Dalam rangka merenungkan kelahiran Tuhan Yesus Kristus dalam ujud manusia, maka umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengadakan kegiatan Novena Kanak-Kanak Yesus selama 9 hari mulai tanggal 13-23 Desember 2024 pukul 04.30 Wib dengan tema besarnya : Sehati – Sejiwa Pergi ke Betlehem (Luk 2:15). Novena Kanak-Kanak Yesus hari pertama dipimpin oleh Uskup Agung Palembang, Yohanes Harun Yuwono didampingi oleh RD. Hyginus Gono Pratowo, Romo Hans Rettob, MSC, RD. Stefanus Surawan, RD. Yohanes Agung Apriyanto dan RD. Dionisius Anton Liberto, Jumat 13 Desember 2024.
Novena Kanak-Kanak Yesus hari pertama diawali dengan perarakan patung Kanak-Kanak Yesus yang dibawa dengan tandu oleh 4 orang anggota Komunitas Priskat, Jumat 13 Desember 2024. Setelah patung kanak-kanak Yesus diletakan di samping altar, Mgr. Yohanes Harun Yuwono mendupai patung Kanak-Kanak Yesus dan menyalakan lilin Novena hari pertama.
Melalui renungan novena dengan tema, “Engkau jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu (Matius 1: 20-22),” Uskup Agung Palembang, Yohanes Harun Yuwono mengajak umat untuk melihat keterlibatan Allah dalam kehidupan manusia di dunia ini. Yusuf didatangi oleh malaikat dan menyatakan perintah kepadanya, kemudian tanpa sepatah katapun, segera bangun dan melaksanakan perintah tersebut walaupun hanya didengarnya dalam mimpi. Yoseph tidak mempunyai keraguan sedikit pun untuk melaksanakan perintah Allah. Sabda Allah melalui malaikat dijalankannya tanpa ragu-ragu, dia akan menjadi penjaga Sabda Allah dan orang yang melaksanakan Sabda Allah, tanpa kata siap sedia, kapanpun diminta oleh Allah.
Kesiap sediaannya total tanpa pamrih, seluruh jiwa raganya. dengan demikian dia menempatkan diri hidup dihadirat Allah. Dihadirat Sabda Allah yang menjadi daging, sehati sepikir dengan yang dikehendaki Allah dan rencana Allah. Yusuf juga menyatukan diri, sehati seperasaan, sepikir dengan Maria yang sudah lebih dahulu menerima maksud Allah melalui dirinya. Dia tidak akan memisahkan diri dari Maria atau memisahkan Maria dari dirinya. Dua manusia teladan iman, pelaksana kehendak Allah yang menyatukan diri, sehati dan sepikir.
Seluruh perjuangan hidupnya hanya untuk menghadirkan sabda Allah ke dalam dunia untuk keselamatan manusia, karena itu Yusuf rela bekerja di balik layar, tidak menonjolkan diri dan setelah pekerjaannya selesai dia rela tidak disebut dalam Injil. Yusuf bukan hanya pendengar sabda Allah tetapi pelaksana sabda Allah. Hidup seorang Bapak manusiawi, teladan kebapaan manusiawi tetapi juga merupakan pewahyuan kebapaan Bapa di surga yang menghendaki, melindungi dan menyelamatkan umat manusia.
Bapa Suci Paus Fransiskus dalam Patris Corde, dalam model kebapaan mengatakan, Santo Yusuf adalah teladan kebapaan, yang bertanggung jawab, yang berbeda dengan Adam, yang tidak menjaga hawa dan bahkan ikut-ikutan berdosa dengan memakan buah yang dilarang dimakan dan yang diberikan oleh hawa.
Yusuf penjaga keluarga kudus ini adalah manusia penuh tanggung jawab, bekerja mati-matian, seorang bapak yang menjadi teladan kebapaan manusiawi, yang harus dikerjakan oleh Bapak setiap keluarga manusia karena dia merupakan ungkapan dari kebapaan Allah sendiri yang tanpa pamrih, mencintai manusia dan menginginkan keselamatan setiap manusia. Dengan kesediaan Yusuf, Allah menyertai seluruh kehidupan pribadi manusia di dunia dan seluruh keluarga manusiawi di dunia ini, mari kita bersyukur atas kesediaan Yusuf yang menghadirkan kasih Allah bagi kita.
Saat menyampaikan homilinya Mgr. Yohanes Harun Yuwono juga menyoroti mengenai alasan untuk tidak berbuat baik, untuk melakukan kesukaan kita sendiri, ajakan dari siapapun kita rasionalisasikan bahwa kita ingin mengakali, ingin melaksanakan hanya kehendak sendiri. Ajakan dari Yohanes dan ajakan dari Yesus tidak mempan untuk orang-orang yang berhati tegar, yang menginginkan melaksanakan kehendaknya sendiri, yang tidak mau melakukan pertobatan atas kesalahan-kesalahannya sendiri.
Allah tak pernah kekurangan cara untuk menyertai, untuk melindungi, untuk mengabulkan segala kekurangan dan kebutuhan kita. Allah panjang akal, panjang sabar juga, Allah penuh kasih setia, maka tanggapan atas segala kebaikan Allah yang dilakukannya sepenuh hati itu, hanyalah bersyukur.
Bersyukur berarti mengikuti, mentaati apapun yang dikehendaki Allah dan mari menanggalkan kehendak dan ketegaran hati, serta mimpi-mimpi diri sendiri dan menyatukan hati dengan kehendak Allah. Kita akan berkenan, akan menyenangkan dan menyukakan hati Allah, maka kita akan membahagiakannya. Marilah kita hidup dihadirat Allah sebagai anak-anaknya yang tertebus dengan bersyukur tiada henti.
Sejumlah Imam akan memimpin Novena Kanak-Kanak Yesus selama 9 hari dan Perayaan Ekaristi, yaitu : Mgr. Yohanes Harun Yuwono, RD. H. Gono Pratowo, RP. Elis Handoko. SCJ, RD. Stefanus Surawan, RD. Dionisus Anton Liberto, RP. Hans Rettob, MSC, RD. Petrus Sukino, RD. Yohanes Agung Apriyanto dan RD. Yohanes Kristianto.
Tema khusus Novena Kanak-Kanak Yesus, mulai tanggal 13 sd 23 Desember 2024, yaitu :
1. Hari ke 1, Jumat 13 Desember 2024 : Engkau jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu (Matius 1: 20-22).
2. Hari ke 2, Sabtu 14 Desember 2024 : Engkau Imanuel yang berarti Allah menyertai kita (Matius 1:23-24).
3. Hari ke 3, Senin 16 Desember 2024 : Engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai Engkau (Lukas 1:28-30).
4. Hari ke 4, Selasa 17 Desember 2024 : Engkau menyuruh gembala pergi ke Betlehem (Lukas 2:35-36).
5. Hari ke 5, Rabu 18 Desember 2024 : Engkau Betlehem, padamu akan bangkit seorang pemimpin (Matius 2:6-8).
6. Hari ke 6, Kamis 19 Desember 2024 : Engkau mengasihi mereka yang lelah dan terlantar (Matius 9:35-38).
7. Hari ke 7, Jumat 20 Desember 2024 : Engkau (Rabi) tinggal dimana? (Yohanes 1:35-42).
8. Hari ke 8, Sabtu 21 Desember 2024 : Engkau tidak jauh dari Allah (Markus 12:32-34).
9. Hari ke 9, Senin 23 Desember 2024 : Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel (Yohanes 1:48-51).






