104 Anak Pertama Kali Menerima Tubuh Kristus

April 24, 2021
104 Anak Pertama Kali Menerima Tubuh Kristus

Setelah dipersiapkan selama kurang lebih 7 bulan akhirnya sebanyak 104 anak menerima komuni pertama dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu 18 April dan 25 April 2021 pukul 11.00 Wib. Untuk mencegah penularan covid 19, maka penerimaan komuni pertama dibagi dalam 2 tahap dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat memakai masker dan sarung tangan. Penerimaan tahap pertama, Minggu 18 April 202 diikuti sebanyak 61 anak terdiri dari anak-anak kelas A dan B, ditambah 3 pasanag anak kembar dan 3 pasang adik kakak dari kelas C dan D. Sementara untuk tahap kedua diikuti sebanyak 83 anak dari kelas C dan D, Minggu 25 April 2021.

Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang RD. Joko Susanto Silvester memimpin Perayaan Ekaristi didampingi oleh RD. Stefanus Surawan, Minggu 18 April 2021.

Dalam homilinya RD. Joko mengatakan biasanya penerimaan komuni kudus jatuh pada hari Raya Tubuh dan Darah Kristus bulan Juli karena situasi pandemi makam tertunda. Orang yang akan menerima Sakramen Mahakudus syaratnya, yaitu : bisa menggunakan akal budi, dipersiapkan dan didahului dengan sakramen tobat. Dalam Kanon Nomor 919 dikatakan untuk bisa menerima komuni kudus, hendaklah yang bersangkutan berpantang dari segala macam makanan dan minuman selama waktu sekurang-kurangnya 1 jam kecuali kalau sakit boleh minum air dan obat. Yang pertama harus kita dipersiapkan adalah berpuasa secara rohani dan jasmani supaya bersih dari segala kekotoran yang ada di dalam raga karena Tuhan akan hadir di dalam tubuh kita dalam ujud Roti (Hosti) yang dikuduskan. Kita harus menghormati dan menjadikan Sakramen karena ini merupakan pemberian diri secara totalitas oleh Tuhan Yesus Kristus yang menyerahkan jiwa raganya.

Ekaristi merupakan puncak dan sumber hidup rohani orang Katolik, maka anak-anak nanti setelah bisa menerima komuni kudus maka latihlah untuk bisa mengikuti perjamuan bersama dengan Yesus. Menerima Tubuh Tuhan dijadikan kekuatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan, Kita berguru kepada Yesus yang telah memberikan Tubuh dan DarahNya untuk kekuatan kita agar kita mampu membawa tanggung jawab. Oleh karena itu anak-anak jangan khawatir, jangan cemas untuk hari esok, belajarlah yang baik bersama orang tua, ikutilah nasehatnya, ikutlah apa yang menjadi permintaan dan bantulah orang tuamu supaya panjang umur sampai kalian nantinya bisa selesai bertugas dalam hidup di dunia ini.

Anak-anak ingatlah orang tuamu merupakan wakil Tuhan yang mendampingi kalian sampai menemukan jalan yang membahagiakan, semoga dengan menerima Sakramen Mahakudus ini anak-anak semakin didewasakan, semakin ikut berpartisipasi dalam hidup menggereja, hidup di keluarga dan di tengah masyarakat. Selain itu anak-anak masih perlu pendampingan walaupun sudah masuk tahap ke 3, yaitu : Baptisan, Sakramen Tobat dan Ekaristi, karena yang paling dekat dan paling tahu di rumah adalah orang tua.

Penerimaan Sakramen Mahakudus sebagai Tubuh Tuhan yang diberikan kali ini hanya berupa Hosti saja tidak dalam 2 rupa karena situasi pandemi untuk menjamin kenyamanan, keamanan dan juga kesehatan kita. Diharapkan anak-anak yang sudah menerima komuni pertama boleh ikut ambil bagian dalam Perayaan Ekaristi. Nanti kalau sudah efektif kembali, tidak ada covid 19 maka bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan-kegiatan misalnya : masuk kelompok Misdinar, Sekolah Minggu dan lain-lain.

Sementara itu Sr. M. Louise Lusia, HK dari Seksi Penerimaan Komuni Pertama menyatakan persiapan kegiatan belajar diadakan mulai bulan Juli 2020 sampai Maret 2021 dengan tatap muka dan daring didampingi oleh 17 orang pengajar. Tantangan yang dihadapi selama mengajar antara lain : kesibukan pembina dan pengajar, mempersiapkan bahan secara daring dan bagaimana berkomunikasi dengan anak yang mengalami kendala dengan intenet karena sistem daring, lewat aplikasi zoom dan google meeting.

Pada 3 bulan terakhir pelajaran lebih ditekankan pada penerimaan Tubuh dan Darah Kristus, Sakramen Tobat dan tata cara Perayaan Ekaristi, bagaimana sikap dan perilaku mereka dalam mengikuti Perayaan Ekaristi. Selama ini peran orang tua ada yang proaktif mendukung anaknya mengikuti pelajaran dengan mengikuti alur selama pelajaran, mendampingi dan tahu proses dari awal sampai akhir. Ada juga orang tua yang tidak peduli karena kesibukan masing-masing, situasi dan kondisi keluarga yang sakit, kendala keuangan serta peralatan yang dimiliki.

Sr. Louise Luisa, HK juga mengharapkan agar anak-anak tetap bertekun setelah menerima komuni pertama ini, menjadi anak Tuhan yang baik, setia sampai seumur hidup mereka. Kepada orang tua supaya sungguh-sungguh mendampingi dalam sikap, perilaku, dorongan dan dukungan kepada anak-anak untuk terus setia kepada Tuhan Yesus dengan mengajarkan mereka berdoa, ikut Perayaan Ekaristi, mengajarkan doa-doa harian dengan bacaan-bacaan yang mendukung iman mereka.

Leave a Reply


1 + 1 =