Iman Merupakan Pegangan Dalam Melawan Ketidakbaikan

July 15, 2025
Iman Merupakan Pegangan Dalam Melawan Ketidakbaikan

Puluhan anggota Komunitas Prodiakon Paroki Santo  Yoseph Palembang mengikuti Perayaan Ekaristi bersama dua orang anak yang akan menerima Komuni Pertama di Kapel Santo Faustina, Senin 14 Juli 2025 yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.

Dalam homilinya Romo Gono mengatakan selama ini kita mendengar bahwa ajaran Yesus itu ajaran cinta kasih,  pengampunan dan sebagainya, tetapi mari kita mendalami apa yang ingin disampaikan Yesus. Tentu kita tidak menterjemahkan ajaran Yesus itu dengan secara harafiah, bahwa ajaran Yesus itu membawa pedangku bahwa kalau kita secara manusia kita membayangkan membawa pedang itu berarti perang.  Namun dalam konteks ini tetaplah ajaran Yesus adalah ajaran cinta, pertama-tama tentu kita harus mengkaitkan bacaan-bacaan yang sebelumnya, para murid diutus oleh Yesus untuk pergi tidak boleh membawa apa-apa, tidak boleh membawa bekal, tidak boleh membawa baju dan benda lain-lain, tidak boleh membawa tongkat dan sebagainya. Ini mengatakan bahwa perutusan sebagai murid-murid Yesus itu tidak boleh terikat pada hal dunia, pelayanan kita tidak boleh terikat pada kekuatan dunia.

Tetapi kita sadari dan harus kita juga percaya bahwa segala perutusan kita di dunia ini adalah karena Allah menyertai kita, campur tangan Allah yang menyertai kita, situasi-situasi yang digambarkan dan disampaikan oleh Yesus pada hari ini juga ingin mengatakan yang sama bahwa mengikuti dan sebagai murid Yesus itu banyak tantangan, itulah konsekuensinya. Bukan suasana yang selalu bahagia, menjadi pengikut Yesus juga harus siap menderita dan itulah bagian dari iman kita juga berhadapan dengan situasi dimana kita  sebagai pengikut Yesus, dalam hal ini konteksnya adalah Komunitas Prodiakon sebagai pelayan.

Komunitas Prodiakon sebagai pelayan juga ada tantangan padahal niat kita itu baik untuk mempersembahkan hidup kita kepada Tuhan melalui pelayanan kita. Tetapi tetap saja mendapatkan  penilaian yang kurang baik, tidak semua orang bisa menerima. Tidak semua niat baik kita itu selalu diterima dengan baik, selalu orang itu melihat atau mengukur dirinya. Orang yang terbiasa mengukur dirinya itu lemah, maka dia akan terbiasa juga mengukur orang lain dengan kelemahan. Dia ingin mengatakan bahwa dirinya juga lemah, beda dengan orang yang fair, bahwa dalam dirinya itu ada sesuatu yang baik, dalam dirinya juga ada sesuatu yang kurang baik, tetapi dia melihat orang baik itu, melihat orang itu ada selalu sisi baik, tidak kekurangannya, tetapi yang dilihat adalah kebaikan-kebaikannya, namun ini adalah realita kehidupan manusia. 

Apa artinya Yesus datang membawa pedang? Yesus ingin mengatakan kepada kita, kita berani untuk melawan yang namanya generasi, kita harus berani untuk melawan yang namanya ketidakadilan, kita harus berani untuk melawan yang namanya ketidakjujuran dalam kehidupan di dunia ini. Pedang yang dimaksud oleh Yesus adalah iman, iman anda itu harus diajak, harus kita jadikan sebagai pedang atau sebagai pegangan hidup kita untuk melawan yang namanya ketidakbaikan.  Situasi zaman sekarang, situasi zaman ini, kita harus berhadapan dengan banyak musuh, entah itu kemalasan, entah itu ketidakjujuran, entah itu korupsi, entah itu pemerasan dan sebagainya, itulah dunia yang sedang kita hadapi, namun Anda punya iman.

Maka lawanlah ketidakadilan itu dengan iman yang kita miliki, yaitu : iman akan Kristus, walaupun tidak mudah, kita seringkali juga ketika kita menyuarakan yang namanya kebenaran, kita harus berhadapan dengan orang-orang dekat.  Di beberapa lingkungan, ada yang memberikan sebuah apresiasi,  terima kasih Paroki Santo Yoseph sudah banyak Prodiakon yang bisa membantu dan mengunjungi kami. Kami sudah bertahun-tahun tidak komuni, tapi ada Prodiakon yang datang ke rumah, mengantarkan komuni seminggu sekali, itu sudah sangat membahagiakan. 

Beberapa komentar-komentar dari lansia yang selama ini tidak mendapatkan perhatian, ketika ada-ada mereka memperoleh perhatian. Mungkin selama hidupnya, ketika muda, dia hanya menghabiskan masa mudanya, maka di usia-usia 70 dan 80 tahun, sudah mulai minta didoakan karenaa merasa berdosa tidak ke Gereja, yang selama ini sibuk dengan pekerjaan. Komuni yang kita terima memiliki kekuatan yang luar biasa dan inilah yang sangat diridukan oleh saudara-saudara kita. Mari kita syukuri rahmat Allah yang boleh kita terima dan kita mohon agar kita semakin hari juga di kuatkan.

Pada kesempatan Perayaan Ekaristi ini ada dua anak yang menerima Komuni Pertama, ini merupakan momen penting dalam kehidupan sebagai seorang Katolik. Dengan didampingi oleh orang tua, mereka menerima komuni dua rupa, yaitu : hosti (roti dan anggur yang telah dikonsekrasi) dari Romo Gono yang melambangkan kehadiran nyata Kristus dalam roti dan  anggur sebagai penerimaan Tubuh dan Darah Kristus secara spiritual.

Leave a Reply


8 + 5 =