini serta kepada Panitia yang luar biasa bekerja untuk kita semua, baik yang mempersiapkan segala sesuatu di lapangan ini dan juga turnamen-turnamen yang luar biasa boleh dilaksanakan juga peran serta anak-anak muda, Bina Iman Anak/Sekolah Minggu, Remaja, lalu orang-orang muda OMK yang luar biasa, juga para Bapak, Ibu yang tidak pernah kena lelah, terima kasih semuanya. Terima kasih. Maka pada kesempatan ini mari kita rayakan kebersamaan kita, kegembiraan kita pada hari ini. 

Sebelum memberkati tumpeng dan juga kue ulang tahun, Romo Kris menyampaikan tumpeng selalu menjadi gambaran yang menarik untuk kebersamaan, persaudaraan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Walaupun ada kacang, ada telur, ada macam-macam disini ada ingkung, tetapi dalam kesatuan tetap disebut tumpeng. Mari kita mohon rahmat dan berkat Tuhan bagi makanan ini, tumpeng ini yang sekaligus menjadi gambaran persekutuan kita, persekutuan beriman kita yang sehati sejiwa ingin membangun komunitas basis. 

Ratusan umat menghadiri Perayaan Syukur dalam rangka HUT ke 3 Stasi Hilarius termasuk para imam, suster, frater, Ketua DPP Santo Yoseph Palembang dan Santo Petrus, Ketua Lingkungan, para donatur dan undangan lainnya.

Leave a Reply


5 + 5 =