PALEMBANG – Bidang Pewartaan, Seksi Kerasulan Kitab Suci Paroki Santo Yoseph Palembang mengadakan pembekalan materi bulan kebangsaan 2026, Minggu 26 Juli 2026 pukul 19.00 Wib di Gedung Aula Serbaguna. Materi bulan kebangsaan disampaikan oleh Moderator Komisi Kerawam KAPal, RP. Agustins Riyanto, SCJ dengan tema “ Berakar Dalam Devosi, Melahirkan Kader Gereja Dan Bangsa “.
Wahyu Harjanto, Sekretaris 2 DPP Santo Yoseph Palembang dalam sambutannya mengatakan, Paroki melalui perwakilan Wilayah dan Lingkungan bersiap untuk membagikan bahan renungan bulan Kebangsaan kepada umat melalui pembekalan yang disampaikan Romo Riyanto, SCJ.
Sementara itu Romo Riyanto menyampaikan, Komisi Kerawam KAPal telah menyusun Bahan Pertemuan Bulan Kebangsaan untuk digunakan selama bulan Agustus 2026. Bahan dapat digunakan sebagai permenungan di Lingkungan, KBG, Keluarga, Kelompok Kategorial, Ormas juga pribadi. Permenungan tersebut untuk menggugah kesadaran seluruh elemen Umat/awam untuk semakin memperdalam iman mereka, bertindak sebagai penghayatan iman dan saling mendukung dalam prakteknya. Permenungan ini memadukan antara panggilan untuk berdevosi sekaligus berkarya. Pelaksanaan pertemuan untuk mendalami bahan tersebut diserahkan ke Paroki dan Komunitas umat beriman dan dilakukan secara fleksibel sesuai dengan situasi serta kondisi setempat.
Tujuan dari permenungan bulan kebangsaan tahun 2026 adalah dalam kebersamaan terutama di tengah keluarga, terbangun militansi iman serta tindakan nyata untuk menjadi terang serta garam dalam semua bidang kehidupan.
Materi bulan kebangsaan terbagi dalam empat kali pertemuan, yaitu :
1. Pertemuan 1 : Doa sebagai pondasi kepemimpinan/spiritualitas sebagai kompas pemimpin.
2. Pertemuan 2 : Militansi Bunda Maria (teladan keseteiaan dan ketangguhan).
3. Pertemuan 3 : Adorasi dan kepekaan sosial (Ekaristi dan bela rasa)
4. Pertemuan 4 : Pengutusan – Drvosi yang berbuah misai/dari Altar menuju pasar dunia.
Melalui pendalaman bahan ini di tingkat Lingkungan, KBG, Kelompok Kategorial, Ormas, kleuarga dan pribadi, buah-buah yang diharapkan muncul, yaitu : Kembalinya mezbah doa di keluarga, aksi bela ras konkrit, terbentuknya pusat data talenta dan meningkatnya keterlibatan sosial politik.
Koordinator Seksi Kerasulan Kitab Suci, Ignatius Kusuma Wijaya Lais menjelaskan, kegiatan ini diikuti sebanyak 45 peserta perwakilan dari Lingkungan, Wilayah, Kelompok Kategorial, Frater dan Suster.




