Palembang – Pesta Pelindung Paroki Santo Yoseph Palembang akan dirayakan Kamis 19 Maret 2026 dan menjelang acara tersebut diadakan Novena Santo Yoseph selama 9 hari yang sudah dimulai Jumat 6 Maret 2026 pukul 17.00 Wib. Kegiatan Novena Santo Yoseph memasuki hari ketiga, Selasa 10 Maret 2026 dengan tema “ Krisis dalam melakukan perjalanan mengungsi ke Mesir “ dipimpin oleh RD. Yohanes Kristianto, Vikjen KAPal di Gereja Santo Yoseph Palembang.
Dalam renungan Novena Romo Kris menyampaikan, ada rencana Tuhan yang melibatkan Santo Yoseph, dia dipanggil secara khusus untuk dimasukkan dalam rencana Allah Ketika mengambil Maria sebagai istrinya. Dalam situasi yang penuh resiko, di tengah situasi yang penuh tekanan batin, ia mengatakan, bahwa ketaatan bukanlah sekedar menjalankan perintah Tuhan, melainkan sebuah keputusan untuk mengalahkan diri sendiri, mengalahkan kepentingan pribadi demi kehendak Ilahi, itulah ketaatan dari seorang yang beriman dan percaya. Santo Yoseph seorang beriman dan imannya nampak dari ketaatan untuk mengikuti dan melaksanakan kehendak Allah, ketaatan yang penuh rasa tanggung jawab.
Ada kecemasan, kekhawatiran tapi sebuah perjalanan yang dilalui oleh Santo Yoseph dengan penuh tanggung jawab sebagai sebuah gambaran perjalanan yang mengikuti kehendak Tuhan tapi di dalamnya ada ujian ketaatan dan kesetiaan kepada kehendak Tuhan. Santo Yoseph tidak terjebak oleh amarah, keluhan, pesimis dan putus harapan. Seorang yang percaya membuat Santo Yoseph tenang menghadapi kenyataan terbuang dan tidak diterima, dia dengan tenang akhirnya menemukan solusi. Ketenangan batinnya membuatnya bisa melihat peluang untuk menemukan solusi, dia tidak membuang energi untuk mengutuk keadaan sebaliknya berusaha tenang, mengheningkan diri sambil mendengar bisikan Apa yang menjadi kehendak Tuhan di balik problem dan masalah yang sedang dihadapi.
Yoseph juga mengatakan bahwa kebahagiaan tidak bergantung pada tempat yang mewah, kesuksesan dan keberhasilan tetapi kebahagiaan terletak pada kehadiran Tuhan yang dialami dan dirasakan. Sebagai seorang yang percaya, hanya mengandalkan bahwa kehendak Tuhan pasti yang terbaik . Di tengah ancaman yang mengkhawatirkan Yoseph tetap menjadi pribadi yang penuh tanggung jawab. Dia harus mengambil keputusan yang bijaksana, apa yang harus dilakukan, tidak terjebak pada keluhan, pada situasi yang buruk, pada masalah yang sedang dialami dan dirasakan. Tidak marah kepada Tuhan, tidak putus asa tetapi mengambil langkah dan keputusan yang tepat.
Di tengah himpitan masalah demi masalah, yang dibutuhkan hanya ketenangan seorang beriman yang mampu dengan tajam, menangkap apa yang dikehendaki oleh Tuhan di balik krisis, masalah-masalah yang dihadapi. Mengeluh dan pesimis hanya akan melahirkan masalah baru di atas masalah yang sudah ada. Melalui novena hari ketiga yang mengangkat tema : Krisis Di Tengah Perjalanan Bersama Maria dan Yesus Putranya, Santo Yoseph mengajar kepada kita, memberi inspirasi untuk tetap taat, saat rencana kita tidak sesuai dengan keinginan dan kemauan untuk tetap tenang.
Saat semua pintu seakan tertutup, tidak ada harapan, masalah datang bertubi-tubi. Ketenangan adalah buah dari iman yang mengatakan, “ Aku mengandalkan Tuhan untuk tetap berani melangkah di tengah ancaman yang mencemaskan, sambil percaya bahwa Tuhan yang memanggil dan memilih kita menjanjikan penyertaan sampai akhir. “ Mari kita menemukan inspirasi dari Santo Yoseph dan berharap kepadanya “ Santo Yoseph, ajarlah kami untuk tidak takut pada krisis, tidak kecil hati pada masalah namun ajarlah kami untuk lebih takut kehilangan ketaatan kepada Tuhan dalam krisis dan masalah yang dihadapi. “
Sementara itu melalui homilinya Romo Kris mengingatkan bahwa Santo Yoseph berhasil melampaui diri yang punya keinginan-keinginan sangat manusiawi dan berhasil mengubahnya. Transformasi dirinya yang menjadi ukuran bukan lagi apa yang dia mau, tapi yang menjadi ukuran adalah apa yang Allah mau dan dia taat pada kehendak dan pilihan Allah. Mengampuni tanpa batas, tanpa ukuran yang berarti membebaskan, tidak ada lagi sisanya dalam hati dan dengan sekenap hati, ini menjadi prinsip dari setiap orang yang percaya kepada Kristus. Prinsip orang beriman adalah menggunakan prinsip Allah sendiri apa yang ditunjukkan oleh Allah kepada kita. Allah itu sudah mengampuni kita tanpa batas itu pedomannya. Maka pedoman hidup Kristiani juga demikian, mengampuni tidak ada batasnya, prinsip yang kita pakai bukan prinsip manusiawi tapi prinsip Allah sendiri karena cara itulah yang menyelamatkan kita.
Mengampuni adalah bagian dari keutamaan Kristiani artinya bahwa setiap pengikut Kristus diajak untuk melepaskan diri dari segala macam bentuk kebencian dan dendam, luka batin, sakit hati, memang itu tidak mudah untuk dihadapi. Tapi kalau tidak disembuhkan ia akan menjadi sesuatu seperti duri dalam daging yang tidak pernah membuat kita nyaman dalam hidup salah satu sumber penyakit. Ketika hati kita masih dipenuhi oleh sakit, masih dipenuhi oleh luka dan luka itu membutuhkan penyembuhan karena itu pedoman yang kita pakai adalah Allah sudah terlebih dahulu mengampuni kita maka kita pun diajak untuk mempunyai keutamaan mengampuni yang lainnya.
Mengampuni bukan soal kalah dan menang, bukan soal perasaan tetapi mengampuni adalah sebuah keputusan penting, sebuah keputusan bijak bagi kita. Mari kita mohon rahmat Tuhan supaya jangan menunggu perasaan ingin memaafkan muncu,l karena memang jarang terjadi tetapi mengampuni adalah sebuah keputusan. Putuskanlah untuk memaafkan hari ini kalau kita masih punya daftar orang-orang yang melukai hati kita, orang-orang yang pernah menyakiti hati kita, putuskanlah bahwa saya mengampuni dan memaafkan mereka seperti Allah juga terus mengambil sebuah keputusan untuk mengampuni kita karena mengampuni berarti Allah mengasihi kita.




