Dalam Gereja Katolik petugas liturgi memilkik peran penting dalam melaksanakan Perayaan Ekaristi agar bisa berjalan dengan lancar. Salah satunya adalah Lektor (pembaca Sabda Tuhan) untuk membacakan kitab suci yang perlu dipersiapkan dengan baik sebelum bertugas. Komunitas Lektor Paroki Santo Yoseph Palembang membuka pendaftaran bagi anggota baru, sebanyak 39 orang mendaftarkan diri dan hanya 34 orang yang memenuhi syarat. Sementara untuk anggota Lektor lama yang mendaftar ulang sebanyak 26 orang.
Sesudah berproses selama dua (2) bulan banyak 32 orang anggota Komunitas Lektor Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti kegiatan rekoleksi bersama, Minggu 1 Desember 2024 pukul 10.30 Wib di Gedung Aula Serbaguna. Rekoleksi diisi dengan mendengarka nmateri yang dibawakan oleh RD. Agustinus Giman, Ketua Komisi Kateketik, Liturgi dan Kitab Suci Kesuskupan Agung Palembang dengan topik : “ Berfirmanlah, Sebab Hambamu Ini Mendengar”. Kegiatan rekoleksi Komunitas Lektor Santo Yoseph Palembang dibuka secara resmi oleh RD. Dionisius Anton Liberto mewakili Pastor Paroki.
Yulius Thamsir, Ketua Komunitas Lektor Santo Yoseph Palembang mengatakan tujuan rekoleksi sebagai pemantapan bagi calon lektor baru maupun lektor lama dalam menjalankan tugasnya nanti sebagai pelayan sabda bagi umat Paroki Santo Yoseph Palembang sesuai dengan spirit awal pembentukan komunitas lektor ini oleh Romo Vikjen RD. Yohanes Kristianto.
Harapannya adalah agar semua lektor yang ada semakin baik dan siap bertugas sehingga dalam menyampaikan sabda Tuhan dapat dimengerti dan dipahami maksud dan pesan yang ingin disampaikan dalam kitab suci kepada umat yang mendengarkan.
Sementara itu Billy Jaya, Ketua DPP Santo Yoseph Palembang mengucapkan terima kasih untuk lektor-lektris Santo Yoseph Palembang dan Seksi Lektor atas kerja kerasnya agar komunitas ini lebih berkembang dan melayani. Kita bersama-sama dengan umat di Paroki Santo Yoseph yang mau melayani, menyelamatkan jiwa-jiwa hanya beda perannya saja kebetulan Bapak-Ibu berperan di bagian lektor dan lektris mewartakan Allah melalui mimbar Gereja.
Maka ada proses yang harus kita lalui, proses ini bukan dalam rangka menghambat kita untuk melayani, tapi justru mau agar kita lebih maksimal untuk melayani. Jadi melayani ini bukan sekedar ingin melayani tanpa sebuah persiapan, tanpa sebuah proses, tanpa harus evaluasi, tidak cukup, memang harus total melayani termasuk tentang perlengkapan yang dibutuhkan oleh lektor-lektris.
Kita adalah bagian dari DPP Paroki Santo Yoseph Palembang yang membantu Romo Paroki untuk mewartakan melalui mimbar, maka sama-sama kita perlu managerial, komunikasi dan koordinasi. Kita Komunitas dan Seksi Lektor merupakan satu bagian dalam struktur organisasi DPP maka kami sangat berharap dukungan dari Bapak-Ibu sekalian, ayo kita melayani ini agar betul-betul tertata bukan hanya sekedar keinginan kita pribadi untuk melayani, membaca Firman tetapi untuk menata apa saja, termasuk waktu, penjadwalan dan lain-lain.
Sebagai sebuah komunitas, anggota komunitas lektor-lektris memiliki misi, yaitu : mewartakan Allah melalui mimbar di dalam Gereja dan di luar Gereja, misalnya di Lingkungan, maka anggota komunitas ini otomatis siap untuk bertugas. Karena teman-teman telah menyerahkan diri, mendedikasikan diri untuk melayani Tuhan melalui bacaan Firman, jadi mohon sekali, termasuklah peraturan-peraturan yang lain semua diatur oleh teman-teman sendiri oleh komunitas bersama dengan Seksi Lektor.
Seksi Lektor ini sebagai penyambung komunitas dengan DPP sehingga koordinasi, pelayanan kita di dalam Gereja utuh bukan terpisah-pisah semuanya harus dalam satu rangkaian struktur DPP Santo Yoseph Palembang. Tugas melayani itu bukan hanya untuk di Gereja, di Lingkungan dan dimanapun ketika membutuhkan, lektor-lektris kami sangat berharap bisa menyerahkan diri, menawarkan diri untuk melayani sesuai dengan perannya.
Melayani saja tidak cukup tetapi harus juga berkorban tidak hanya waktu, uang, perasaan dan gagasan-gagasan agar komunitas ini menjadi lebih baik lagi. Intinya adalah kita tidak cukup sekedar melayani, tapi harus dengan managerial, koordinasi dan komunikasi. Jadi saya berharap komunitas ini tidak sekedar hanya membaca Firman tapi bertumbuh dalam komunitas ini.
Kalau dalam komunitas ini Bapak-Ibu kering, tidak tumbuh, sebaiknya mundur agar jangan sampai kita menjadi batu sandungan, maka komunitas ini harus mampu menumbuhkan iman kita dan akhirnya berbuah. Kami di DPH sangat berharap koordinasi dan komunikasi untuk mengembangkan komunitas ini bertumbuh dan berbuah hanya untuk kemuliaan Allah.
Melalui sambutannya Romo Liberto menyatakan kesempatan yang baik penuh rahmat pada hari ini bersama dengan Romo Giman untuk menimba kekuatan dari Sabda Allah sendiri, sebagai bagian yang paling penting dalam liturgi, peran sebagai lektor di Paroki Santo Yoseph ini. Saya sangat yakin apa yang diberikan oleh Romo Giman sangat luar biasa yang telah menganimasi, membantu teman-teman komunitas lektor ini semoga semakin memiliki spiritualitas layanan yang baik untuk umat di Paroki kita.
Bagi anggota komunitas yang sudah lama semoga rekoleksi ini menjadi penyegaran dan anggota yang baru semoga semakin yakin berada dalam komunitas ini. Banyak cara yang bisa dilakukan agar kegiatan komunitas hidup, jadi tidak hanya latihan tetapi juga ada kegiatan-kegiatan lain, misalnya penggalangan dana dan rekreasi bersama sebagai Komunitas Lektor. Semoga apa yang diberikan oleh Romo Giman juga salah satu menjadi penyemangat kita untuk semakin kompak sebagai Komunitas Lektor tapi juga yang terpenting semangat dalam melayani kegiatan atau perayaan liturgi di Paroki kita.
Pemateri RD. Agustinus Giman, Ketua Komisi Kateketik, Liturgi dan Kitab Suci Keuskupan Agung Palembang berpesan, menjadi lektor dan lektris menjadi sebuah kebanggaan karena menjadi pendengar sabda dan dirubah oleh Tuhan. Jadi kesempatan anda membacakan sabda Tuhan itu adalah kesempatan anda untuk mendengarkan Tuhan yang bersabda kepada kita terlebih dahulu sebelum kita membacakan sabdaNya.
Mari kita sebagai lektor dan lektris, pertama menjadi pendengar sabda Tuhan, kita juga membiarkan Tuhan menyapa dan menyembuhkan. Saya yakin kalau pelayanan kita sebagai lektor dan lektris itu berangkat dari pengalaman disentuh, disapa mendengarkan sabda Tuhan, maka bisa membawakan sabda Tuhan kepada kita. Semoga ini bisa membantu kita semua untuk memperlancar, mempengaruhi motivasi kita, pelayanan kita sebagai lektor dan lektris di dalam liturgi.
Menurut rencana pelantikan 60 anggota Komunitas Lektor Paroki Santo Yoseph Palembang akan dilaksanakan dalam Perayaan Minggu Adven kedua, Sabtu 7 Desember 2024 pukul 17.30 Wib. Jumlah anggota Komunitas Lektor periode ini sebanyak 60 orang terdiri dari 41 perempuan dan 17 laki-laki.








