Jaga Hati Dengan Baik Supaya Hidup Kita Penuh Sukacita

February 13, 2025
Jaga Hati Dengan Baik Supaya Hidup Kita Penuh Sukacita

Komunitas GIM (Gerakan Imam Maria) melaksanakan kegiatan rosario bersama, misa dan adorasi Sakramen Mahakudus di Kapel Santa Faustina Paroki Santo Yoseph Palembang yang dipimpin oleh Romo Hans Rettob, MSC, Rabu 12 Februari 2025 pukul 16.00 Wib.

Melalui homilinya Romo Hans mengatakan Allah menciptakan segala sesuatu dalam sebuah proses dan semuanya direncanakan dengan sangat matang dengan satu tujuan yang sangat istimewa untuk manusia. Allah menjadikan segalanya, langit dan bumi dan semuanya masih kosong, masih hampa, tidak ada makhluk hidup apapun juga kemudian secara perlahan Allah memulai memberikan, melengkapi fasilitas dan membuat segala macam.  Semuanya  sudah cukup dan bisa untuk manusia hadir baru Tuhan menjadikan manusia.  Pada saat Tuhan menjadikan manusia, Tuhan terus berpikir tentangnya mau tinggal dimana, maka Tuhan menciptakan sebuah taman yang sangat indah dan betapa Tuhan merencanakan segala sesuatu yang terbaik untuk manusia.  

Sebuah proses yang sangat teliti dari belum ada sampai ada dan tidak sekedar akan begitu lengkap.  Semuanya Tuhan menciptakan tanaman-tanaman, buah-buahan, semuanya yang terbaik, yang menarik, Tuhan mengatakan semuanya ini boleh kamu nikmati, bebas dan nikmati bersama. Tetapi ada dua pohon di pusat taman, yang satu adalah pohon tentang kehidupan dan yang satu pohon tentang pengetahuan akan yang baik dan jahat.  Tuhan berkata semuanya kamu boleh ambil, termasuk pohon kehidupan, kecuali pohon pengetahuan akan yang jahat, karena jika kamu ambil buahnya, kamu pasti akan mati.

Waktu itu Adam dan Eva lagi berfokus pada pohon kehidupan, maka pasti tidak ada kematian, karena kita hidup terus dan hidup dalam kelimpahan.  Tuhan datang supaya kamu hidup dalam kelimpahan, pohon kehidupan adalah Yesus sendiri, kamu akan hidup dalam kelimpahan tetapi Adam dan Eva tidak mau memilih pohon kehidupan, pohon kelimpahan itu, pohon sukacita. Tetapi mereka mau memilih pohon pengetahuan  yang baik dan jahat supaya menjadi hakim, bisa memutuskan mana yang benar dan mana yang jahat. Menjadi hakim besar dan memutuskan benar dan salah, ada keinginan dari hati manusia untuk mengambil alih peran Allah sebagai hakim, mengadili orang lain, ini benar dan ini salah.

Andaikata dia hanya mau menerima dan menikmati apa yang Tuhan berikan, mensyukuri semua yang Tuhan berikan, maka hidup itu akan baik-baik saja. Yang keluar dari dalam hati manusia, dari mata turun ke kepala, kemudian turun ke hati lalu mulai mempunyai pikiran ini, pikiran itu, mulai merencanakan ini, merencanakan itu. Punyai keinginan ini dan itu yang membuat kita menjadi seorang yang angkuh, sombong,  jahat, tinggi hati dan serakah, mau memiliki segalanya, tidak peduli dengan orang lain, semuanya keluar dari hati.

Pesan hari ini adalah kita belajar untuk datang kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan memberikan kepada kita semua perkataan sukacita dan kita menerima dengan syukur.  Apa saja yang Tuhan perintahkan, kamu lakukan.  Tuhan perintahkan, jangan kau makan yang lain, kau boleh makan yang lain, tapi yang ini tidak boleh, ikuti, nanti pasti ada berkat. Tuhan perintahkan kita, untuk menjadi berkat bagi  orang lain dan jaga hati. Jaga hati karena hati adalah fungsi segalanya, hati yang gembira, itu obat. Makanya, jaga hati dengan baik supaya hati kita penuh dengan sukacita dan melewati hari-hari dengan keindahan.

Leave a Reply


3 + 2 =