Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas cukup ramai dengan suara anak-anak yang berkumpul bersama di Aula Biara, Minggu 18 Mei 2025. Sekitar 100 orang anak dari Bina Iman Anak Paroki Santo Yoseph Palembang mengikuti kegiatan dalam rangka Minggu Ceria bersama Suster Charitas mulai pukul 08.00-12.00 Wib. Selama kurang lebih empat jam mereka berdinamika, bernyanyi, bermain game, mewarnai dan melakukan kunjungan ke beberapa tempat yang ada di Biara Suster Charitas.
Maria Jelita sebagai Koordinator Seksi Bina Iman Anak Paroki Santo Yoseph Palembang mengatakan tujuan kegiatan ini adalah dalam rangka bulan Maria dan Minggu Panggilan, agar anak-anak belajar Doa Rosario serta semakin mengenal kehidupan membiara dengan berkunjung langsung dan melihat tempat tinggal Suster, bahwa ada panggilan hidup menjadi Romo, Suster, Bruder, dan sebagainya selain cita-cita umum menjadi dokter, pilot, polisi dan lain-lain.
Harapannya agar anak-anak semakin paham doa Rosario, semakin rajin berdoa dan semoga ada yang terpanggil menjadi Romo, Suster atau Bruder, karena “panggilan” itu bisa datang kapan saja, waktu kecil karena suatu perjumpaan, suatu peristiwa dan pengalaman, maka anak-anak dibawa juga untuk mencoba baju-baju Romo, Suster dan lain-lain supaya bisa membayangkan.
Sementara itu Sr. M. Carolisa, FCh salah satu DPU Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas mengucapkan selamat datang di Biara Charitas dan kami sangat senang adik-adik berkunjung , saya ingin memperkenalkan siapa Suster Charitas. Sebelumnya anak-anak mari kita bernyanyi bersama “ Yesus pokok dan kita carangnya “. Nah, para Suster itu carangnya Tuhan Yesus, kalau Suster itu tidak tinggal di pokoknya maka tidak akan berbuah. Jadi Suster-Suster ini hidupnya mencintai Tuhan Yesus lalu menjadi satu dengan Yesus di pokok ini. Kalau Suster bersatu dengan pokok ini maka akan ada buahnya, buahnya adalah Suster-Suster bekerja di rumah sakit untuk orang sakit, menjadi guru di sekolah, juga melayani yang lain seperti guru sekolah minggu.
Kalau carang ini dipisah dia akan mati, nah para Suster kalau terpisah dari Tuhan Yesus dia tidak akan berbuah, maka para Suster Charitas juga harus bersatu dengan Yesus supaya bisa berbuah. Jika mau mengenal Suster Charitas lihat bajunya, namanya Habed untuk hari raya dan hari biasa warnanya putih, lalu Suster pakai kerudung namanya slayer. Kemudian kalung yang dipakai Suster Charitas ini ada tiga tiga dan ada liontinnya supaya nanti bisa membedakannya. Juga ada salib, yang di tengah ada huruf C dan huruf H artinya Charitas, kalau Charitas dalam bahasa Indonesianya artinya : cinta kasih, jadi Suster-Suster melayani dengan cinta kasih.
Mengakhiri kegiatan Maria Jelita mengucapkan terima kasih karena Bina Iman Anak Paroki Santo Yoseph Palembang sudah bersenang-senang hari ini dan boleh berkumpul di Biara Suster-Suster Charitas dan kami juga memberikan tanda kasih dari anak-anak untuk Suster Charitas.
Dalam kesempatan ini bersama Suster Charitas anak-anak juga diajak untuk mengunjungi beberapa tempat yang ada di Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas, yaitu : Kapel Biara FCh Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tanpa Noda, Gua Maria (Bunda Maria Yang Terkandung Tanpa Noda), Pondok Rohani Moeder Theresia Saelmaekers, Ruang Rekreasi Fransiskus, Ruang Makan Santa Anna dan Taman Getsemani. Mereka dibagi dalam enam kelompok dan masing-masing didampingi oleh Suster Charitas serta pendamping BIA untuk mengenal lebih dekat dengan Suster Santo Fransiskus Charitas. Dengan berbaris dan memakai topi, anak-anak mulai berjalan penuh semangat dan ceria anak-anak secara bergantian mengunjungi dan bersalaman dengan para Suster yang juga didampingi oleh para orang tua. Acara diakhiri dengan pembagian bingkisan serta sovenir oleh para Suster Charitas di luar Aula Biara Charitas.




