“ Engkau tidak jauh dari Allah (Markus 12:32-34) “, inilah tema Novena Kanak-Kanak Yesus hari kedelapan di Gereja Santo Yoseph Palembang, Sabtu 21 Desember 2024 pukul 04.30 Wib. Novena dipimpin oleh RD. Petrus Sukino didampingi oleh RD. Yohanes Kristianto (Vikjen Keuskupan Agung Palembang), RD, Stefanus Surawan, RD. Dionisius Anton Liberto dan RD. Yohanes Agung Apriyanto. Diawali dengan penyalaan lilin Novena hari kedelapan oleh Romo Sukino.
Dalam renungan Novena hari kedelapan Romo Sukino mengatakan, Yesus secara tegas mengatakan bahwa hukum yang terpenting adalah mengasih Allah dan mengasih sesama. Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Lalu hukum yang kedua yang sama, kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Kita pun juga telah memiliki pemahaman seperti apa yang dikatakan Yesus tentang hukum mana yang terpenting dalam hidup kita sebagai orang Kristen, murid Yesus. Kita tahu bahwa yang terpenting adalah mengasihi Allah dan juga mengasihi sesama kita. Dengan demikian bahwa dengan pemahaman itu, dengan iman itu, kita pun tidak jauh dari Allah dan tidak jauh dari kerajaan Allah.
Kata tidak jauh itu artinya kita juga dekat tetapi belum masuk, kata tidak jauh itu memang sudah dekat, tetapi belum sungguh mengalami kerajaan Allah. Bagaimana caranya supaya sungguh bisa, tidak hanya sekedar dekat tetapi sungguh mengalami kerajaan Allah ketika kita mempraktekkan hukum itu. Dan inilah yang menjadi tugas kita masing-masing supaya kita juga tidak hanya sekedar tahu, paham tentang hukum yang penting, yang terpenting tapi kita juga menjadi pelaksana hukum Tuhan itu.
Supaya kita juga tidak hanya dekat dengan Allah, dekat dengan kerajaan Allah tetapi kita juga nantinya diperkenankan masuk dalam kerajaan Allah. Inilah yang perlu kita renungkan bersama terutama lewat hari-hari yang kita persiapkan untuk menyongsong kelahiran Sang Juru Selamat kita. Semoga kita tidak hanya tahu tentang Yesus tetapi kita mempraktekkan segala ajarannya, sekali lagi supaya kita tidak hanya sekedar tahu tentang kebenaran tetapi menjadi pelaksana kebenaran itu. Dengan demikian kita pun layak untuk masuk ambil bagian menikmati kemuliaan Tuhan dalam kerajaannya.
Sementara itu melalui homilinya Romo Sukino menyampaikan, salah satu sumber sukacita yang bisa membuat kita bahagia adalah orang-orang di sekitar kita. Sahabat, teman, kunjungan teman, bantuan teman, itu yang salah satu yang menjadi sumber sukacita. Pastilah kita merindukan itu, punya teman yang baik, punya sahabat yang baik. Tetapi mari kita juga merindukan bahwa bukan hanya kita yang merindukan orang lain berbuat baik kepada saya, orang lain mengunjungi saya, orang lain membantu saya, tetapi bagaimana juga kita pun berperan membawa sukacita, membawa kegembiraan seperti Maria yang mengunjungi Elizabeth.
Mari kita tidak hanya berharap, tetapi kita mengambil peran memberi kontribusi baik untuk sesama kita, semoga dalam aktivitas kita hari ini, tahapan perjumpaan, bantuan yang kita berikan kepada orang lain juga membawa sukacita bagi sesama sehingga kita tidak hanya berharap atas sukacita, tetapi kita juga menjadi sukacita bagi sesama.




