Jangan Melakukan Demonstrasi Anarkis Tetapi Tertib Dan Santun

September 2, 2025
Jangan Melakukan Demonstrasi Anarkis Tetapi Tertib Dan Santun

Gelombang demonstrasi di Indonesia yang dilakukan akibat akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat sudah berlangsung sejak tanggal 25 Agustus sampai 31 Agustus 2025 di berbagai kota dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Untuk mengantisipasi hal-hal yang akan berdampak lebih luas lagi, maka berbagai elemen masyarakat merapatkan barisan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Demikian juga yang dilakukan oleh Keuskupan Agung Palembang yang  wilayahnya meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Jambi, dan Provinsi Bengkulu,  Mgr. Yohanes Harun Yuwono sebagai pimpinan agama Katolik untuk tiga Provinsi menyampaikan himbauan secara resmi, Minggu 31 Agustus 2025.

Bagi umat Katolik dan semua yang berkehendak baik, kita memang sedang berada dalam situasi yang tidak baik-baik saja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di mana-mana ada demonstrasi, memang demonstrasi ini dipicu oleh kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat, kata-kata penyelenggara negara yang menyakiti hati rakyat dan kebijakan-kebijakan pemerintah yang memberatkan rakyat. 

Saya tidak melarang anda untuk ikut berdemonstrasi, menyampaikan tuntutan yang menjadi hak setiap rakyat, namun saya berpesan, janganlah melakukan demonstrasi yang anarkis, yang merusak, yang membuat chaos apalagi melukai fisik entah bangunan atau orang. Jangan berlaku kasar, jangan merusak apapun yang menjadi fasilitas negara ataupun fasilitas umum dan jangan melakukan penjarahan.

Kita menuntut kebaikan, bukan dengan keburukan, maka silakan kalau mau ikut berdemonstrasi, tetapi demonstrasi yang tertib, yang santun dan mengutamakan kebaikan bersama. Semoga dengan itu kehidupan berbangsa dan bernegara kita ke depan akan berjalan dengan sebaik-baiknya untuk kemuliaan dan kebesaran martabat bangsa Indonesia yang besar ini.

Selain itu Komisi Kerawam Keuskupan Agung Palembang mengadakan diskusi kebangsaan untuk menyikapi kondisi Indonesia saat ini khususnya di kota Palembang, Minggu 31 Agustus 2025 pukul 19.30 Wib di Aula Pastoran Santo Yoseph Palembang. Diskusi kebangsaan ini dihadiri oleh FKUB, Kesbangspol Kota Palembang, Ketua Forum DPP, para Imam, Suster,  DPP Sedekanat I, Komisi-Komisi di KAPal, Lembaga Katolik, Pemuda Katolik, PMKRI Cabang Palembang, WKRI Sumsel dan Palembang serta umat Katolik.

Dalam sambutannya RD. Hyginus  Gono Pratowo sebagai  Deken Dekanat Palembang mengatakan   kita semua dipanggil  untuk kedamaian terukur di tanah air kita yang tercinta ini. Harapannya bahwa apa yang menjadi kecemasan dan ketakutan kita itu tidak terjadi, tapi bijak bahwa kita harus antisipasi semuanya. Aksi demo memang dalam arti tertentu dapat izin  dari pemerintah, intinya adalah aksi damai bukan aksi yang anarkis dan sopan, seperti  seruan dari Bapa Uskup Yohanes Harun Yuwono demontrasi yang sopan, santun dan berdasarkan kasih.  Seperti yang diharapkan  adalah aksi yang membangun, bukan  merusak tetapi membangun,  mudah-mudahan kita bisa bergandengan tangan untuk menghadapi ini semua. Bersama dengan  umat Katolik yang ada di kota Palembang bersama pemerintah, kita bekerja sama, visi misi kita adalah tetap membangun negeri yang berdaulat, bermartabat dan mendukung,  inilah yang ingin kita capai bersama 

Leave a Reply


6 + 1 =