Ormas Katolik Bersinergi, Bersinode Dan Berjalan Bersama Dalam Seminar AI

August 3, 2025
Ormas Katolik Bersinergi, Bersinode Dan Berjalan Bersama Dalam Seminar AI

Untuk menambah pengetahuan mengenai Artificial Intelligence (AI) dan dampaknya bagi kehidupan saat ini, Dewan Pastoral Paroki (DPP) Santo Yoseph Palembang bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA)  mengadakan Seminar Artificial Intelligence (AI) dengan tema : Menemukan Makna dan Manfaat AI di Kehidupan Sehari-hari dan Menggereja, Sabtu 2 Agustus 2025 mulai pukul 13.00 Wib di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang. Dengan narasumber : Latius Hermawan (Dosen Informatika UKMC), Yoseph Handoko (Praktisi IT, Ketua DPD ISKA) dan Stefanus Setyo Wibagso (Dosen SI UKMC). Seminar diikuti oleh kurang lebih seratus peserta terdiri dari : anak muda, mahasiswa, Seminaris Santo Paulus Palembang, frater, imam, remaka, orang tua dan Ibu-Ibu Wanita Katolik.

RD. Hyginus Gono Pratowo, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang,  mengawali Seminar AI mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah kita ingin belajar bersama, yang ingin kita timba adalah pengetahuan mengenai komunikasi, alat komunikasi dan kita akan mendalami bersama dengan para pakarnya, ada Pak Latius Hermawan, Pak Yoseph Handoko dan Pak Stefanus Setio Wibagso. Mari kita gunakan kesempatan ini dengan baik, mari kita gunakan sarana yang ada ini  untuk mewartakan kabar gembira. Mari kita gunakan media sosial yang kita miliki sebagai sarana untuk kita membagikan hal yang baik, meneguhkan dan juga mempersatukan,  menambah kedewasaan, kebijaksanaan kita dalam menggunakan alat media sosial yang ada ini.

Penting bagi kita pada zaman ini untuk menjadi pribadi yang bijaksana karena dimana-mana kita gampang mengakses salah satunya di aplikasi AI, kita gampang mencari informasi, kita gampang untuk mengetahui banyak hal, tetapi di sisi lain, banyak oknum-oknum tertentu yang menyalahgunakan. Maka  kita diajak untuk hati-hati, waspada dan sekurang-kurangnya pengetahuan yang kita dapatkan, ini menjadikan kita semakin bijak dalam menyaring segala informasi-informasi yang ada, termasuk ketika nanti anda sudah mencoba untuk mengisinya. Bagikanlah sesuatu yang baik, membangun,  menambah wawasan dan berguna, mari kita gunakan kesempatan ini dengan baik.

Sementara itu Ketua DPC ISKA, Dominikus Budianto menceritakan  seminar  ini tercetus dari perjalanan kami, saya, Pak Billy dan teman-teman ke Podomoro mau bertemu Vikjen waktu itu,  kami khawatir tentang teknologi AI ini,  bermanfaatkah atau merugikan. Dalam perkembangannya, saya senang  ide Pak Billy ini melibatkan Ormas-Ormas Katolik yang ada, yaitu :  ISKA, Wanita Katolik RI, PMKRI, OMK dan Pemuda Katolik, kami mencoba untuk bersinergi, bersinode, berjalan bersama.

Semoga kita bisa saling bergandengan tangan, saling mengenal, saling mengisi apa-apa yang kurang, sehingga kalau datang hari ini, datang kosong, terisi, kalau yang sudah terisi pengetahuan berarti tinggal berbagi. Saya berharap dengan event ini kita saling membangun, saling berbagi tentunya untuk kemajuan Gereja, kemajuan umat dan  kemajuan kita bersama. Harapannya dengan event ini dan event-event yang akan datang bisa membuat kita semakin kuat, semakin peduli, semakin mengenal dan kita bisa berjalan bersama dan bersinergi

Memasuki acara Seminar, Yoseph Handoko sebagai pemateri pertama menyampaikan materi terkait pengembangan skill di era AI : Persepektif Kristiani. Ia menyoroti mengenai peluang dan tantangan AI bagi karir profesional dan kehidupan menggereja, startegi pengembangan skill yang adaptif dan memanfaatkan AI secara positif dalam kehidupan sehari-hari, pekerjaan dan pelayanan Gereja.

Kemudian Latius Hermawan, pemateri kedua mengambil topik : Praktek AI pada kehidupan sehari-hari dan kehidupan Menggereja. Menurutnya AI bisa dimanfaatkan dalam kehidupan pribadi dan rumah tangga, dunia kerja dan produktivitas. Sementara itu dalam pelayanan gereja bisa digunakan untuk membuat bahan katekese, konten digital, rohani dan administrasi kegiatan gerejawi.

Stefanus Setyo Wibagso sebagai pemateri ketiga, memberikan materi mengenai dasar-dasar dan trend terkini, yaitu : pengertian dasar AI dan cara kerjanya, perkembangan dan trend AI terkini, jenis-jenis aplikasi AI yang umum digunakan serta tantangan dan peluang AI ke depan.  

Ada narasumber yang menyampaikan tentang  etika penggunaan AI, yaitu : bisa digunakan untuk kebaikan bukan merugikan, tetap jujur dan bertanggung jawab, jaga privasi dan data pribadi, hargai orang lain, gunakan dengan bijak dan sewajarnya, ikuti aturan dan nilai yang berlaku.

Kemudian pesan dari narasumber,  “ AI bukan pembantu tapi teman digital pintar yang siap membantu kita lebih cepat dalam memahami sesuatu pada kondisi apapun. Gunakan AI untuk menjangkau lebih banyak orang, tapi tetap layani dengan kasih yang nyata. AI bisa dipakai untuk mendukung pelayanan dan pertumbuhan iman bukan menggantikannya. AI adalah bagian dari masa depan tapi kita adalah penentu arah masa depan itu, jadi belajar dan bekerjasamalah.”

Kegiatan Seminar ini juga didukung oleh UKMC, Pemuda Katolik, Wanita Katolik RI, PMKRI dan OMK Santo Yoseph Palembang.

Leave a Reply


2 + 8 =