Paskah Bersama Imam Dan Biarawan-Biarawati Dekanat Palembang

April 17, 2026
Paskah Bersama Imam Dan Biarawan-Biarawati Dekanat Palembang

Palembang – Setiap tahun Gereja Katolik merayakan hari Doa Sedunia untuk panggilan bagi para calon Imam, Biarawan-Biarawati setiap hari Minggu Paskah keempat. Dekanat Palembang secara khusus bersama para Imam, Biarawan-Biarawati, Seminaris dan umat merayakan Perayaan Paskah bersama, Selasa 14 April 2026 pukul 17.30 Wib di Gereja Santo Yoseph Palembang yang dipimpin oleh Vikjen KAPal, RD. Yohanes Kristianto.

Dalam kata pengantarnya Deken Dekanat Palembang, RD. Hyginus Gono Pratowo mengatakan,   momen ini sangat penting bagi segenap umat Allah untuk ikut merayakan dan merayakannnya, karena panggilan menjadi Imam, Biarawan-Biarawati sebagai tanda suburnya kehidupan umat beriman Kristiani. Menjadi Imam berarti hidup untuk orang lain, ia telah menyerahkan dirinya untuk melayani Tuhan dan sesama, maka  yang utama hidupnya harus bertumbuh pada kekuatan Allah, menghayati imamat, membaktikan diri melalui pelayanannya dan bertumbuh dalam cinta kasihnya. Semoga kita semakin menumbuhkan rasa syukur, merefleksikan pengalaman hidup dan pelayanan sebagai karya Allah yang sungguh amat baik dan melalui Perayaan Paskah bersama penting juga dukungan dari para umat Allah, Bapak, Ibu, Saudara-Saudari untuk senantiasa mendoakan kami para Imam, Biarawan-Biarawati dan para Seminaris calon Imama dan Biarawan.

Romo Kris mengingatkan, Perayaan Paskah bukan hanya sekedar seremonial,  yang dipersiapkan sedemikian rupa, dilaksanakan dan kemudian dilupakan.  Tapi kita ingin mengambil sesuatu yang bermakna dan bernilai. Tema dalam Perayaan Paskah bersama para imam, para religius,  biarawan-biarawati yang ada di Dekanat Palembang ini,  adalah “ Makam kosong. “  Tentu saja dibalik tema ini, kita ingin menemukan sesuatu yang berharga dan bernilai. Yang jelas, ingin kita hayati dan kita renungkan Makam kosong itu adalah sebuah peristiwa kebangkitan. Kebangkitan bukan hanya sekedar cerita masa lalu, tetapi adalah sebuah realita.  Kebangkitan adalah sebuah peristiwa sejarah, bukan narasi belaka.  Tetapi kebangkitan adalah peristiwa fakta dan peristiwa sejarah.

Makam kosong berarti adalah proses transformasi, proses perubahan, terutama yang terlihat dalam diri para murid.  Yang dialami dan dirasakan adalah kesedihan, kedukaan, rasa kehilangan, mereka larut dalam situasi ini.  Tetapi setelah makam kosong, ditambah lagi dengan penampakan-penampakan Yesus,  iman mereka mulai ditumbuhkan, mulai berubah cara pandang mereka, tidak ada lagi dukacita, tetapi berubah menjadi sukacita. Dari kehilangan harapan menjadi penuh harapan. Kita percaya bahwa dalam diri Yesus penyelamatan itu menjadi paripurna, Dia wafat, dia telah bangkit, menjadi bagian dari kesempurnaan karya keselamatan Allah  bagi kita sampai dengan sekarang ini.

Bagi kita Paskah tahun 2026  yang  kita ingin hayati adalah kesetiaan Allah yang tidak pernah pudar  kepada kita manusia, apapun situasi dan kondisi manusia, kita selalu percaya bahwa Allah itu setia.  Kekal abadi kasih setianya tidak pernah berkurang sedikitpun, keyakinan akan Allah yang setia ini menjadi sumber kekuatan dan pengharapan kita. Paskah juga berarti kesetiaan kita, sangat mungkin kesetiaan kita memudar, menjadi orang yang ragu-ragu dan menjadi orang yang kehilangan harapan.  Maka Paskah, keyakinan bahwa Allah tetap setia mengobarkan kembali kesetiaan kita.  Kesetiaan tentu saja bisa terlihat dari komitmen kita kapanpun dan dimanapun.

Kesetiaan sebagai imam punya cara tersendiri setiap imam untuk menghayatinya. Dalam tugas, dalam karya, dalam perutusan, tentu saja teruji lewat begitu banyak tantangan dan persoalan.  Saya kira para imam, biarawan-biarawati sangat mengerti tantangan dan persoalan  hidup selibat, hidup religius, hidup imamat saat ini.  Tantangan sangat besar dan komitmennya memang sangat mungkin untuk memudar, untuk menjadi kabur.  Tapi ini kesempatan dan momentum untuk menemukan kembali kesetiaan itu dalam diri kita.  Allah yang sudah setia kepada kita, menggerakkan dan mendorong kita untuk semakin setia kepadanya.  Punya komitmen yang besar untuk taat dan setia kepadanya.

Momentum Paskah bagi kita adalah penegasan kembali identitas kita.  Penegasan setelah kita memperbaharui janji baptis.  Penegasan setelah para imam memperbaharui janji imamatnya dan penegasan kepada kita semua bahwa saya adalah murid Kristus, identitas ini sekali lagi sangat mungkin menjadi kabur.  Dikaburkan oleh begitu banyak tantangan, persoalan dan godaan-godaan. Sangat mungkin kita mundur, sangat mungkin kita ragu-ragu, sangat mungkin kita tidak percaya diri.  Tapi momentum Paskah adalah momentum untuk penegasan identitas kita. Paus Leo ke XIV menunjukkan bahwa di tengah situasi dunia saat ini, Paus menunjukkan dan memberi contoh, prinsip Kristiani harus tetap dipegang kapanpun dan dalam situasi apapun, kemanusiaan tetap harus diperjuangkan dan dibela. 

Setelah mengikuti Perayaan Ekaristi para Imam, Biarawan-Biarawati, Seminaris dan umat diajak untuk ramah tamah bersama di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang. Sebelum masuk ke Gedung Aula Serbaguna para undangan akan melewati dekorasi Makam Kosong. Acara rsamah tamah berlangsung dengan semarak dan meriah dengan keterlibatan semua undangan yang hadir.

Leave a Reply


2 + 7 =