Tahun Baru : Memberikan Kita Keberanian Memikul Tanggungjawab Seperti Bunda Maria

January 1, 2026
Tahun Baru : Memberikan Kita Keberanian Memikul Tanggungjawab Seperti Bunda Maria

Palembang – Umat Paroki Santo Yoseph Palembang mengawali tahun baru 2026 dengan mengikuti Perayaan Hari Raya Santa Perwan Maria Bunda Allah, Kamis 1 Januari 2026 pukul 08.30 Wib yang dipimpin oleh RD. Stefanus Surawan didampingi oleh RD. Dionisius Anton Liberto.

Dalam homilinya Romo Surawan mengatakan, Maria Bunda Allah merupakan ajaran resmi Gereja yang  menegaskan bahwa Yesus adalah satu pribadi Allah dengan dua kodrat yaitu : manusiawi dan ilahi, dipersatukan dalam persekutuan yang sempurna Tritunggal Maha Kudus dan terutama terkait dengan Yesus sekaligus Allah sekaligus manusia. Gereja juga menegaskan ajaran tentang Bunda Maria yang pada hari ini kita merayakan, Maria Bunda Allah.  Tujuan perayaan ini adalah untuk menghormati peran Bunda Maria dalam misteri penyelamatan. Tetapi pada saat yang sama Gereja ingin menyampaikan pujian atas martabat yang unik kepada Bunda Kudus melalui siapa kita yang telah diberi karunia kehidupan oleh Sang Pencipta.

Maria menjadi Bunda Allah saat Maria dalam iman dan kemanusiaannya yang secara bebas, secara tegas, secara sukarela menerima kabar yang dibawa oleh Malaikat Gabriel bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak yang harus diberi nama Yesus. Pertama-tama Maria menerima Yesus dalam iman, pada saat Maria mengatakan, Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanmu. Kemudian Maria menerima Yesus dalam rahimnya menjadi ibu biologis bagi Yesus dan penerimaan Maria inilah yang kemudian melandasi ajaran Gereja tentang Maria sebagai Bunda Allah karena perawan Maria yang saat malaikat menyampaikan warta, menerima sabda Allah dalam hati, dalam iman, dan tubuhnya secara biologis. Lalu melahirkan hidup bagi dunia yang dianggap dan dihormati benar-benar sebagai Bunda Allah dan Bunda Penebus. 

Maria menjadi Bunda Allah tentu saja bukan karena dirinya sendiri tetapi karena rahmat Allah.  Maria bekerjasama dalam karya juru selamat uUntuk memugar kehidupan adikodrati jiwa-jiwa dengan ketaatan, dengan iman, dengan harapan dan cinta kasih yang berapi-api. Oleh karena itulah ia menjadi Bunda Allah dalam tata rahmat, inilah ajaran Gereja tentang Maria Bunda Allah menjadi sesuatu yang luar biasa. Karena ini dirayakan persis di awal kita menjalani tahun yang baru, dengan demikian dogma Maria Bunda Allah bukan semata-mata untuk menghormati Maria tetapi terutama untuk menghormati Yesus yang walaupun sungguh-sungguh manusia namun juga sungguh-sungguh Allah.

Maria menjalankan perannya sebagai Bunda Allah dengan keteguhan imannya, mengandung Yesus, melahirkan Yesus, mendidik Yesus dan bahkan menemani Yesus sampai di kayu salib. Pada saat Maria berdiri di bawah kaki salib melihat Putranya tergantung di sana, inilah keteguhan Maria dalam menjalankan perannya, menyimpan sang firman dalam hidupnya dan menunjukannya dalam cara hidupnya juga. Semoga perayaan ini memberikan kita juga keberanian untuk memikul tanggung jawab yang sama seperti Bunda Maria perlihatkan kepada kita. Semoga di awal tahun baru ini di tengah orang mungkin masih tertidur dan anda memohon untuk perjalanan satu tahun ke depan, sungguh anda diberkati dengan rahmat Allah seperti yang Bunda Maria alami.

Semoga berkat Tuhan, pemeliharaan Tuhan dan perlindungan Tuhan senantiasa menyertai anda di tahun yang akan kita lewati bersama dan kita semua juga menjadi sukacita bagi orang-orang yang ada di sekitar kita,

Leave a Reply


1 + 1 =