Katekumen adalah mereka yang baru memasuki proses pembelajaran dan persiapan untuk mengenal, memahami dan mengikuti ajaran Katolik serta persiapan menerima sakramen inisiasi, yaitu : Baptisan, Ekaristi dan Penguatan/Krisma. Sabtu 1 Maret 2025 merupakan hari istimewa bagi tujuh belas calon Katekumen tahun 2025 yang mengikuti upacara penerimaan tahap pertama dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yoseph Palembang pukul 17.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Yohanes Agung Apriyanto.
Romo Agung dalam homilinya mengatakan dengan sangat mudahnya kita melihat kelemahan, keburukan, kesalahan orang lain dan menghakiminya, sebagai orang yang berdosa orang yang layak untuk dijauhi dan bahkan kita menyatakan orang itu tidak layak dihadapan Tuhan. Tuhan Yesus ingin agar kita semua peka terhadap diri kita sendiri, peka terhadap kelemahan kita, sehingga kita tidak tergesa-gesa untuk menghakimi orang lain, tidak tergesa-gesa untuk melihat dan juga menyalahkan orang lain.
Kitab Sirakh mengingatkan kita bahwa kata-kata yang keluar dari mulut kita adalah apa yang mencerminkan dari dalam isi hati kita. Begitu juga yang disampaikan oleh Yesus “Yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” Ketika yang ada di dalam hatinya adalah sesuatu yang jahat, buruk, dan hanya menyombongkan diri maka yang keluar dari mulutnya adalah hal-hal yang buruk, jahat dan bahkan menjatuhkan orang lain dan juga membuat orang lain menjadi tidak bisa bertumbuh. Sebaliknya ketika yang ada di dalam hati kita adalah sesuatu yang benar, baik meneguhkan orang lain dan sesuatu yang merupakan kebenaran bisa disampaikan kepada sesama kita.
Kita bisa membersihkan balok dari mata kita sendiri, sebelum kita membersihkan balok serpihan kayu di mata orang lain. Balok itu adalah sesuatu penghalang bagi diri kita untuk melihat sesama kita sebagai saudara, sesama ciptaan yang dikasihi oleh Tuhan. Balok itu membuat kita melihat sesama kita sebagai musuh, orang yang patut disingkirkan, patut dihukum dan lain sebagainya, yang ada dalam diri kita hanyalah kebencian terhadap orang itu. Bahkan kebaikan yang dia lakukan akan menghasilkan perspektif yang buruk terhadap dirinya atau kita menilai bahwa perbuatan baiknya hanya sebagai tindakan untuk mencari muka atau mencari sensasi belaka.
Tuhan Yesus mengingatkan kita agar kita sungguh-sungguh menjadi orang Katolik, menjadi murid-muridnya yang membersihkan hati kita dengan baik, dengan membersihkan mata kita dari balok yang menutupi mata terhadap sesama kita. Patut kita bertanya dalam diri kita masing-masing, apakah diri kita sungguh sudah mencerminkan kasih Tuhan melalui perbuatan dan perkataan kepada sesama dan apakah hidup kita sudah mencerminkan kebaikan atau justru menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Semoga dengan demikian kita pun semakin peka terhadap diri kita, semakin sadar akan kelemahan kita dan berani untuk mengoreksi diri kita. Kita juga bertumbuh dalam semangat kerendahan hati, sehingga kita pun juga dapat hidup sebagai murid-murid Tuhan yang selalu mencerminkan kasih Tuhan kepada sesama kita, dalam tindakan maupun kata-kata kita.
Upacara penerimaan Katekumen tahap pertama diawali dengan penyerahan calon Katekumen oleh salah satu pendamping Heri Irnayanto kepada Romo Agung untuk dilantik. Calon Katekumen mohon dilantik karena mereka telah menentukan pilihan hidupnya agar semakin mantap mengikuti Yesus Kristus dalam hidup sehari-hari. Sebelum dilantik Romo Agung menanyakan kepada calon Katekumen apa yang diminta dari Gereja Allah, kemudian kepada wali baptis Romo Agung menanyakan kesediaan saudara saudari menolong para calon baptis ini menempuh jalan iman untuk menemukan Yesus Kristus dan mengikutinya.
Setelah Romo Agung menyerahkan Kitab Suci yang berisi ajaran Allah dan Injil Yesus Kristus Putra Allah semoga para Katekumen bertekun untuk membaca dan merenungkan sabdanya. Kemudian para calon Katekumen dipersilahkan menghadap umat untuk diperkenalkan, inilah para calon Katekumen dan kita tetap dukung mereka dalam pengajaran-pengajaran yang nanti akan diberikan oleh para pendamping dan para pengajar. Kita doakan mereka supaya bisa semakin setia dalam jalan yang telah mereka pilih untuk mengikuti Yesus Kristus.
Pelantikan pertama Katekumen adalah tahap awal dalam proses pembentukan rohani bagi orang yang ingin mengenal dan mengikuti ajaran Gereja Katolik juga pintu gerbang menuju kebenaran serta kehadiran Tuhan yang lebih dalam. Momen ini merupakan peristiwa penting menandai perjalanan spiritual yang penuh arti dan pengharapan bagi mereka yang mencari kebenaran dan pertumbuhan dalam iman, mari kita sambut mereka dengan penuh kasih.




