Pembekalan BKSN 2026

September 5, 2026
Pembekalan BKSN 2026

PALEMBANG – Seksi Kerasulan Kitab Suci, Bidang Pewartaan DPP Santo Yoseph Palembang mengadakan pembekalan dalam rangka Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, Kamis 3 September 2026 pukul 19.00 Wib di Gedung Aula Serbaguna. Kegiatan diikuti 97 peserta yang merupakan  fasilitator pendalaman iman di Lingkungan, Wilayah, KBG dan kelompok kategorial dengan pemberi materi RD. Agustinus Giman, Ketua Komisi Keteketik, Liturgi dan Kitab Suci Keuskupan Agung Palembang.

F. Untung Supriyanto, Ketua Bidang Pewartaan dalam pengantarnya menyampaikan, mohon maaf kalau kegiatan ini agak sedikit terlambat biasanya kita mengadakan pembekalan itu di akhir bulan Agustus tetapi karena banyaknya kesibukan dari Romo Giman dan Tim Keuskupan Palembang. Mari kita ikuti pembekalan pada malam hari ini semoga yang dimaksudkan dari tema atau tujuan dari bulan kita suci 2026 sungguh-sungguh jelas dan memenuhi atau sampai dengan target dan sasarannya.

Romo Giman dalam paparannya mengataan, tema besar dari BKSN 2026 adalah :  Yesus Guru yang Penuh Kuasa yang  diambil dari Injil Matius. Para fasilitator harus ingat bahwa BKSN itu bukan studi kitab suci bukan belajar kitab suci, tetapi membaca, merumuskan dan mensharingkan atau berbagi. Dalam pertemuan BKSN orang diajak membaca, kemudian merumuskan dan menangkap pesan  ini yang penting. Pesan yang ditangkap dari bacaan untuk hidup saya dan ini yang nanti akan dibagikan atau disharingkan.

Perjalanan selama BKNS 2026 ada 4 minggu pertemuan dengan tema yang berbeda, yaitu : Pertemuan 1 (Kedalam) : Hidup yang sejati,  untuk menata sikap batin dan menyelami standar Sabda Bahagia,  Pertemuan 2 (Keluar) : Tugas Perutusan Para Murid, menerima panggilan bermisi dan melayani dalam rutinitas keseharian, Pertemuan 3 (Kedalam) : Persaudaraan dalam iman, merawat luka komunitas dan mempraktekkan teguran kasih, Pertemuan 4 (Keluar) : Hidup Yang Kekal, menghadirkan surga sekarang juga lewat perbuatan kisah nyata. Sebelum mengadakan pertemuan BKSN sebaiknya juga dilakukan persiapan fisik : Mentakhtakan Sabda, berupa : alas  kain putih (menyimbolkan kesucian dan penghormatan ruang sakral di tengah umat), lilin bernyala ( simbol terang Kristus yang menuntun jalannya pertemuan) dan Kitab Suci Terbuka (pusat kehadiran Allah).

Kita diajak untuk  membawa kitab suci dan membaca dari buku  itu akan sangat baik  rasanya juga berbeda kalau membaca langsung dari kitab suci. Kita harus memulai membiasakan  umat untuk membawa dan membaca  kitab suci secara langsung serta melibatkan semua umat.  Jadi  pemandu fasilitator  sudah menyiapkan diri , minimal H min 1  sudah membaca  apa yang menjadi  bahan untuk disampaikan. Fasilitator adalah  memfasilitasi, mempermudah orang  bukan mendominasi pembicaraan, kemudian mempersiapkan lektor (pembaca firman)  yang membaca teks Kitab Suci dengan  artikulasi jelas dan penuh resapan, pemandu lagu yang mengawal transisi suasana dan keheningan melalui puji-pujian, pemimpin doa yang menyiapkan doa umat spontan dan memimpin doa penutup.

Untuk menjadi fasilitator  yang menggerakkan hati yang harus diingat bahwa KBG adalah  tempat berbagi pengalaman iman, bukan arena adu argumen  doktrin atau mencari siapa yang paling benar.  Ciptakan zona aman, jangan menghakimi, sharing umat. Biasakan merespon dengan terima kasih atas sharingnya. Tugas anda bukan menggurui melainkan  menjembantani teks Kitab Suci dengan konteks hidup umat. Sebelum bertugas jangan lupa membangun keheningan batin, jangan takut pada keheningan dan beri jeda agar agar Roh Kudus bekerja setelah sabda dibacakan. Kemudian mengawasi sharing dan pastikan umat berbagi pengalaman bersama sabda bukan sekedar teori dan buatlah aksi nyata, pastikan ada komitmen yang dibawa pulang.

Leave a Reply


5 + 2 =