Sabtu Sore
17.30 : Koor : PS. Rejoice Organis : PS. Rejoice
Tata Laksana : Lingkungan Emmanuel 2
Minggu Misa I
06.30 : Koor : Lingkungan Santo Beda Organis : Regita
Tata Laksana : Lingkungan Santo Timotius
Minggu Misa II
08.30 : Koor : SMP Xaverius 1 Organis : SMP Xaverius 1
Tata Laksana : Komunitas Kerahiman Ilahi
Minggu Misa III
17.00 : Koor : Wilayah VII Organis : Melisa
Tata Laksana : Lingkungan Santo Fransiskus Assisi
Penanggalan Liturgi Minggu Ini
Minggu 18 Mei 2025 : Hari Minggu Paskah V (P) Kis. 14:21b-27; Mzm.145:8-
9,10-11,12-13ab; Why. 21:1-5a; Yoh. 13:31-33a,34-35
Senin 19 Mei 2025 : Hari Biasa Pekan Biasa V Paskah (P) Kis. 14:5-18; Mzm.
115:1-2,3-4,15-16; Yoh. 14:21-26
Selasa 20 Mei 2025 : Hari Biasa pekan biasa V Paskah (P): Kis. 14:19-28; Mzm.145:10-11,12-13ab,21; Yoh. 14:27-31a
Rabu 21 Mei 2025 : Hari Biasa Pekan Biasa V Paskah (P): Kis. 15:1-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Yoh. 15:1-8
Kamis 22 Mei 2025 : Hari Biasa Pekan Biasa V Paskah (P): Kis. 15:7-21; Mzm. 96:1-2a,2b-3,10; Yoh. 15:9-11
Jumat 23 Mei 2025 : Hari Biasa Pekan Biasa V Paskah (P) Kis. 15:22-31; Mzm.
57:8-9,10-12; Yoh. 15:12-17
Sabtu 24 Mei 2025 : Hari Biasa Pekan Biasa V Paskah (P) Hari Sabtu Imam
Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15:18-21
Minggu 25 Mei 2025 : Hari Minggu Paskah VI (P) Kis. 15:1-2,22-29;Mzm. 67:2-3,5,6,8; Why. 21:10-14.22-23; Yoh. 14:23-29
RENUNGAN (Yoh. 13:31-33a,34-35) Hidup dalam Kasih
Injil hari ini mengisahkan Yesus berkata: “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” Yesus memberikan perintah agar setiap umat saling mengasihi. Namun yang menarik Yesus menyebut perintah kepada setiap umat saling mengasihi sebagai perintah baru. Apakah benar dalam ucapan Yesus tersebut terdapat “perintah” yang benar-benar baru? Kata “perintah baru” berasal dari kata: kainos entole menunjuk dimensi kebaruan dalam mandat yang diberikan oleh Yesus kepada para murid-Nya. Karena itu kata kainos entole diterjemahkan ke dalam bahasa Latin menjadi mandatum novum. Sebagai mandat Kristus, maka perintah tersebut harus dilaksanakan sebagai ciri dan pola hidup setiap umat percaya. Ciri utama dari “perintah baru” dari Yesus tersebut adalah “supaya kamu saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu.” Dimensi kebaruannya adalah terletak pada: “sama seperti Aku telah mengasihi kamu.” Para nabi dan para tokoh pendiri agama tentu mengajar agar umat saling mengasihi, tetapi Yesus menekankan pengajaran tersebut pada jalan hidup dan misi hidup-Nya yaitu mengasihi dengan berkurban dan menyerahkan nyawa-Nya.
Makna “kasih” yang dipakai adalah agape (Yoh. 13:34), yaitu : kasih ilahi yang bersedia berkurban. Padahal kasih ilahi yang berkurban dilakukan oleh Yesus melalui kehinaan dan penderitaan hingga wafatNya dalam peristiwa salib. Dalam kemuliaan Allah terkandung kehinaan, penderitaan dan kematian Kristus. Sebaliknya dalam penderitaan dan kematian Kristus yang begitu hina terpancarlah kemuliaan Allah yang begitu agung dengan kasih-Nya yang menyelamatkan. Dengan demikian melaksanakan perintah baru” atau mandatum novum dari Yesus berarti setiap umat dipanggil mengasihi Allah dan sesama dengan kesediaan menderita dan mengurbankan diri, barulah umat akan mengalami kemuliaan Allah dalam kehidupan mereka. Kemuliaan Allah di dalam Kristus tidak dapat dicapai dengan kasih yang standar, tetapi kasih yang bersedia memberikan diri untuk keselamatan sesama. Karena itu ciri khas dari “perintah baru” (mandatum novum) dari Yesus terletak pada “supaya kamu saling mengasihi sama seperti Aku telah mengasihi kamu.” Landasan etis yang utama dari “perintah baru” dari Yesus adalah “seperti Aku telah mengasihi kamu.” Sebab Yesus mengasihi para murid-Nya dengan kesediaan-Nya berkurban dan memberikan nyawa-Nya. Sikap Yesus yang mengasihi para murid-Nya sampai kesudahannya terlihat dari kesaksian Yohanes 13:1 yaitu: “Sama seperti Ia senantiasa mengasihi murid-murid-Nya demikianlah sekarang Ia mengasihi mereka sampai kepada kesudahannya.” Jadi apabila setiap umat percaya melakukan
mandat dari Yesus tersebut umat mengalami akan mengalami kebaruan
dan kemuliaan Allah dalam kehidupan mereka, yaitu mengasihi dengan
berkurban bagi sesamanya. Kasih sebagai landasan etis bagi setiap umat percaya kepada Yesus tersebut diperdalam pemaknaannya. Sebab selain kasih sebagai landasan etis juga menjadi ciri identitas orang Kristen. Kasih Yesus yang bersedia berkurban merupakan landasan etis yang diresapi oleh nilai-nilai dan pengalaman kasih umat bersama Kristus. Mari kita hidup seturut Kasih Yesus. Semoga
