Melalui Baptisan Kita Selalu Dimurnikan Dan Terlibat Dalam Kehidupan Gereja

January 12, 2026
Melalui Baptisan Kita Selalu Dimurnikan Dan Terlibat Dalam Kehidupan Gereja

Palembang – Gereja Katolik merayakan Perayaan Pesta Pembaptisan Tuhan, mengakhiri lingkaran Natal dalam kalender liturgi. Pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis di Sungai Yordan merupakan permulaan tugas untuk melayani orang lain sebagai utusan Bapa, Yesus membawa warta dan mnegajak semua orang untuk mendengarkanNya. Perayaan Ekaristi di Gereja Santo Yoseph Palembang, Minggu 11 Januri 2026 pukul 08.30 Wib dipimpin oleh RD. Hyginus Gono Pratowo.

Dalam homilinya Romo Gono menyatakan,  kalau dalam Gereja masih terdengar suara anak-anak, maka kita optimis tahun yang akan datang, atau beberapa tahun yang akan datang, Gereja ini masih tetap berdiri, artinya masih ada penerus-penerus kita, masih banyak anak-anak yang sekurang-kurangnya tetap setia kepada Yesus dan tetap menjadi Katolik, inilah harapan, impian kita ke depan, anak-anak akan menjadi masa depan Gereja.

Dalam Pesta Pembaptisan Tuhan hari ini sekaligus momen yang dipakai oleh anak-anak untuk merayakan Perayaan Natal dan Tahun Baru, ingin mengajak kita untuk kembali merefleksikan identitas kita sebagai orang yang dibaptis. Anda sebagai orang tua, tentu masih ingat janji perkawinan yang Anda ucapkan di hadapan imam, di hadapan saksi, dan umat beriman. Salah satu janji yang diucapkan adalah mendidik anak-anak dalam iman Katolik, artinya anda bertanggung jawab untuk membaptiskan anak-anak  dan bertanggung jawab untuk mendidik iman anak-anak anda sampai pada akhir. Artinya sampai anak-anak ini memilih hidupnya menjadi suami istri, hidup berkeluarga dalam iman Katolik tidak ada tawar-menawar, sampai akhir hayat anda bertanggung jawab untuk mempertahankan iman anak-anak  dalam baptisan Gereja Katolik. 

 Inisiasi merupakan upacara resmi pengakuan atas seseorang menjadi anggota keluarga penuh atau dewasa dan dalam berbagai pemilihan diusahakan yang terbaik, memiliki kriteria antara lain : cerdas, jujur, rajin, dan dicintai banyak orang. Sebelum melaksanakan tugasnya, Yesus menerima baptisan dari Yohanes sebagaimana dialami oleh banyak orang sebagai pernyataan tobat.  Yesus dibaptis karena ingin solider kepada manusia yang berdosa ini dan ingin menjadi bagian dalam kehidupan manusia, Yesus ingin dekat dengan kita, orang-orang yang lemah dan orang yang berdosa ini. 

Yesus sama dengan manusia kecuali dalam hal dosa. Yesus tidak berdosa, Yesus adalah yang Ilahi, Kudus adanya, maka dalam Pesta Pembaptisan ini kita diingatkan bahwa baptisan kita adalah baptisan yang suci. Anda dikuduskan, disucikan dan diangkat menjadi anak Allah, maka anak-anak yang anda didik saat ini juga anak-anak Allah, yang sudah dikuduskan,  disucikan dan  dimeteraikan menjadi anak-anak Allah anggota Gereja. Maka sampai kapanpun baptisan itu tidak akan hilang, tidak bisa dihapus sampai dengan akhir hayatnya walaupun nanti mungkin dia menikah di luar gereja Katolik, tetapi baptisannya itu tetap ada tidak bisa dihilangkan karena baptisan Katolik itu dibawa sampai mati. Maka tugas kita sebagai orang tua yang membaptiskan anaknya harus tetap menjaga iman Katolik dalam diri anak-anaknya sampai pada akhir hayatnya.

Bagaimana mempertahankan iman anak-anak dalam hidupnya, yang pertama adalah selalu dekatkanlah anak dengan Gereja, jangan asing dengan Gereja, ada Sekolah Minggu,  Bina Iman Anak masukkanlah anak-anak anda ke komunitasnya supaya ia mengenal namanya Gereja, siapa itu pastor dan suster serta mengenal Ekaristi.  Maka Bapak, Ibu, jangan pernah kecil hati mengajak anak anda yang mungkin “ ribut, nakal “ di Gereja, jangan pernah takut dan jangan pernah ragu, ajaklah anak itu ke dalam Gereja. Tidak usah takut kalau anak kita itu ribut, karena dunianya demikian, dunianya adalah dunia bermain. Ada tempat Gereja memfasilitasi, ada tempat untuk anak-anak yang demikian, kita punya aula, kita punya taman doa dan  tempat lain untuk tempat anak-anak itu bermain dengan teman-teman sekomunitas. 

Maka saya tetap mengajak anda, ajaklah dan bawalah anak-anak anda ke dalam Gereja setiap hari minggu, bawalah anak-anak anda dalam pelukan Yesus. Pesta pembaptisan Tuhan mengingatkan kita, bahwa kita semua telah dibaptis, bahwa kita semua telah dikuduskan, bahwa kita semua telah diangkat menjadi anggota Gereja. Anda semua sudah diangkat menjadi anak-anak Allah yang sudah ditebus oleh Yesus Kristus sendiri. Maka tanggung jawab kita, selain mempertahankan iman Katolik, selain mendidik anak-anak anda dalam iman Katolik, anda harus terlibat dalam Gereja Katolik, ada komunitas-komunitas yang ada dalam Gereja ini.  Masuklah dalam Komunitas Devosional ada Gerakan Imam Maria, Kerahiman Ilahi, Legio Maria, Komunitas Sakramen Mahakudus dan lain sebagainya. Mari, kita libatkan hidup kita dalam kehidupan Gereja, semakin kita melibatkan diri dalam kehidupan Gereja, semakin kita terlibat untuk memberikan hidup kita kepada Allah, iman anda itu semakin hidup, semakin berkembang karena iman tanpa perbuatan adalah mati dan tidak berguna.

Iman yang berguna adalah ketika banyak orang merasakan kehadiran anda, berkat dari anda, dan merasakan manfaat dari kehadiran anda itu. Mari, anak-anak diundang untuk aktif dalam kegiatan Bina Iman Anak, Remaka, OMK, Midinar dan orang tua juga diundang dalam kegiatan-kegiatan yang ada di Gereja ini sehingga menjadi hidup dana hidup devosi anda itu berjalan. Anda aktif,  tekun,  memberikan hidup kepada Gereja, maka Gereja ini akan semakin hidup. Gereja bukan tempat yang besar, bukan tempat yang megah, tetapi Gereja itu adalah anda semuanya, baik dari kecil maupun tua, persekutuan umat Allah yang berziarah menuju kepada keselamatan yang ada hanya dalam Yesus Kristus. Semoga melalui Perayaan Pembaptisan Tuhan, baptisan kita semakin dimurnikan,  semakin disegarkan dan semua terpanggil untuk terus melibatkan diri dalam kehidupan Gereja, masyarakat, dan negara.

Leave a Reply


6 + 1 =