Mgr. Karel Ajak Umat Lakukan Misi ke Suriname

September 13, 2019
Mgr. Karel Ajak Umat Lakukan Misi ke Suriname

Forum DPP Sedekanat I Keuskupan Agung Palembang mengadakan acara ramah tamah dengan Uskup Paramaribo Suriname Mgr. Karel Choennie dan Mr. Paul Sekretaris Keuskupan, Senin 9 September 2019 pukul 19.00 Wib. Hadir dalam acara ini Uskup Agung Palembang Aloysius Sudarso, SCJ, Uskup Tanjungkarang Yohanes Harun Yuwono, para imam, suster, frater dan anggota DPP Katedral Santa Maria, DPP Hati Kudus, DPP Sanfrades, DPP Santo Yoseph Palembang dan anggota Komunitas Prodiakon Santo Yoseph Palembang.

Kedatangan Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ, Mgr. Karel Choennie, Mr. Paul, Mgr. Yohanes Harun Yuwono dan para undangan disambut oleh anggota DPH Santo Yoseph Palembang. Ketua Forum DPP Sedekanat I, Alex mengucapkan selamat datang di kota Palembang kepada Mgr. Karel Choennie dan Mr. Paul. Umat Katolik di Palembang merasa berbahagia dan menyambut hangat atas kunjungannya. Alex mengatakan bahwa umat Katolik di Indonesia merupakan kelompok minoritas hanya 10 % dibandingkan umat muslim yang mencapai 90 %.

Meskipun umat Katolik di Indonesia hanya minoritas tetapi saling menghormati dan memiliki hubungan yang baik diantara umat agama lain yang berbeda dan tidak ada konflik khususnya di kota Palembang. Keuskupan Agung Palembang yang dipimpin oleh Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ dengan wilayah tugasnya membawahi 3 propinsi yaitu : Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya Mgr. Karel Choennie menceritakan sekilas mengenai kehidupan masyarakat di Suriname yang merupakan jajahan Belanda. Sebelum tahun 1970 berkembang Pastoral kesukuan di Keuskupan Paramoribo maka sejak tahun 1970 mereka ingin membangun kesatuan sebuah bangsa sehingga Pastoral khusus untuk kelompok atau etnis dhapuskan. Mgr. Karel terkesan dengan Mgr. Aloysius Sudarso dan Indonesia dengan banyaknya suku bangsa tetapi tetap bisa bersatu karena Bhinneka Tunggal Ika.

Akhirnya timbul kebijaksanaan di Suriname untuk tetap bekerja dengan keragaman budaya dan iman Kekatolikan itu tetap hidup di dalam budayà yang penting masuk ke dalam hati. Mgr. Karel juga mengapresiasi apa yang dilakukan Suster Fransiskus Charitas dengan mengirimkan 3 orang Suster dan Pastor CM untuk bekerja di Suriname di tengah orang-orang Jawa sehingga mereka merasa diteguhkan. Tetapi masalah yang dihadapi saat ini adalah masih kurangnya tenaga imam, di Suriname hanya ada 16 Pastor yang melayani 3-4 Paroki.

Mgr. Karel juga mengajak umat mempunyai semangat misi untuk mewartakan Injil tidak hanya di Indonesia tetapi juga berkarya di tempat lain. Selain itu Mgr. Karel sangat terkesan dengan kerjasama yang yang dibuat bersama Keuskupan Agung Palembang dan Keuskupan Tanjung Karang dimana Mgr. Yohanes Harun Yuwono sudah memastikan untuk mengirimkan 2 orang Pastor.

Sementara itu Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ dalam sambutannya mengatakan Mgr. Karel datang ke Palembang sebagai kunjungan balasan dan minta ikut memikirkan ada Imam atau Biarawan-Biarawati yang ingin membantu Gereja di Suriname. Walaupun  di Palembang dan Tanjungkarang sangat butuh imam tetapi dari kekurangan ini kita tetap harus  membantu Gereja-Gereja Katolik  di dunia, inilah semangat universal yang harus kita bangun dalam kehidupan kita sebagai Gereja.

Suasana di Suriname juga multikultural tetapi di Indonesia menghargai perbedaan, kultur dan sebagainya. Agama Katolik adalah satu-satunya agama yang sangat menghargai budaya maka mudah diterima karena Tuhan menyentuh manusia  lewat budaya.  Kita berharap sebagai umat Katolik di Indonesia  betul-betul mencintai budaya lewat seni dan lain-lain. Kita berterima kasih Bapa Uskup Karel dan Mr. Paul  yang datang ke tengah-tengah kita untuk berbagi tentang Gereja di Suriname dan kita juga membagikan tentang kondisi Gereja kita disini, semoga ini memperkuat  kita semua dan menambah pengalaman dalam beriman di tengah budaya yang bermacam-macam.

Forum Dewan Pastoral Paroki Sedekanat I ini adalah forum tempat kita memikirkan agar iman kita mudah diterima oleh umat, oleh Gereja dan juga menjadi contoh untuk Indonesia yang sedang dalam kondisi  seperti sekarang ini. Dengan harapan tidak lama lagi Mgr. Tanjungkarang Yohanes Harun Yuwono akan melepaskan 2 Imamnya ke Suriname, semoga kehadiran Gereja memberi semangat kepada kita untuk bermisi, memikirkan Gereja  di tempat lain walaupun kita kekurangan karena kita ingin memberi dari kekurangan yang ada. Gereja Katolik memang Gereja yang betul-betul mencintai budaya dan inkulturasi dengan tidak menyamaratakan,  menghapus perbedaan budaya dengan satu budaya.

Rangkaian acara ramah tamah diakhiri dengan santap malam dan foto bersama dengan undangan yang hadir.

Leave a Reply


4 + 1 =