Doa Rosario Perisai Untuk Mengarahkan Kita Kepada Tuhan dan KekuatanNya

November 11, 2024
Doa Rosario Perisai Untuk Mengarahkan Kita Kepada Tuhan dan KekuatanNya

Bulan Oktober merupakan bulan yang dikenang umat Katolik sebagai bulan Rosario dan umat memberikan penghormatan kepada Bunda Maria selama satu bulan penuh untuk berdevosi. Umat Paroki Santo Yoseph Palembang memberikan penghormatan kepada Bunda Maria dengan berdoa bersama di Gereja, Lingkungan, Komunitas dan lain-lain. Umat juga berkesempatan memberikan penghormatan kepada Bunda Maria dengan mempersembahkan bunga mawar di depan patung Bunda Maria dan berdoa. Penutupan Bulan Rosario diadakan dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yoseph Palembang, Kamis 31 Oktober 2024 pukul 17.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto.

Dalam homilinya Romo Agung menyatakan doa menjadi kunci dalam perlengkapan senjata awam. Mengingatkan kita bahwa dalam kehidupan berada dalam sebuah pertukaran luar biasa. Senjata yang dihidupkan manusia bukan senjata dunia, melainkan kebenaran, keadilan, iman dan sabda Allah yang menghubungkan kita dengan Allah Sang Sumber Kekuatan. 

Mengakhiri bulan Rosario ini, kita diingatkan untuk tidak pernah meremehkan kekuatan doa, terutama melalui doa Rosario. Di mana kita memohon bantuan dan perantaran Bunda Maria dalam setiap pertempuran hidup yang kita alami dalam kehidupan kita. Seperti seorang prajurit yang tidak akan pernah keluar tanpa perlindungan, kita pun juga diajak untuk tidak berjalan tanpa kekuatan doa. 

Doa bukanlah pelarian dari masalah, tetapi justru kekuatan yang memampukan kita untuk bertahan dalam menghadapi setiap tantangan hidup yang kita alami. Begitu juga dengan Rosario bukan sekedar untaian doa, tetapi sebuah perisai. Jadi bukan hanya sebuah doa saja, tetapi merupakan perisai, sarana untuk mengarahkan kita kembali kepada Tuhan dan kekuatannya. Mari kita memperbarui komitmen kita untuk berdoa dengan tekun, dengan mengingat bahwa Bunda Maria selalu mendampingi kita dengan pengantaraan Bunda Maria kepada putranya Tuhan kita, Yesus Kristus. 

Semoga melalui berkat Tuhan yang kita alami pada perayaan Ekaristi Kudus ini, kita semua dibawa pada ketetapan hati yang kokoh untuk menjalani hidup di dalam iman, berani melangkah menuju bersama kesatuan dengan Kristus sendiri dan tidak gentar menghadapi tantangan-tantangan dunia yang kita hadapi. 

Rangkaian peringatan bulan Rosario diakhiri dengan pembakaran kertas ujud doa umat yang sebelumnya sudah didoakan dan diberkati oleh Romo Agung, hal ini  sebagai sarana untuk menonjolkan keinginan kepada Tuhan.

Leave a Reply


2 + 9 =