Ribuan umat Keuskupan Agung Palembang menghadiri acara Seminar “ Saat Kuasa Gelap Menyamar Jadi Cahaya “ , Kamis 24 Juli 2025 pukul 18.00 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang. Kegiatan diawali dengan Doa Angelus dan Doa Koronka yang dipimpin oleh Komunitas Kerahiman Ilahi Lintas Paroki. Sebagai narasumber, yaitu : Devi Delia, M. Psi (Psikolog Charitas Hospital Palembang dan Penulis Buku : Serba-Serbi Pengasuhan Anak), Tien Soedadi (Pendoa dan Devosan Palembang) dan Romo Pedro Iglesias Curto, SCJ (Pakar Spiritualitas dari SCJ Provinsi Spanyol). Acara ini diselanggarakan oleh : Komunitas Kerahiman Ilahi Santo Yoseph Palembang dan Cana Community serta didukung oleh Persekutuan Doa, Waberkat, OMK dan Misdinar Santo Yoseph Palembang.
Dalam sambutannya RD. Hyginus Gono Pratowo, Pastor paroki Santo Yoseph Palembang mengatakan malam ini kita diajak untuk sungguh merefleksikan iman kita, hidup kita sembari kita menimba kekuatan rohani dari Yesus sendiri, tanpa anda kegiatan ini tidak akan terjadi. Terima kasih kepada Pater Pedro, Ibu Tien Soedadi, Ibu Devi dan yang tak kalah luar biasa Romo Koko, semua terjadi karena pribadi-pribadi yang luar biasa ini, yang boleh membagikan diri, membagikan iman di tempat kita. Tak kalah hebatnya lagi adalah Panitia dari Ketua sampai dengan anggotanya, apa yang sudah mereka rancang, waktunya sebetulnya hanya singkat tidak ada sebulan persiapan, tetapi karena ada keyakinan bahwa dalam Allah pasti bisa, maka inilah yang mendasari seluruh Panitia, mengandalkan Allah, mengandalkan Tuhan dalam kehidupan kita. Maka terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk seluruh Panitia yang sungguh mempersiapkan seminar ini dengan sungguh baik hati.
Terima kasih kepada Bapak, Ibu, Saudara, Saudari, para Suster yang berkenan untuk hadir bersama dengan kita di tempat ini. Tentu kita punya misi yang sama, bagaimana iman kita itu semakin hari semakin berkembang. Itulah yang menjadi harapan kita di tahun Yubelium ini, maka terima kasih atas antusias yang luar biasa yang sudah Anda tunjukkan kepada kita sekalian. Terima kasih atas segala sesuatu yang kita buat hanya untuk kemuliaan Tuhan, maka selamat berproses untuk kita sekalian dan mari kita mengikuti seminar iman, pengajaran iman ini “ Saat Kuasa Gelap Menyamar Jadi Cahaya “ semoga sungguh-sungguh dapat kita kembangkan dan kita hayati dalam hidup kita sehari-hari.
Lewat pengantarnya Romo Albertus Joni, SCJ (Romo Koko) menyampaikan bahwa praktek kuasa gelap sering terjadi di kalangan umat, misalnya : pergi ke dukun, ke gunung untuk mencari jimat agar sukses dengan cepat, yang lebih parah lagi kalau punya ilmu berubah jadi babi ngepet. Ada begitu banyak kuasa gelap tapi masalahnya ada banyak sekarang di abad ini kuasa gelapnya itu tidak tampil dengan mengerikan, meminta tumbal dan lain-lain seperti ini terselubung, misterius dan kita bisa merasakan sesuatu yang menggunakan kuasa gelap, kuasa negatif dan efeknya pasti jahat.
Kalau anda percaya pada kuasa Tuhan dan malaikat-malaikat, anda juga harus percaya akan eksistensi iblis, masalahnya di tahun 2025 ini, orang sudah menjadi sangat canggih, karena iblis sekarang ini sudah tampil terang-terangan, tidak lagi dalam kamar yang gelap dan tidak lagi dalam malam yang gelap. Dia muncul di dalam budaya-budaya populer sebagai meditasi-meditasi new age, tapi tidak semua meditasi buruk, hanya yang alirannya new age itu bisa membahayakan iman. New age adalah aliran yang mencampur adukan agama-agama timur dengan tradisi barat dicampurkan seolah-olah ini untuk kesehatan tetapi ternyata membawa mantra-mantra yang bisa membuka portal roh-roh jahat.
Romo Koko tidak hendak menjelekkan agama lain, praktik meditasi agama lain, tetapi kadang-kadang aliran new age ini comot sana, comot sini lalu menggunakan rapalan-rapalan mantra selama meditasi untuk memanggil dewa-dewa kesembuhan. Nanti kalau dia sudah sakit, dia merasa bahwa dirinya yang bisa menyembuhkan dengan meditasi-meditasinya padahal bukan itu ajaran Kristiani, karena yang menyembuhkan selalu Tuhan.
Tahun 2003 Vatikan mengeluarkan dokumen Yesus Kristus Pembawa Air Hidup, refleksi Kristiani tentang new age, dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Vatikan untuk menanggapi fenomena ini. Nah malam hari ini kita akan bicara bagaimana membedakan kebohongan-kebohongan yang ditawarkan sebagai kebaikan padahal ada kuasa gelapnya di dalam praktik-praktik meditasi new age. Tidak semua meditasi jahat, meditasi Kristiani tidak jahat, sementara meditasi-meditasi new age, comot sana comot sini, diberi rapalan aneh-aneh untuk membuka mata ketiga, bisa melihat dunia roh dan lain-lain maka hati-hati dengan itu.
Menurut kesaksian para korban Mgr. Stephen Rossetti Exorcist di St. Michael Center USA, mencatat lonjakan pasien yang mengalami kerasukan roh jahat setelah awakening, jadi dia mengolah mata ketiganya untuk bisa melihat dunia roh supaya bisa jadi orang indigo, tapi malah kesurupan oleh roh jahat. Nah ini juga salah satu bentuk meditasi yang keliru, bukan untuk meminta rahmat roh kudus malah cari mata ketiga. Manusia punya mata yaitu : mata batin, lalu banyak sekali meditasi-meditasi di luar sana yang mengusahakan supaya mata ketiganya terbuka, bisa melihat masa depan, bisa melihat masa lalu, nanti bisa melihat bahwa jiwanya berinkarnasi, itu semua adalah tipuan si jahat. Sejak zaman Taman Eden Iblis itu selalu menipu manusia, godaannya apa waktu manusia jatuh dalam dosa. Maka orang-orang yang berdasarkan pengetahuan-pengetahuan mistik, mengolah mata ketiganya, itu bisa tergoda, terhubungnya bukan pada Allah tapi pada si ular tua atau si iblis.
Devi Delia, M. Psi sebagai Psikolog Anak Charitas Hospital Palembang dan penulis buku Serba-Serbi Pengasuhan Anak, memberikan materi bagaimana supaya kita tidak terjatuh pada kuasa gelap. Kita semua pasti pernah dalam hidup kita mengalami yang namanya kesulitan, pernah ada masa yang namanya jatuh dan itu adalah sesuatu yang sangat normal dan wajar sekali. Ada yang mungkin pernah bertanya kok Tuhan segitu kejamnya kasih cobaan ini kepada saya. Kenapa saya yang dapat penyakit ini? Kenapa saya yang dapat kesulitan ini? Kenapa bukan dia? Saya sudah tahan kepada Tuhan tapi kenapa tetap saya yang dapat? Kenapa saya dipersulit mendapatkan anak dengan kondisi yang berbeda dari teman-temannya? Itulah kenapa kita perlu yang namanya resilience atau proses untuk bisa beradaptasi dan bangkit kembali dari kesulitan.
Jadi bagaimana kita, anak-anak, anak muda dan kita semua pada saat diberikan kesulitan, diberikan cobaan yang membuat kita semakin jatuh, kita bukan ikut tenggelam, tapi berusaha untuk melawan. Jadi kenapa banyak orang terjebak dalam eksosisme, tarot, dunia dukun dan lain-lain karena resilience-nya yang kurang. Resilience ( kemampuan pulih dari kesulitan atau beradaptasi dengan baik) itu bukan sesuatu yang mudah, tidak pernah ada kata mudah dalam usaha menghadapi kesulitan maupun cobaan. Tapi bagaimana kita berusaha dan kita bisa melewatinya, itu yang paling penting. Kita sebenarnya dikasih kuasa untuk bisa melawan itu semua, Tuhan memberikan kita kekuatan, Tuhan memberikan kita akal budi, makanya kita harus bisa membangkitkan yang namanya self resilience, bukannya berpaling dan mencari cara dengan kuasa gelap tadi.
Kadang-kadang pada saat kita memikirkan segala situasi dengan cara yang negatif semuanya, jadi serba salah. Entah jadi menyalahkan kondisi, termasuk juga menyalahkan Tuhan, menyalahkan orang sekitar, menyalahkan semuanya. Tapi kita mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda, karena dengan kita melihat dari sudut pandang yang berbeda, kita juga akan menanggapinya itu juga secara berbeda. Saya mengingatkan para ibu dan bapak, biasanya yang membuat resiliensi itu sangat kurang dari anak-anak kita, karena mereka merasa sendiri dan tidak disupport, mereka tidak ada yang mendukung.
Support merupakan yang paling penting untuk membantu mereka bangkit. Yang dibutuhkan para anak-anak khususnya remaja dan khususnya mereka yang muda-muda dan sudah mulai bisa melakukan segala sesuatu sendiri itu, mereka butuh support. Bagi Ibu dan Bapak yang sekarang sedang mengalami masalah ayo bangkit dari keterpurukan, cari support karena ini koneksi yang paling kuat. Support yang tinggi itu biasanya akan membantu resiliensi dari seseorang, jika Ibu dan Bapak sedang dalam kondisi terturuk, ingatlah masih ada keluarga, masih ada teman dan masih ada siapapun, walaupun tidak ada, saya yakin Gereja ini pasti selalu menerima, anda tidak pernah sendirian pasti ada support dari sekitarnya, coba cari hal sekecil apapun untuk bangkit.
Saya yakin Ibu dan Bapak juga pernah melewati yang namanya masa-masa kesulitan. dah lewat, betul atau tidak? Beberapa tahun sebelumnya sudah pernah melewati masa sulit itu dan sekarang sudah berhasil melewatinya. Walaupun sekarang akhirnya mungkin sulit lagi dengan kesulitan yang berbeda, kesulitan ini sudah pasti akan lewat. Mungkin sekarang tidak tapi masih proses dan itu akan lewat pada waktunya, maka cari penyelesaian dari masalah yang kita hadapi, bukan hanya berdiam diri saja. Mungkin saya bisa berubah dari apa yang saya alami ini dan menolak untuk kalah dari itu. Jadi kalau ada kata-kata yang bisa menguatkan Ibu, Bapak, maka Alkitab banyak sekali penguatan yang bisa membantu kita.
Anda yang tergoda untuk bersekutu dengan kekuatan gelap, biasanya mentalnya tidak kuat dan bebannya terlalu berat, maka anda harus bisa kuat dulu mentalnya serta jangan mudah tergoda. Terkait soal pendidikan anak-anak, kalau Anda apa-apa dilarang kepada anak maka akan stress. Anda harus bisa mengkomunikasikan larangan karena itu pasti punya tujuan dan maksudnya, kadang-kadang komunikasi antar generasinya tidak nyambung, makanya harus cari support ketika Anda sedang pusing menghadapi anak, jangan dihadapi sendirian memang buatnya berdua, tapi ayo kita kerjasama dengan yang lain dalam mendidik dan mendewasakan anak-anak kita.
Romo Pedro Iglesias Curto, SCJ menyampaikan materi bagaimana membedakan kuasa terang dan kuasa gelap. Biasanya kuasa gelap itu tidak punya nama, non personal, tidak pribadi, sesuatu yang abstrak, namanya bisa energi, kekuatan, power atau kuasa. Jika ada sesuatu hal yang mencoba menarik kebersamaan dengan yang lain maka anda harus bertanya darimana datangnya karena kadang-kadang kebenaran dibungkus dengan ajaran-ajaran yang bohong.
Tien Soedadi sebagai pendoa dan devosan dalam paparannya mengatakan kalau sudah terlanjur pernah bekerja sama dengan kuasa gelap, apa yang harus dilakukan. Tuhan Yesus adalah penyembuh yang terluka. Kuasa darah dan air yang mengalir dari lambungnya yang tertikam, menyucikan, mengkuduskan, menyembuhkan, membebaskan dan memulihkan. Ini kuasa Tuhan Yesus. Tidak ada kuasa lain yang boleh ada di dunia.
Saya harus menyampaikan sejarah singkat pada waktu saya kuliah bersama Pak Dadi, tahun 1966, saya sebenarnya seorang muslim. Tetapi waktu saya berkenalan makin akrab, karena Pak Dadi itu orang jujur, sederhana dan setia. Kami berdoa, saya sholat tahajud selama empat puluh hari dan Pak Dadi berdoa, Misa Kudus di Gereja empat puluh hari. Apa yang terjadi? Saya mengatakan, aku mau belajar agama Katolik. Waktu itu bapak saya muslim, keluarga kami muslim semua dan bapak saya tidak keberatan untuk kamu menjadi seorang Kristen, tapi hanya syaratnya ada dua : benar dan baik, benar berarti sesuai dengan ajaran agamanya, baik sikap dan perbuatan nanti.
Setelah pernikahan 6 bulan, Bapak saya wafat dan Ibu saya waktu wafat, masih dalam kondisi tidak sadar, Pak Dadi ngomong, gimana kalau Ibu dipermandikan juga secara darurat dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Jadi meskipun muslim dan dipermandikan darurat saya bisa berdiri di sini dalam nama Yesus. Saya ingin mengajak Anda untuk menjadi murid-murid Tuhan Yesus, menjadi pengikut Kristus, mewartakan kasihnya. Semua orang-orang Katolik yang telah dibaptis, inilah kegembiraan karena mari datang kepadaku yang letih lesu dan berbeban berat, aku akan memberikan kepadamu ketenangan.
Pernahkah anda melihat Tuhan Yesus ? Tuhan Yesus sekarang ada dalam diri anda kalau anda benar-benar percaya. Kalau menerima khusus saat Romo mengatakan “ Ambillah dan makanlah, inilah Tubuhku yang Kuserahkan bagimu, ambillah dan minumlah, inilah piala darahKu, darah perjanjian baru dan kekal yang ditumpahkan bagimu dan bagi semua orang demi pengampunan dosa. Lakukanlah ini sebagai kenangan akan Daku. Kalau anda tidak pernah melihat itu berarti pada saat Sakramen itu diucapkan anda tak pernah melihat, itulah kelemahan seorang Katolik. Saat Romo mengatakan “ Lihatlah ini tubuh dan darahku, anda harusnya melihat itulah Tuhan Yesus.
Orang Katolik bertekun dalam doa, yaitu : doa angelus, doa korornka dan doa rosari. Jadi kalau anda tidak bertekun dalam doa, tidak bertekun membaca kitab suci dan paham, tidak tekun dalam mengikuti Ekaristi, maaf bisa diragukan benar. Sebagai pendoa, saya mengalami banyak persoalan, saya tidak takut dan terus menerus bersama Tuhan. Orang yang bekerja sama dengan kuasa kegelapan, sepanjang pengalaman kami terutama yang berurusan dengan jimat-jimat biasanya akan diubah oleh iblis menjadi anak hewan, martabat kita tadinya sebagai anak-anak Allah tapi begitu bersekutu dengan si jahat, manifestasinya seperti : hewan ular, harimau dan monyet. Juga anda yang pernah ke orang pintar, pernah ke dukun, mencari pesugihan dan lain-lain kalau itu tidak pernah didoakan dan dilepaskan siap-siap anda nanti seperti seperti hewan. Sebelum didoakan itu ada sharing supaya tahu persis apakah dia ada luka batin atau karena kuasa kegelapan. Sesudah dilepaskan maka harus mengaku dosa, harus misa kudus, tidak boleh berhenti berdoa, baca kitab suci dengan benar dan paham.
Rangkaian acara Seminar diakhiri dengan pembaharuan janji baptis kemudian umat diperciki dengan air suci oleh beberapa imam yang berkeliling di dalam dan luar Gereja dan sebelum pulang juga menerima berkat perutusan. Setelah itu umat diberi kesempatan untuk didoakan secara pribadi oleh para imam dan pendoa.











