Rekoleksi “ Mertua, Menantu Dan Ipar “

July 28, 2026
Rekoleksi “ Mertua, Menantu Dan Ipar “

PALEMBANG – Untuk memperkuat relasi dan menumbuhkan kasih dalam keluarga besar, Seksi Kerasulan Keluarga, Bidang Persekutuan Paroki Santo Yoseph Palembang mengadakan rekoleksi dengan tema “ Mertua, Menantu Dan Ipar “ Dengan narasumber : Romo Andreas Nugroho, SCJ, Pasutri Freddy dan Debbie dari Jakarta, Minggu 26 Juli 2026 pukul 09.00-14.00 Wib di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang yang diikuti oleh 160 peserta.

Dalam sambutannya mewakili Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang sekaligus membuka kegiatan secara resmi, RD. Chanel Doroteus Odjan Soge, mengucapkan selamat berdinamika, selamat berproses pada hari ini bersama dengan narasumber yang sudah Tuhan siapkan bagi anda sekalian. Semoga dengan kegiatan rekoleksi kita pada hari ini, mertua tahu di mana tempatnya, ipar tahu di mana tempatnya, dan menantu tahu di mana tempatnya. Semoga kita menjadi satu keluarga besar yang hidup dan sungguh-sungguh memaknai perkahwinan dalam tataran kita masing-masing.

Saya dan Romo Gono tidak menikah, tapi kami dipanggil untuk berbicara tentang pernikahan, kami bisa berteori, tetapi Romo yakin baik bahwa dari sejak konsensus pernikahan, dari janji pernikahan, perjalanan hidup selanjutnya, Bapak-Ibu yang menjalani. Jadi mari berproses di dalam rekoleksi pada hari ini, semoga kegiatan ini membantu kita untuk sungguh menghayati nilai-nilai pernikahan, nilai-nilai perkawinan dalam ajaran Katolik.

Romo Andreas Nugroho, SCJ dalam materinya mengatakan, di dalam kebiasaan hidup sebagai suami istri, tentu pengalaman tinggal/bersama keluarga besar (mertua, menantu dan ipar) merupakan satu hal yang sangat dekat dengan kita semua. Maka ketika dua orang menikah sebenarnya bukan hanya dua pribadi saja yang dipersatukan tetapi juga ada dua budaya keluarga. Karena itu hubungan mertua dan menantu menjadi salah satu relasi  yang paling unik dalam kehidupan keluarga. Seharusnya ketika orang tua memberikan restu kepada anaknya, pada saat itu seharusnya orang tua juga merelakan anaknya yang sudah menikah untuk membangun rumah tangganya sendiri, kita berikan ruang-ruang bagi anak untuk membangun otonom keluarga barunya. Ketika orang menikah memang yang menjadi prioritas utama adalah keluarga barunya untuk membangun keluarga barunya yang sungguh-sungguh harmonis seperti yang dikehendaki oleh Tuhan.

Pada kesempatan ini juga dilakukan sharing keluarga oleh Pasutri Freddy dan Debbie serta Harlim dan Fifi seputar perjalanan hidup berkeluarga dan suka duka menghadapi mertua, menenantu serta ipar.  Selanjutnya Romo Nugroho mengingatkan apa yang disampaikan tadi merupakan sharing pengalaman kami sebagai pasangan suami istri dan juga sebagai seorang imam yang sekiranya bisa menjadi semacam inspirasi bagaimana caranya berrelasi, memposisikan diri sebagai menantu atau memposisikan dirinya sebagai mertua sejauh mana dan juga bagaimana relasi saya dengan adik ipar, kakak ipar dan sebagainya.

Sementara itu Fransiskus Harlim, Ketua Seksi Kerasulan Keluarga menjelaskan, tujuan diadakannya acara rekoleksi adalah untuk memberikan pandangan bahwa relasi “ Mertua, Menantu dan Ipar “ dapat berjalan dengan baik dan berubah asalkan masing-masing amu mengubah diri. Diharapkan agar masing-masing dapat menyesuaikan tindakan sesuai porsinya masing-masing. Acara rekoleksi juga diisi dengan tanya jawab peserta, pembagian doorprize, testimoni peserta dan ditutup dengan Perayaan Ekaristi.

Leave a Reply


2 + 3 =