Acies Legio Maria 2026 : Momentum Memutus Rantai Rutinitas Dengan Semangat Baru

March 10, 2026
Acies Legio Maria 2026 :  Momentum Memutus Rantai Rutinitas Dengan Semangat Baru

Palembang – Sebanyak 240 anggota Legioner KAPal mengikuti Acies Legio Maria Komisium Pencinta Damai di Proki Santo Yoseph Palembang, Sabtu 6 Maret 2026 yang diadakan  setiap tahun sebagai momen pembaharuan janji setia Legioner  kepada Bunda Maria. Kegiatan dimulai pukul 09.00 Wib dengan doa rosario, doa tesera bersama dan pembaharuan janji bakti para Legioner.  Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Vikjen KAPal RD. Yohanes Kristianto pukul 10.30 Wib diawali dengan perarakan Legioner KAPal yang membawa vandel Legio Maria dan pelayan liturgi. Acara ini juga dihadiri oleh RD. Petrus Sukino (Moderator Komisi Devosional KAPal) dan RD. Agustinus Giman (Romo Pembimbing Rohani Komisium Ratu Pecinta Damai Palembang).

Dalam homilinya Romo Kris mengatakan, Legio Maria sudah tersebar di seluruh Wilayah Keuskupan Agung Palembang, ada perwakilan dari lima Dekanat yang  hadir pada acara Acies 2026, yaitu : Dekanat Palembang, Dekanat Jambi, Dekanat Lubuk Linggau,  Dekanat Bengkulu dan Dekanat Belitang. Menjadi bagian penting dari gerak Keuskupan Agung Palembang dan Presidium yang berdiri sudah sejak lama yaitu : Presidium Hati Kudus, seiring  dengan berdirinya Paroki Hati Kudus. Saudara-saudari hadir di tempat ini dalam rangka Acies dengan membawa sebuah semangat dan antusias. Ada satu kalimat yang saya harap menggetarkan hati anda sekalian di hadapan vexillium, dengan memegang vexillium,  bukan hanya karena hafal tetapi sungguh keluar dari hati yang terdalam. Kata-katanya adalah “ Aku adalah milikmu ya Ratu dan Bundaku dan segala milikku adalah kepunyaanmu “, sebuah kalimat yang sederhana  bagi para Legionar yang diungkapan dalam pembaharuan janji kepada Bunda Maria.

Dibalik ungkapan itu ada sebuah kesediaan, sebuah keinginan untuk setia sebagai seorang tentara Maria dalam mengungkapkan komitmen kembali. Saya berharap bahwa ungkapan ini sungguh-sungguh  dari pribadi masing-masing, setelah diungkapkan anda semua pulang dengan masih membawa kobaran antusias dan semangat itu karena sudah diperbaharui. Acies adalah pernyataan setia seorang tentara kepada komandannya, pernyataan setia seorang tentara kepada pimpinannya dan bagi kita kepada Ratu kita yakni Bunda Maria. Bagi kita janji ini adalah sebuah komitmen hati yang tidak hanya sekedar diucapkan dan merupakan komitmen yang mengikat hati dan menggerakkan kita untuk mewujudkan apa yang menjadi identitas sekaligus tujuan dari seorang Legioner. 

Tema besar yang diangkat dalam Acies ini adalah : Bersama Bunda Maria, Legioner Menjadi Saleh Dan Manusiawi.  Tujuan Legio Maria adalah menyucikan diri sendiri dan menyucikan jiwa-jiwa. Menyucikan diri tentu saja kita ingin memaknainya sebagai upaya untuk menghayati cara hidup bunda maria, menghayati keutamaan-keutamaan hidup bunda maria. Meyakini betul dan memberikan perhatian penuh bahwa Ekaristi sebagai  pusat hidup, pijakan hidup, sumber hidup kristiani dalam hal ini tentu kita ingin meneladan bunda maria karena bunda maria mencintai putranya dan tidak bisa dipisahkan.  Seorang Legioner yang jarang menyambut Ekaristi adalah tentara yang maju ke medan perang, tetapi tidak membawa senjata. Legio Maria senjatanya adalah kekuatan rohani, kekuatan Allah sendiri. Senjata dan perisai bisa kita temukan dalam kedalaman Ekaristi maka menyucikan diri sendiri harus berawal dari penghayatan akan Ekaristi suci dan berupaya menghidupi keutamaan-keutamaan Bunda Maria.

Salah satu bagian dari keutamaan Bunda Maria adalah kerendahan hatinya yang memungkinkan kita menemukan sukacita dimana saja kita berada, dalam keadaan apapun juga dan memungkinkan kita bisa menghargai orang lain apa adanya. Ini menjadi introspeksi bagi kita bagaimana situasi di Presidium kita masing-masing. Kerendahan hati itulah yang memungkinkan Presidium-Presidium kita menjadi wadah sukacita, wadah yang membuat banyak orang tertarik untuk menjadi bagian didalamnya, maka para Legioner diajak untuk menemukan keutamaan kerendahan hati. Tentu saja kerendahan hati  mengiringi atau menjadi buah dari iman yang mendalam Bunda Maria.

Menyucikan diri sendiri juga harus ada upaya untuk memperdalam, memperkuat dan mempertebal kerohanian, iman Kristiani karena melalui iman yang kuat, iman yang mendalam. Kita dipanggil untuk berubah dan menghasilkan buah karena itulah tujuannya untuk menyucikan jiwa-jiwa. Ada upaya yang dilakukan untuk hadir di tengah medan laga, di tengah situasi konkret dan situasi real, dibutuhkan kepekaan bela rasa. Spiritualitas yang harus dibangun adalah spiritualitas yang menggerakkan kita, kerohanian harus punya kaki untuk melangkah dan tangan untuk merangkul kerohanian bukan hanya sekedar untuk menyucikan diri kita sendiri tanpa peduli pada yang lain tetapi penyucian diri sendiri bermanfaat dan berguna untuk ikut serta menyelamatkan jiwa-jiwa yang lain. 

Maka panggilan kepada Legioner adalah cari mereka yang sakit, mereka yang tak berdaya, mereka yang kehilangan semangat dan kehilangan harapan dalam hidup. Tugas utama para legioner adalah hadir dan datang di tengah-tengah saudara-saudari yang mengalami kesulitan, mereka yang sakit di rumah sakit, mereka yang tak berdaya yang ada di rumah atau bahkan mereka yang ada di penjara,  itu bagian tugas yang khas. Legioner berada di garis depan menjadi orang-orang yang berbela rasa, orang-orang yang peduli pada yang lainnya, kita dipanggil untuk menyucikan jiwa-jiwa hal lain.  Acies harus menjadi sebuah momentum penting untuk memutus rantai rutinitas, rantai kebosanan dan menggantinya dengan sebuah semangat yang baru dan antusiasme baru. 

Legio Maria Keuskupan Agung Palembang harus seiring sejalan dengan prioritas pastoral yang dicanangkan oleh Keuskupan kita, tentang kaderisasi, lingkungan hidup, TPPO dan juga  media digital supaya Legio Maria melalui Presidium, Kuria atau Komisium bergerak dan berjalan bersama dengan kelompok-kelompok yang lain, kelompok umat, Stasi, Paroki dan Dekanat.  Profisiat atas  pembaharuan janji yang sudah diucapkan  melalui Acies tahun 2026 ini, semoga janji yang sudah diucapkan  mudah-mudahan bukan ungkapan kata-kata saja tetapi sungguh keluar dari hati yang mendalam dan menemukan kembali sebuah spirit dan semangat yang akan dibawa pulang dan mengobarkan kembali api yang baru di tempat masing-masing,  di Presidium-Presidium,  Kuria atau Komisium. Mari menjadi saluran berkat, jadilah pembawa damai dan biarlah melalui kehadiran kita sebagai Legio Maria nama Tuhan semakin dimuliakan.

Sementara itu Hendrikus, Ketua Komisiusm Ratu Pencinta Damai Palembang, mengucapka terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu hingga kegiatan Acies bisa terlaksana. Terutama para pembimbing dan asisten rohani serta para Legioner Dekanat KAPal dari Palembang dan luar Palembang yang hadir dan berpartisipasi pada acara ini.

Tak lupa pula Romo Kris menyampaikan profisiat dan salam dari Bapa Uskup Yohanes Harun Yuwono yang tidak bisa hadir karena ada kepentingan yang lain. Bapa Uskup juga sangat bergembira ketika mendengar bahwa Legio Maria tetap hidup dan bertumbuh bahkan di seluruh Dekanat. Saya kira ini tugas kita semua untuk menjadi bagian dari karya kerja Keuskupan Agung Palembang, Dekanat-Dekanat harus diwarnai dengan begitu banyak kelompok-kelompok termasuk juga kelompok rohani yang berkembang.

Bapa Uskup punya mimpi tahun 2033 Jambi menjadi Keuskupan dan kita tentu berdoa agar mimpi ini terwujud walaupun semuanya tergantung dari keputusan Tuhan Allah melalui Vatikan, melalui Bapa Paus dan Bapa Suci tapi sekurang-kurangnya langkah-langkah persiapan sudah dimulai, maka bagi para Legioner yang dari Jambi, gaspol jangan kendor bahkan harus semakin bertumbuh. Terima kasih atas kebersamaan kita pada Acies tahun 2026, terima kasih kepada para pemimpin rohani yang tentu saja kehadirannya dan asisten akan menjadi support serta dukungan yang besar bagi para Legioner melalui Presidium masing-masing. 

Rangkaian acara Acies 2026 diakhiri dengan ramah tamah bersama dan pentas seni di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang.

Leave a Reply


8 + 1 =