Prapaskah Saatnya Mempraktekkan Solidaritas

February 20, 2021
Prapaskah Saatnya Mempraktekkan Solidaritas

Umat Katolik mulai memasuki masa Prapaskah ditandai dengan penerimaan abu sebagai bentuk pertobatan dalam Perayaan Rabu Abu, 17 Februari 2021 lalu. Perayaan Rabu Abu di Gereja Santo Yoseph Palembang diadakan sebanyak 3 kali, pukul 05.45, 12.00 dan 18.00 Wib yang diikuti oleh ratusan umat.

Perayaan Rabu Abu pukul 05.45 dipimpin oleh RD. Laurentius Rakidi, pukul 12.00 dipimpin oleh RD. Vinsensius Setiawan Triatmojo dan pukul 18.00 Wib dipimpin oleh RD. Stefanus Surawan dan pada kesempatan ini dibacakan Surat Gembala Uskup Agung Palembang Aloysius Sudarso, SCJ terkait dengan Prapaskah 2021.

Dalam suratnya Mger. Aloysius Sudarso, SCJ mengatakan Prapaskah merupakan masa yang berahmat untuk memperbaharui hidup dan kesempatan merefleksikan perjalanan hidup beriman untuk menilai diri sejauh mana kita menghayati diri sebagai murid Kristiani terutama keberadaan di tengah pandemi covid 19. Memasuki masa Prapaskah umat diajak juga untuk menyadari kebersamaan sebagai mahluk spiritual yang keberadaanya di dunia ini saling bertautan sebagai saudara.

Kita mendukung Presiden Joko Widodo yang menekankan soildaritas antara kita anak bangsa yang menjadi dasar keragaman budaya untuk bertahan dan mengatasi masa pandemi ini yang mengancam dan melemahkan sendi kehidupan bangsa. Sementara itu Bapa Uskup Fransiskus mengingatkan bahwa kerentanan bersama yang dirasakan saat ini harus menyadarkan kita akan solidaritas global yang melampaui batas-batas suku, agama, ras dan bangsa.

Solidaritas sosial adalah tradisi yang telah menjadi kekhasan bangsa kita yang sering diungkapkan dengan istilah gotong royong. Kita bersyukur  bahwa bahwa masa pandemi covid 19 telah mengundang solidaritas umat Katolik terpanggil untuk meringankan saudara-saudari yang menderita. Prapaskah mendorong kita memaknai nilai solidaritas Tuhan lewat wafat dan kebangkitanNya sampai pada keyakinan bahwa Kristus hadir dalam diri sesama tanpa kekecualian dan mengundang  kita untuk memberi makan yang lapar, memberi minum yang haus dan disingkirkan.itulah solidaritas Tuhan yang harus menjadi dasar solidaritas Kristiani.

Semoga masa Prapaskah dengan puasa, pantang dan amal menjadikan kita untuk mendengar, belajar dan tumbuh dalam solidaritas yang berbelas kasih. Marilah kita hidup berbelarasa dan solider seturut cara Yesus yang sudi senasib dengan manusia untuk menghidupkan dunia.

Dalam upacara penerimaan Abu pada Perayan Rabu Abu 2021 sedikit berbeda yang biasanya umat diberikan tanda abu didahi tetapi pada masa pandemi ini penerimaan abu dengan cara  ditaburkan ke kepala oleh Imam dan Prodiakon yang bertugas.

Leave a Reply


8 + 8 =