29 Oktober
Beato Michael Rua , Salesian
Michael Rua pernah menjadi pendamping utama Don Bosco selama lebih dari 36 tahun, dan pengaruh kepemimpinannya sebagai pengganti pertama Don Bosco bisa dirasakan sampai ke bagian pertama abad ke-20.
Michael lahir pada tanmggal 9 Juni 1837 di Voldocco. Turino – Italia. Pada umur 8 tahun, dia kehilangan ayahnya, namun dia segera menemukan figur ayah itu di dalam diri Don Bosco. Pada tahun 1850, Don Bosco menawarkan kepadanya supaya “belajar bahasa Latin.” Michael langsung mengerti apa yang dimaksudkan, dan dia menjawab bahwa dia siap belajar di seminari untuk menjadi imam.
Setelah tamat SMP [tahun 1853, umur 15 tahun], dia masuk seminari di Torino belajar filsafat. Pada tahun 1854 Michael menjadi salah satu dari kelompok Salesian yang pertama. Mulai tahun 1855 sampai dengan tahun 1860, dia menyelesaikan teologi sambil terus membantu dan mendampingi Don Bosco sebagai asisten atau guru di sekolahnya.
Don Rua [begitu dia biasa dipanggil], ditahbiskan sebagai imam pada tanggal 29 Juli 1860 di Caselle. Sebagai imam, dia selalu disamping Don Bosco dan siap sedia untuk tugas apapun. Pada saat Sri Paus mengusulkan kepada Don Bosco supaya memilih seorang vikaris [wakil], Don Bosco tanpa ragu-ragu lagi memutuskan bahwa Don Rua lah orangnya.
Setelah hidup bersama dengan Don Bosco selama hampir 36 tahun, Don Rua sangat merasakan kematian Don Bosco. Namun dalam 21 tahun kepemimpinannya, Serikat Salesian berkembang serta tumbuh dan dia sungguh menjadi pengganti Don Bosco yang baik dan setia.
Sejak awal tahun 1909, Don Rua mengalami beberapa gangguan fisik seperti phlebitis dan conjunctivitis, namun dia tetap melayani dengan penuh semangat sampai hari kematiannya tanggal 6 April 1910. Don Rua dinyatakan oleh Gereja sebagai Hamba Tuhan pada tahun 1953 dan sebagai Beato oleh Sri Paus Paulus VI pada tahun 1972. ***
Sumber : www.imankatolik.or.id
Khusus gambar santo/santa : www.donbosco-torino.it
29 Oktober
Narcissus hidup pada abad kedua dan awal abad ketiga. Ia adalah seorang lanjut usia ketika ditahbiskan menjadi Uskup Yerusalem. Narcissus adalah seorang uskup yang sungguh luar biasa. Semua orang mengagumi kebajikan-kebajikannya, terkecuali mereka yang memilih untuk hidup jahat. Tiga musuh Narcissus mendakwanya melakukan suatu kejahatan yang mengerikan. Seorang dari mereka mengatakan, “Biar aku mati terbakar jika apa yang kukatakan tidak benar!” Yang kedua mengatakan, “Biar aku terjangkit kusta jika apa yang kukatakan tidak benar!” Dan yang ketiga mengatakan, “Biar aku menjadi buta jika apa yang kukatakan tidak benar!” Namun demikian, tiada seorang pun yang mempercayai dusta mereka. Orang banyak telah melihat sendiri kebajikan hidup Narcissus. Mereka tahu orang macam apa Narcissus itu.
Meski tak seorang pun percaya pada fitnah keji yang dilontarkan terhadapnya, Narcissus mempergunakannya sebagai alasan untuk pergi mengasingkan diri di padang gurun. Segenap kepercayaannya ada pada Tuhan, yang ia layani dengan begitu penuh cinta. Dan Tuhan menunjukkan bahwa fitnah yang diceritakan orang-orang itu sama sekali tidak benar. Narcissus kembali menjadi Uskup Yerusalem, sehingga umatnya bersukacita. Meski ia semakin bertambah tua, tampaknya ia semakin berkobar-kobar dari sebelumnya. Sesungguhnya, ia tampak lebih kuat dari sebelumnya pula, selama beberapa tahun sesudahnya. Lalu, ia menjadi terlalu lemah untuk melanjutkan karyanya. Ia memohon kepada Tuhan agar mengutus seorang uskup untuk membantunya. Tuhan kita mengirimkan kepadanya seorang kudus lain, Alexander dari Cappadocia. Dengan semangat kasih yang bernyala-nyala, mereka berdua memimpin keuskupan bersama. Narcissus berusia hingga 116 tahun lebih. Ia wafat pada tahun 215.
Sumber : www.imankatolik.or.id
Khusus gambar santo/santa : www.catholic.org


