Paus Fransiskus : Saya Senang jika Bisa Berkunjung ke Indonesia

July 2, 2016
Paus Fransiskus : Saya Senang jika Bisa Berkunjung ke Indonesia

Paus Fransiskus : Saya Senang jika Bisa Berkunjung ke Indonesia

Rabu, 23 Maret 2016 | 20:15 WIB

Kedutaan Besar RI di Vatikan Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Antonius Agus Sriyono, menyerahkan Surat Kepercayaan dari Presiden Joko Widodo kepada Paus Fransiskus di Istana Apostolik, Vatican City, Senin (21/3/2016). Penyerahan surat ini menandai permulaan tugasnya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Vatikan.

VATICAN CITY, KOMPAS.com – Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Sedunia, Paus Fransiskus, mengatakan, ia akan senang jika bisa mengunjungi Indonesia. Paus diharapkan bisa menghadiri Hari Pemuda Asia ke-7 di Jakarta pada 30 Juli – 6 Agustus mendatang.

Dalam rilis Kedutaan Besar RI di Vatikan yang diterima Kompas.com, Selasa (22/3/2016), dilaporkan,  Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Antonius Agus Sriyono, telah bertemu dengan Paus Fransiskus di Istana Apostolik, Vatican City, Senin (21/3/2016).

Sriyono bertemu Paus untuk menyerahkan Surat Kepercayaan dari Presiden Joko Widodo. Penyerahan surat ini menandai permulaan tugasnya sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Vatikan.

Sriyono bertemu secara empat mata dengan Paus Fransiskus selama 20 menit.

Mengawali prosesi penyerahan Surat Kepercayaan, Paus menyampaikan ucapan selamat atas penugasan Sriyono. Ia juga menyampaikan harapannya agar penugasan Sriyono berjalan lancar dan berkontribusi bagi peningkatan hubungan bilateral Indonesia-Vatikan.

Paus Fransiskus secara sepesifik menyebutkan, dirinya akan senang jika dapat berkunjung ke Indonesia.

Menanggapi pernyataan Fransiskus, Sriyono menyampaikan harapan pemerintah Indonesia bagi Paus untuk berkenan menghadiri Hari Pemuda Asia ke-7 pada 30 Juli – 6 Agustus 2017.

Dubes Sriyono mengindikasikan, Hari Pemuda Asia itu nanti akan diikuti 29 negara dengan perkiraan peserta mencapai 2.000 orang.

Sriyono menggarisbawahi dua isu yang menjadi prioritas selama masa penugasan beliau, yakni dialog lintas agama kerja sama dengan Museum Vatikan.

Terkait dialog itu, Paus Fransiskus menyampaikan dukungannya untuk peningkatan dialog. “Bukankan kita adalah anak-anak Abraham,” kata Paus Fransiskus.

Hal itu merujuk pada sejarah tiga agama samawi yang mengakui Abraham (Ibrahim) sebagai salah seorang nabi.

Paus Fransiskus juga menyadari bahwa Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim terbesar di dunia dan sangat plural dari segi agama, suku, bahasa dan budaya.

Isu lain yang menjadi prioritas Sriyono adalah rencana pembangunan Taman Arkeologi Indonesia di Museum Vatikan.

 

Penulis & Editor : Pascal S Bin Saju

Sumber : internasional.kompas.com

Leave a Reply


4 + 8 =