Pertemuan Perdana Calon Krisma 2025

July 15, 2025
Pertemuan Perdana Calon Krisma 2025

Kurang lebih seratus Calon Krisma Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti pertemuan perdana di Gedung Aula Serbaguna, Minggu 13 Juli 2025 pukul 10.00 Wib. Kegiatan ini dilakukan untuk saling mengenal Calon Krisma, Pendamping dan DPH serta pemberian informasi terkait persiapan pembelajaran selama tiga bulan.

Ignas Iwanti Waning, Anggota Seksi Persiapan Sakramen Krisma menyampaikan beberapa hal terkait persiapan pembelajaran, untuk jumlah peserta Krisma kurang lebih  100 orang yang terbagi dalam 4 kelompok kelas, yaitu : kelas A, B, C dan D, masing-masing ada pendampingnya, diperkirakan jumlah peserta akan bertambah belum termasuk dari Seminari. Kalau tahun lalu untuk pembelajaran ada juga di Stasi Hilarius, maka tahun ini bergabung bersama di Paroki. Sementara itu untuk jumlah pendamping ada 15 orang ditambah 3 orang pendamping khusus.  Untuk proses pembelajaran biasanya enam bulan tapi sekarang lebih singkat hanya kurang lebih tiga bulan dengan waktu belajar lebih kurang 90 menit. Untuk materinya kita akan menyiapkan materi khusus tentang krisma mulai tahun ini dan akan dikirimkan kepada peserta. 

Sementara itu Fransiskus Untung Suprianto  sebagai Koordinator Bidang Pewartaan dalam pengarahan bagi Calon Krisma Paroki Santo Yoseph Palembang mengatakan, Bidang Pewartaan secara spiritual sebenarnya itu tugas berharga dan tugas mulia, karena di Pewartaan ini sebenarnya adalah cikal bakalnya atau pendampingan bagaimana Bapak Ibu dan anak-anak berspiritual terhadap ajaran Kristus, maka ada beberapa sakramen yang nanti akan dipelajari. Tentu untuk menerima Sakramen Krisma, pasti Bapak Ibu dan adik-adik semua telah menerima Sakramen Baptis. Ketika menerima sakramen baptis dan masih bayi, maka pengajaran persiapan itu diberikan ke orang tua maka ada pembekalan orang tua. Tetapi kalau penerimaan sakramen baptis itu untuk orang dewasa, maka yang bersangkutan  sendiri mengikuti pembekalan dan hari ini Bapak, Ibu, adik-adik semuanya akan mengikuti pembekalan untuk menerima Sakramen Krisma. 

Jadi manusia di dunia ini, sebenarnya karya Allah diciptakan Allah melalui hubungan laki-laki dan perempuan atau pernikahan. Tapi ada manusia dunia ini yang tidak hadir di dunia ini tanpa tercipta dari hubungan suami istri, yaitu : Adam, Hawa dan Yesus Kristus.  Nah, ketika manusia jatuh ke dalam dosa, apakah dibiarkan oleh Allah ? Tentu saja tidak, Allah tetap mencintai manusia dan seluruh ciptaannya. Begitu cintanya terhadap manusia, maka diutuslah begitu banyak para nabi, sampai Kristus sendiri putranya diutus ke dunia. 

Dalam perkembangannya, seiring dengan waktu, maka individu itu akan dipengaruhi dua sifat penting, yaitu : sifat keilahian dan sifat keiblisan, atau dipengaruhi oleh kuasa terang dan kuasa gelap. Jiwa kita ini dalam pengembangannya, dalam dinamika, pribadi kita lebih dipengaruhi oleh kuasa gelap, keiblisan dan hal-hal negatif. Agama Katolik itu sesungguhnya aliran spiritual yang dipersiapkan untuk menyelamatkan umat manusia supaya kembali kepada sang penciptanya. Hukum Kristus, ajaran Kristus adalah jalan hidup, jalan kebenaran, jalan lurus yang menyelamatkan, karena Tuhan menjanjikan kita. Karena kita memahami ajaran Kristus itu hanya di permukaannya saja, maka penghayatan-penghayatan itu penting. 

Nah jangan sampai pembelajaran itu hanya sampai pada pikiran, harus dimanifestasikan, diwujudkan dalam hati dan dalam kehidupan sehari-hari. Nanti dalam pembelajaran Krisma, jangan hanya sampai pada pengetahuan intelegensi saja. Jadi, mohon nanti mengikuti pembelajaran ini dengan pikiran dan hati, sebenarnya kalau kita sudah sampai kepada hati untuk mengikuti, mendalami, memahami hukum Kristus, absen segala macam itu hanya formalitas. Mari kita membangun hidup kita sesuai dengan ajaran Yesus yang tulen, asli, sejati,  sungguh-sungguh menyelamatkan kita kalau kita sungguh menghayatinya dan bukan hanya di permukaan saja, selamat berdinamika mengikuti proses pembelajaran Krisma.

Dalam sambutannya Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang, RD. Hgyginus  Gono Pratowo mengungkapkan kita bersyukur karena  boleh sampai pada titik ini yang merupakan titik awal dimana kita diundang untuk memenuhi Sakramen Inisiasi. Sakramen Inisiasi yang wajib diterima oleh orang Katolik, yaitu : Baptis, Komuni atau Sakramen Ekaristi,  Sakramen Krisma atau sering disebut Sakramen Penguatan. Kalau yang lain berarti, bukan berarti tidak penting atau bisa dikatakan tidak wajib, hanya dalam situasi tertentu boleh diambil, boleh tidak. Intinya bahwa Sakramen Inisiasi adalah Sakramen yang wajib diterima oleh umat Katolik sebagai perwujudan bahwa kita adalah murid Kristus yang sejati.

Murid Kristus yang sejati itu adalah murid yang siap untuk bersaksi, maka dengan menerima Sakramen Krisma, anda siap untuk dijadikan saksi, pewarta kebenaran dan pewarta keselamatan. Maka  orang yang menerima Sakramen Krisma atau Penguatan, diharapkan orang yang sudah memiliki dasar yang kuat, dewasa dalam iman dan siap untuk menjadi pewarta. Orang yang menjadi pewarta  menjadikan Yesus, menjadi iman Katolik  yang militan, jadi apapun kondisi, situasinya,  tantangan, tetap mengatakan saya adalah murid Yesus.  Selamat berproses untuk nanti dimulai dari titik awal ini sampai dengan beberapa pertemuan, ikuti dan nikmatilah semuanya. Bukan untuk kehadiran anda, kepintaran bukan untuk saya, tapi untuk anda.

Jadi penting bagi kita, bagi anda, Sakramen Inisiasi, pemenuhan Sakramen Inisiasi adalah Sakramen Krisma ini menguatkan anda dalam pergulatan hidup, karena tantangan di luar, di sekolah dan keluarga nantinya juga besar, maka dibutuhkan fondasi yang kuat, salah satunya adalah iman akan Kristus. Kepada para Suster, Bapak, Ibu, saudara-saudari yang mendampingi, terima kasih atas waktu, dedikasi, kesetiaan dan kesabaran anda dalam mendampingi anak-anak dan sahabat-sahabat kita. 

Pada kesempatan ini Andreas Daris Awalistyo mewakili Dewan Pastoral Paroki Santo Yoseph Palembang menyatakan persiapan penerimaan Sakramen 2025 ini jumlahnya juga banyak lebih dari 100. Dalam tata tertib silahkan untuk diperhatikan jangan sampai nanti salah satu dari tata tertib tadi dilanggar, sehingga tidak bisa menerima Sakramen Krisma, maka dari awal sudah ditegaskan, ditekankan oleh Pak Ignas sebagai Pendamping Utama terutama dalam hal absensi, kemudian juga kegiatan-kegiatan lainnya. Penerimaan Sakramen Krisma yang merupakan Sakramen Inisiasi  sebagai pendewasaan iman kita, bukan dewasa dalam segi umur tapi ini adalah pembinaan iman kita dalam Gereja Katolik.

Di Paroki Santo Yoseph juga banyak kegiatan-kegiatan tahun ini adalah tahun KBG (Komunitas Basis Gerejawi), maka semuanya  calon penerima Sakramen Krisma selain nanti setiap hari Minggu mengikuti pelajaran  juga diharapkan  dalam kegiatan Lingkungan Komunitas Basis juga aktif ataupun juga di kelompok kategorial : Misdinar, Legio Maria, Kelompok Kerahiman Ilahi dan lain-lain, sehingga iman keKatolikan kita semakin diteguhkan dan dewasa. Selamat mengikuti proses ini  selama 3 dan untuk pertemuan-pertemuan pembelajaran hanya 12 kali maka gunakanlah dan manfaatkan sebaik mungkin.

Leave a Reply


1 + 9 =