Suster FCh : Jadilah Garam Dan Terang Serta Memancarkan Cinta Kasih Ke Seluruh Dunia

July 19, 2026
Suster FCh : Jadilah Garam Dan Terang Serta Memancarkan Cinta Kasih Ke Seluruh Dunia

PALEMBANG – Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas merayakan ulang tahun 100 tahun berkarya di Indonesia, Kamis 9 Juli 2026 yang lalu. Sebagai ungkapan syukur diadakan Perayaan Ekaristi bersama umat Paroki Santo Yoseph Palembang, Minggu 19 Juli 2026 pukul 08.30 Wib yang dipimpin oleh RP. Laurentius Suwanto, SCJ.

Dalam homilinya Romo Wanto menyampaikan,  hari ini kita umat Santo Yoseph diajak bersyukur bersama para suster atas karunia yang diberikan Tuhan kepada kita semua melalui para Suster Fransiskus Charitas sudah  100 tahun kehadirannya di Bumi Sriwijaya dengan lima orang suster dari Belanda dan setelah 100 tahun, sekarang anggotanya menjadi 290 orang. Dulu lima orang menancapkan akarnya pertama di Bumi Sriwijaya dan sekarang sudah berkembang kemana-mana, di Palembang, Bengkulu, Yogyakarta dan lain-lain yang terakhir di Misissipi Amerika. Tema yang ditulis dalam Perayaan 100 tahun  adalah “ Berakar dan berbuah dengan sukacita “. Jadi berakar awalnya di Bumi Sriwijaya, kemudian buahnya banyak. Kasih itu adalah buah dari kita tinggal bersama dengan Yesus, kita berakar dengan Yesus, sehingga kita berbuah, maka pertama-tama yang kita ikuti adalah panggilan Yesus untuk tinggal bersama dengan Yesus, diam di dalam kasihnya, maka kita diajak untuk berakar, tinggal dalam Yesus, semoga kita semua juga pertama-tama  tinggal dalam kasih Yesus.

Setelah  tinggal dengan Yesus, buah dari kasih Allah yang kita diami  adalah dalam karya-karya kita. Seperti biji sesawi yang awalnya kecil, tetapi berbuah, artinya berkembang besar maka kita diajak untuk percaya kepada karya Allah pada rahmatnya. Seperti para suster yang lima orang datang dari Belanda, dengan penuh iman dan kepercayaan kepada penyelenggaran Ilahi dan pada penyertaan Allah, mereka tidak sebentar untuk mewartakan kasih Allah, mewartakan kerajaanNya.  Maka kita nikmati, kita rasakan sekarang hasil dari karya penyertaan Allah itu di dalam diri para Suster Santo Fransiskus Charitas yang 100 tahun di Indonesia ini.  Itulah karya Allah yang awalnya kecil tetapi kemudian dengan penyelenggaran Ilahi menjadi berkembang besar walaupun perlahan tetapi pasti dan tidak pernah bisa digagalkan oleh manusia.

Ketika kita tidak tahu berdoa maka Allah membantu  dengan roh kudusnya untuk berdoa, Allah yang mengasih kita dengan sabar dan memberikan kesempatan kepada kita.  Allah menunjukkan kesabarannya kepada kita manusia, diberikan kita kesempatan untuk bertobat, maka kita diundang untuk menjadi murah hati dan penyabar seperti Allah, seperti Yesus. Kita diajak untuk bersabar dan tidak terlalu cepat dan mudah untuk menjatuhkan pengadilan dan hukuman pada orang lain. Karena tidak ada manusia yang sepenuhnya jelek, tidak ada manusia yang sepenuhnya baik, masih bercampur antara gandum dan ilalang. Maka mari kita mohon rahmat Tuhan, semoga  bisa semakin memelihara ladang Tuhan, memelihara benih-benih yang ditanamkan dalam diri kita, komunitas, serta keluarga, sehingga gandumnya semakin berkembang, ilalangnya semakin kecil dan semakin mati.

Sementara itu Sekretaris Dewan Pastoral Paroki Santo Yoseph Palembang, Andreas Daris Awalistyo  dalam sambutannya mewakili Pastor Paroki mangatakan, sebagai tonggak sejarah Keuskupan Agung Palembang dan khususnya Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas 100 tahun berkarya dan kehadiran Kongregasi di Bumi Nusantara. Satu abad bukanlah waktu yang singkat, 100 tahun yang lalu benih-benih cinta kasih itu mulai ditaburkan oleh para suster pioner dari Belanda yang menapakkan kaki di Bumi Sriwijaya  dengan penuh kesederhanaan, keberanian dan iman yang teguh. Tanggal 9 Juli yang lalu sudah dirayakan sebagai puncak dan hari ini kita melihat bersama seluruh umat Paroki Santo Yoseph, benih yang kecil itu telah tumbuh menjadi pohon yang rindang, buah-buahnya telah dinikmati oleh begitu banyak orang, tanpa memandang suku, ras maupun agama.

Bagi kita semua kehadiran Suster-Suster Charitas bukan sekedar bagian dari sejarah biografis di Palembang melainkan bagian inti dari detak jantung iman dan kemanusiaan, terkhusus di Paroki Santo Yoseph Palembang melalui pelayanan kesehatan, pendidikan dan sosial. Para Suster telah menjadi wajah Allah yang penuh belas kasih “ In Omnibus Charitas “ di ruang-ruang rumah sakit, di sekolah-sekolah dan di tengah masyarakat dan di Gereja. Tangan-tangan lembut para Suster telah menyembuhkan yang sakit, menghibur yang berduka dan memberi harapan bagi yang putus asa. Melayani dengan kasih adalah visi yang paling nyata dan itulah yang telah ditunjukkan oleh Suster Fransiskus Charitas selama 100 tahun ini.

Kami bersyukur atas kerjasama yang indah selama ini terjalin Kongregasi Suster FCH dengan Paroki Santo Yoseph Palembang,  kehadiran para Suster senantiasa menjadi berkat dan teladan hidup membiara yang menyemangati iman umat di Paroki Santo Yoseph Palembang. Tantangan ke depan tentu tidak semakin mudah namun kami percaya dengan semangat Santo Fransiskus Asisi dan Bunda Pendiri serta bersandar penuh pada penyelenggaraan Ilahi Kongregasi Fransiskus Charitas akan terus melangkah maju dengan penuh harapan. Seluruh umat Paroki Santo Yoseph Palembang senantiasa mendukung para Suster dalam doa, semoga Tuhan menganugerahkan kesehatan, sukacita dan kesetiaan yang tak luntur serta memanggil lebih banyak lagi pemudi-pemudi untuk melanjutkan karya kudus masuk ke Kongregasi Fransiskus Charitas. Selamat merayakan ulang tahun satu abad teruslah Suster Santo Fransiskus Charitas ini menjadi garam dan terang, teruslah memancarkan cinta kasih sampai di seluruh penjuru dunia.

Pada kesempatan ini RP. Laurenatius Suwanto, SCJ mengucapkan profisiat para Suster Kongregasi Santo Fransiskus Charitas “ In Omnibus Charitas “ dalam segala hal kasih Tuhan, memberkati kita semua. Bersama dengan para Suster kita diundang oleh Allah untuk percaya kepada penyelenggaraannya, beriman kuat kepadanya dan juga untuk menjadi murah hati serta penyabar, seperti yang menaburkan gandum tetapi memberi kesempatan untuk tumbuh bersama dan pada akhirnya itulah yang ditemukan Yesus memberikan kesempatan untuk pertobatan tidak mudah mengadili, menghakimi apalagi menjatuhkan hukuman.

Leave a Reply


6 + 1 =