Wanita Katolik RI Menjadi Pribadi Tangguh Dalam Iman, Harapan Dan Kasih

August 3, 2025
Wanita Katolik RI Menjadi Pribadi Tangguh Dalam Iman, Harapan Dan Kasih

Beberapa waktu lalu Organisasi Masyarakat Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santo Yoseph Palembang sudah memilih Ketua dan Wakil Ketua periode 2025-2028, setelah itu mereka memilih Kepengurusan lengkap agar bisa melaksanakan tugas dengan baik. Untuk meneguhkan semangat pelayanan sebagai panggilan dan bukan sekedar tanggung jawab maka Kepengurusan Wanita Katolik RI Cabang Santo Yoseph mengadakan kegiatan rekoleksi pembekalan sebelum dilantik , Sabtu 2 Agustus 2025 mulai pukul 08.00 Wib di Aula Pastoran. Tema rekoleksi pembekalan, yaitu : Bersama Kristus, Setia Dalam Iman, Satu Dalam Karya, bersama narasumber : RD. Dionisus Anton Liberto.

Dalam pembukaan rekoleksi, Ketua Wanita Katolik RI Cabang Santo Yoseph Palembang, Lm. Sukadaryati mengatakan, marilah kita belajar bersama-sama dengan para senior kita. Saya yakin dan percaya kita ada di sini untuk melayani, bukan untuk mencari ambisi pribadi. Semoga dengan pembekalan singkat ini akan memperluas wawasan kita dan menambah erat persaudaraan antara sesama pengurus dan anggota. Semoga kehadiran kita melalui organisasi ini akan memberikan warna tersendiri di dalam pelayanan terhadap gereja dan di tengah-tengah masyarakat. Selamat berdinamika untuk kita semua “ Bersama Kristus, setia dalam iman, satu dalam karya.”

Kemudian RD. Hyginus Gono Pratowo sebagai Penasehat Rohani Wanita Katolik RI Cabang Palembang menyampaikan, anda sekalian para Ibu yang hebat dan luar biasa yang boleh menanggapi panggilan Tuhan dalam karya. Wanita Katolik Republik Indonesia ini harus aktif dalam kehidupan Gereja dan juga harus berperan aktif dalam kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Maka semuanya 100% Katolik, 100% Indonesia, sekurang-kurangnya menjadi semangat bagi kita untuk terus menjadi pribadi yang setiap hari tangguh, baik dalam iman, dalam harapan dan kasih.  Nah, semua terjadi, semua terjadi tentu tumbuh dari semangat masing-masing Ibu, maka kalau semangat itu muncul dari diri kita, maka akan bertahan. 

Maka penting ada kesadaran diri yang menyadarkan kita betapa pentingnya kita terima, pentingnya keterlibatan kita dalam kehidupan. Wanita Katolik Republik Indonesia adalah salah satu ormas. Kita semua dipanggil untuk menerima, dalam kehidupan Gereja dan kehidupan negara.  Pendiri Wanita Katolik Republik Indonesia, itu adalah adik kandung dari Kiajar Dewantara, yaitu : Maria Sulastri Sujadi Sosroningrat, merupakan sosok yang luar biasa, seorang ibu pejuang. Karena dia, berkecimpung juga untuk memperjuangkan harkat martabat wanita waktu itu,  bahwa anak bangsa juga adalah orang yang berkarakter baik dan luar biasa, kita ini manusia yang punya, martabat yang sama  seperti laki-laki. Maka muncul partisipasi aktif, wanita juga ambil bagian dalam kehidupan mengereja.

Mari kita menimba hal-hal yang baru, hal yang baik dari Romo Berto dalam memberikan yang penyegaran untuk kita. Apapun yang kita buat sekecil apapun yang kita buat, kalau dengan hati yang besar, hati yang tulus, maka akan menjadi yang luar biasa. Kata-kata Mother Teresa ini yang juga memberikan semangat bagi kita. Sekecil apapun yang kita buat, tetapi dengan cinta yang besar akan menjadi hal yang luar biasa. Maka mari kita timba semangat ini dan kita teruskan semangat ini dalam setiap dinamika kehidupan kita.

Narasumber dalam kegiatan rekoleksi bagi Pengurus Wanita Katolik RI periode 2025-2028 yaitu : RD. Dionisius Anton Liberto yang menyatakan bahwa iman membutuhkan komitmen, percaya kepada Kristus bukan soal perasaan, setia dalam iman karena iman itu tindakan bukan wacana. Kita diajak untuk menjadi sabar dan bertahan dalam ujian hidup yang  menguji iman dan kesetiaan, tetapi kita diajak untuk tetap bertekun dan setia. Kalau Yesus tinggal di dalam hati kita maka kita menjadi versi terbaik diri kita, sebagai seorang Ibu, sebagai seorang Wanita Katolik RI, akan menjadi lebih sabar, lebih peduli. Maka kita harus menghayati bahwa Kristus akan selalu ada menyertai kita sampai akhir zaman tidak hanya di Gereja, pasti bersama Kristus itu sama dengan bersama dalam kasih.  Kita siajak untuk sadar bahwa kita melakukannya untuk Tuhan, bukan untuk diri sendiri, untuk melayani dan untuk dilayani.  Ibu-Ibu Wanita Katolik RI tidak perlu takut, tidak perlu khawatir, apakah bisa menjadi saksi Kristus melalui pelayanan di Komunitas ini karena karena kasih karunia Kristus itu mencukupkan kita.

Seusai rekoleksi pembekalan acara dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo, pukul 09.45 Wib. Dalam homilinya Romo Liberto mengajak untuk kembali merenungkan sabda Tuhan sebagai pribadi-pribadi yang dipanggil untuk terlibat menjadi saksi Kristus.  Menjadi pribadi yang bertindak sesuai dengan hati nurani yang kita yakini, hati nurani yang benar itu berasal dari Allah. Ketika kita melakukan sesuatu yang salah, yang tidak benar maka kalau hati nuraninya masih berfungsi, masih baik maka yang muncul adalah rasa bersalah dan itu adalah suara Allah yang mengingatkan kita. Semoga kita setia dalam iman dan kita satu dalam karya, terutama dalam kepengurusan Wanita Katolik Republik Indonesia Cabang Santo Yoseph Palembang.

Mari kita bersama mengarahkan diri untuk mengikuti hati nurani yang benar dan itu berasal dari Allah, suara Tuhan yang mengingatkan.  Jika ada hati nurani yang menegur, itu bagus, hati nuraninya masih baik, semoga menjadi sebuah teguran, kesadaran bahwa itu tidak benar atau hal-hal lain yang terjadi dalam dinamika kebersamaan Wanita Katolik Republik Indonesia di Paroki kita ini. Semoga perjalanan nanti ke pengurusan ini dengan segala dinamika yang akan terjadi, juga program-program yang akan dilaksanakan memang sesuai dengan kehendak Allah dan kalau tidak dilakukan dengan baik dan benar, semoga juga muncul teguran-teguran. Entah itu dari suara hati kita atau dari pembimbing rohani yang mengingatkan atau dari siapa saja. 

Upacara pelantikan Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santo Yoseph Palembang periode 2025-2028 diawali dengan pembacaan SK oleh Wakil Ketua, Coleta Sumartini. Dilanjutkan dengan pelantikan oleh Lm. Sukadaryati selaku Ketua, para Pengurus yang akan dilantik mengucapkan janjinya dihadapan anggota yang hadir. Setelah itu Romo Gono memberkati Pengurus Wanita Katolik RI Cabang Santo Ysoeph Palembang dan memerciki dengan air suci.

Sementara itu Romo Gono berpesan sebagai pribadi kita menyadari bahwa Tuhan memanggil kita dan memberikan kesempatan kepada kita dan senantiasa memakai kita menjadi alatnya. Kita diundang untuk melibatkan diri, semakin berpartisipasi dalam karya Allah melalui hal-hal yang boleh kita alami sebagai Wanita Katolik Republik Indonesia.

Susunan Pengurus Wanita Katolik Republik Indonesia DPC Santo Yoseph Palembang periode 2025-2028 :

Ketua : Lm. Sukadaryati, Wakil Ketua : Coleta Sumartini, Sekretaris : Yosephine Maria Novianti & Pestaria Saragih, Bendahara : Oktoviani Ratna Dewi & V. Yuli Mulasih

Seksi-Seksi :

Bidang Organisasi : Redempta Sumaryati, MG. Citra Herawati Z dan Lucia Maria Santoso

Bidang Pendidikan : CH. Sarjini, MA. Dwi Poncowati dan Bernardine Suhardanti

Bidang Humas : Yuliana Chen, Nurleni Aling dan Stefani

Bidang Usaha dan Dana : V. Etty Suciati, Th. Than Oie Kiaw, Ursula Budiyanti dan Louisa M. Soetina

Bidang Kesejahteraan :

Sub Bidang Liturgi : Lince Junaidi, Lisnawati Hendra, Monica Didi dan Yuni Purwanti

Sub Bidang Kesehatan : Y. Widyastuti, Christina Endang Sriwulan. AE Triwidiyanti dan Marieta Atik

Sub Bidang Keluarga : Cicilia Fiani, Megawati dan Sulastri

Leave a Reply


8 + 8 =