Dr. Suryadi Perintis dan Penggerak Persekutuan Doa Santo Yoseph

April 17, 2021
Dr. Suryadi  Perintis dan Penggerak Persekutuan Doa Santo Yoseph

Umat Paroki Santo Yoseph Palembang kehilangan seorang perintis dan penggerak persekutuan doa, yaitu : dr. Lukas Suryadi Natadipura yang meninggal dunia dalam usia 78 tahun. Misa arwah peringatan 7 harinya diadakan, Jumat 16 April 2021 pukul 19.00 Wib dipimpin oleh RD. Joko Susanto Silvester yang dihadiri oleh anggota Catholic Familly Ministry dan Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik Keuskupan Agung Palembang.

Dalam homilinya RD. Joko Susanto mengatakan meneruskan apa yang sudah dibuat oleh dr. Suryadi dalam kebersamaan dengan kita pada kesempatan ini, juga telah meninggalkan banyak hal maka Engkaupun akan menemukan kebahagiaan  dalam komunitas yang telah kita buat untuk menyemarakkan dan untuk menghidupkan kehidupan rohani  bagi umat khususnya di Paroki Santo Yoseph dan kota Palembang.

Relasi kita dengan oran-orang yang dipanggil tidak berhenti pada saat kita selesai mendoakan pada waktu-waktu tertentu tetapi sampai selama-lamanya karena kita terikat  oleh apa yang disampaikan Gereja merupakan persekutuan organg-orang Kudus dan Gereja juga membagi kelompok Gereja yang jaya, Gereja yang berjuang dan Gereja yang masih berziarah. Semoga Bapak Suryadi cepat memsuki Gereja yang jaya meninggalkan Gereja yang berjuang dan doa-doa bersama kita meringankan beban perjalanan, dosa dan kesalahan  Bapak Suryadi untuk menikmati hidup yang kekal, juga memberikan penghiburan kepada keluarga yang masih dalam peziarahan di dunia ini.

Elizabeth Elisa Satrini salah satu murid rohani dr. Suryadi dan dr. Theresia mengenal pasangan  ini melalui pembaharuan Karismatik Katolik yang mengajar di Persekutuan Doa Santo Yoseph. Melalui kegiatan ini pasangan pasutri tersebut membuka rumah dan ruang atas tempat prakteknya untuk berdoa dan bersekutu. Lisa mengenal Om Suryadi sebagai pribadi yang sederhana, ramah, rendah  hati dan tidak banyak bicara, namun kehidupan beliau bicara dan bersaksi lebih banyak, menjadi teladan iman serta kesetiaan dalam mengikuti Kristus.

Dr. Lukas Suryadi Natadipura, lahir di Palembang 4 November 1943 meninggalkan istri tercinta dr. Thersia Suryadi dan 2 orang putri Gloria Octaviana (Joy) dan Shopie Beatrix serta 2 orang cucu Sabina Laetitia (Pau-Pau) dan Severinus Eirene (Wewe).

Dalam pelayanannya pasutri ini biasa dipanggil Om Suryadi dan Tante Tres mengenal Pembaharuan Karismatik sekitar tahun 1985 setelah mengikuti Seminar Hidup Baru Dalam ROh Kudus/Retret Awal di Pertapaan Karmel Cikanyere yang dipimpin oleh Rm. Yohanus Indrakusuma, OCarm. Sejak saat itu pasutri ini sangat aktif melayani khususnya memberikan pengajaran Seminar Hidup Dalam Roh, baik di Lingkungan, kota-kota dan daerah di Wilayah Keuskupan Agung Palembang. Dikenal juga sebagai perintis dan penggerak Persekutuan Doa Santo Yoseph, menjadi pengajar, pendoa serta konselor di Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik Keuskupan Agung Palembang.

Tahun 2000 Om Suryadi dan Tante Tres membentuk kelompok Pendalaman Iman yang diberi nama Kelompok Terang 2000 (Kloter 2000). Pengenalan intim akan Tuhan membentuk Om Suryadi dan Tante Tres menjadi pribadi yang sangat mengasihi jiwa-jiwa yang rindu bertumbuh dalam Kristus. Kloter 2000 dibentuk untuk melayani umat yang lebih cocok dengan tata cara ibadah yang lebih tenang tidak sedinamis Karismatik Katolik dan hingga saat ini Kloter 2000 berkembang pesat selain tumbuh dalam Komunitas, juga aktif melayani Paroki dan Lingkungan.

Om Suryadi juga aktif sebagai pelayan komuni jauh sebelum komunitas prodiakon di Paroki Santo Yoseph Palembang terbentuk dan juga melayani sebagai fasilitator dalam retret Pria Sejati Katolik serta CFM Palembang

Leave a Reply


9 + 8 =