Gedung Santo Louis Menjadi Tempat Membangun Umat Beriman Sehati dan Sejiwa

September 18, 2017
Gedung Santo Louis Menjadi Tempat Membangun Umat Beriman Sehati dan Sejiwa

      

Acara peresmian Gedung Serbaguna Santo Louis Palembang

Umat wilayah 8, 11 dan 12 sudah bisa menggunakan Gedung Serbaguna Santo Louis khususnya untuk  Perayaan Ekaristi dan kegiatan lainnya. Gedung Serbaguna Santo Louis Sukabangun Palembang yang pembangunanya dimulai sejak tahun 2015, Minggu 17 September 2017 diresmikan pengunaannya oleh Uskup Agung Palembang, Aloysius Sudarso, SCJ ditandai dengan pemberkatan pintu masuk, ruangan dalam gedung, salib, altar dan mimbar, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ didampingi Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang RD. Laurentius Rakidi, RD. Avien dan Rm. Agustinus Setyoaji, SCJ. Misa dimeriahkan juga dengan penampilan koor gabungan wilayah 8, 11 dan 12 serta koor bina iman anak-anak dan remaja yang berjumlah sekitar 65 orang dan berlatih kurang lebih 2 bulan.

      

Umat menghadiri misa pemberkatan Gedung Serbaguna Santo Louis Palembang

Perayaan Ekaristi diihadiri oleh umat wilayah 8, 11, 12, para suster, para imam, para ketua wilayah dan undangan lainnya. Dalam homilinya Aloysius Sudarso, SCJ mengatakan Gedung Santo Louis yang juga dipakai untuk Perayaan Ekaristi mengingatkan umat di wilayah ini karena dengan merayakannya Tuhan hadir di tengah-tengah kita dan meyakinkan iman kita bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya serta memberi rahmat untuk kita semua, semoga gedung baru ini bisa membentuk kemajuan hidup beriman dan untuk pendidikan di sekolah Yayasan Santo Louis.

Wakil Ketua Pembangunan Gedung Serbaguna Santo Louis, Martinus Ngatimin mengungkapkan bahwa pembangunan gedung ini dimulai tahun 2015 dengan pembentukan panitia pembangunan oleh Paroki Santo Yoseph Palembang dan peletakan batu pertama pembangunan 5 Juli 2015, pembangunannya menghabiskan dana kurang lebih sebesar 500 juta rupiah yang berasal dari DPP Santo Yoseph Palembang, Yayasan Santo Louis Palembang, umat wilayah 8, 11,12 dan para donator dari Palembang dan luar kota Palembang.

      

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ

Supriyantoro, Ketua Panitia Peresmian sudah mempersiapkan acara ini sejak bulan Juli 2017 dengan mengumpulkan para ketua wilayah 8, 11, 12 dan ketua lingkungan, mengadakan acara novena 9 hari berturut-turut dan latihan koor bersama wilayah 8, 11 dan 12. Kendala dalam persiapan pasti ada terutama susahnya mengumpulkan para Ketua Lingkungan untukmengadakan rapat tapi akhirnya acara bisa berjalan dengan lancar.

Seusai misa diadakan perayaan syukuran yang diisi dengan acara hiburan berupa tari dan nyanyi yang dibawakan oleh anak-anak dan remaja bina iman Santo Louis Palembang. Dilakukan juga pemotongan tumpeng oleh Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ yang potongan tumpengnya diserahkan kepada Ketua Yayasan Santo Louis, Bapak Samingin, kemudian penandatanganan prasasti. Acara diakhiri dengan santap siang bersama dan pembagian door prize serta bingkisan untuk anak-anak.

   

Petugas Koor Gabungan Wilayah 8, 11 & 12 serta Koor Bina Iman Anak-Anak & Remaja Santo Louis

Uskup Agung Palembang, Aloysius Sudarso mengharapkan perkembangan umat dengan membentuk pelayanan-pelayanan di wilayah lingkungan ini untuk anak-anak, keluarga dan lain-lain sehingga semakin mengembangkan dinamika, semangat dan kebersamaan serta bisa berkembang menjadi paguyuban yang bersatu, apalagi 800 KK dari 3 wilayah memungkinkan adanya pelayanan mandiri  tetapi harus juga mempersiapkan imam-imam yang lebih banyak dari sekarang. Sementara itu Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang RD. Laurentius Rakidi mengharapkan ada gereja yang hidup artinya  persekutuan umat Allah yang ada gerakan dan masing-amasing anggotanya mau terlibat, hingga semakin hari dan semakin berkembang.

   

Syukuran peresmian Gedung Serbaguna Santo Louis seusai Misa Kudus

Leave a Reply


1 + 3 =