PALEMBANG – Puluhan calon Krisma tahun 2026 kembali mengikuti pertemuan bersama di Gedung Aula Serbaguna Santo Yoseph Palembang, Minggu 16 Agustus 2026 pukul 10.15 Wib untuk belajar mengenai : Kitab Suci “ Surat Cinta Allah Kepada Kita “.
Koordinator Bidang Pewartaan DPP Santo Yoseph Palembang, Fransiskus Untung Supriyanto dalam pengarahannya, mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak-Ibu semua untuk mengikuti pembelajaran Krisma pagi ini, semoga pembelajaran hari ini bisa berjalan dengan baik dan penuh makna. Katekese dalam pembelajaran Krisma sangat penting untuk memperbaiki diri dan mendalami iman kepada Kristus, membuang sifat-sifat yang tidak baik sampai suatu ketika kita benar-benar menghasilkan buah-buah roh yang diberikan oleh Tuhan. Tentu ini proses yang panjang karena itu adalah membangun karakter.
Sementara itu Frater Yonathan Galih Amor P (Fr. JHO) yang memberikan materi tentang : Kitab Suci “ Surat Cinta Allah Kepada Kita “ mengingatkan bahwa melalui Kitab Suci Allah berbicara kepada kita, melalui para nabi. Kita bisa lihat ketika bangsa Israel melakukan perjalanan mulai tidak percaya akan Allah, kemudian Allah berbicara melalui Nabi Musa. Nah disitu kita bisa melihat bahwa Allah selalu mendampingi kita dalam setiap peristiwa kehidupan. Dalam Kitab Suci juga ada penyataan diriNya, menyapa manusia dan menunjukkan kasih Tuhan.
Kitab Suci ditulis oleh manusia dan tetap aktual sampai sekarang, itulah uniknya. Allah mengasihi, Alah berbicara dan bersabda, Alah menyertai dan muncul, kasih Alah menjadi dasar seluruh usaha keselamatan. Allah mengatakan bahwa dalam suka dan duka kita tidak pernah berjalan sendirian, Ia membantu kita untuk memilih jalan kehidupan. Kalau mau melihat Allah kita bisa mengingat dalam diri Yesus Kristus dan untuk mengenal Yesus hanya bisa dilalui dengan membaca Kitab Suci. Dengan demikian kita juga akan mengerti makna dari sejarah keselamatan dan berbicara tentang hidup kita.
Allah sedang menunggu dan membawa kita kemana, kemudian ketika kita bercerita Allah menyertai dan kemudian ketika kita bersyukur Allah juga mengajarkan untuk berbuat baik. Dalam Kitab Suci juga ada perjanjian lama dan perjanjian baru. Perjanjian lama dan perjanjian baru itu merupakan dua bagian besar Kitab Suci yang merupakan satu rangkaian sejarah keselamatan, kitab suci perjanjian lama kemudian dalam perjanjian baru, bisa dikatakan juga perjanjian lama itu mempersiapkan dan perjanjian baru itu menggenapi.
Dalam perjanjian lama dikatakan “ Kasihlah ibu sendiri seperti kamu, kasihlah sesamamu manusia seperti kamu kasihi Ibu sendiri.” Dalam perjanjian baru mengatakan bahwa “ Kasihlah sesamamu manusia seperti aku telah mengasihi kamu.” Kalau perjanjian lama itu mengasihi sesama seperti kita mengasihi tapi kalau kita belum bisa mengasihi maka kita juga bisa mengasihi orang lain. Berbeda ketika Yesus mengatakan “ Kasihlah sesamamu manusia seperti aku telah mengasihi kamu “ ukurannya lebih besar seperti aku atau seperti Yesus mengasihi. Kalau seperti Yesus mengasihi berarti suka atau tidak suka kita harus mengasihi sekalipun orang itu menjengkelkan sekali tapi itulah ajaran Yesus, ini adalah ajaran yang unik dari agama Katolik dan ajaran kita masih ada perjanjian lama dan perjanjian baru.






