Palembang – Ballroom Charitas Pusat menjadi saksi puncak Perayaan 100 tahun Charitas berkarya di Indonesia yang dengan meriah, Kamis 9 Juli 2026. Kemeriahan acara bertambah dengan penampilan drama musikal berakar dan berbuah yang menggambarkan perjalanan Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas di Indonesia, pukul 19.40 Wib. Acara ini selain dihadiri oleh para imam KAPal juga dihadiri para Uskup dimana Komunitas Charitas hadir Di Indonesia.
Sr. M. Patricia, FCh sebagai Pemimpin Umum Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas mengatakan, 100 tahun bukanlah deretan angka dalam kalender namun sebuah bentangan kisah pusaka seabad ziarah kasih, kesetiaan dan pengorbanan yang tangguh. Terima kasih kepada para Suster atas persembahan diri kita semua, berjalan bersama di dalam Kongregasi Suster Santo Fransiskus Charitas. Mari para Suster terus menerus kita bertobat secara total, radikal, mungkinkah ada yang perlu kita benahi dalam hati kita, dalam kesaksian pengongsongan diri kita, dalam gerak dinamika pelayanan kita.
Seabad bukanlah titik henti, seratus tahun adalah batu loncatan menuju langit dan bumi yang baru, sembari menancapkan akar, sembari bergantung kepada kasih karunia Tuhan, sembari kita membawa warisan nilai-nilai luhur Kongregasi, kita ditantang untuk terus melangkah maju dengan semangat yang inovatif, dinamis, tanggap terhadap tanda-tanda zaman, tidak lelap dalam kenyamanan masa lalu. Kita mau menantap masa depan kita untuk melahirkan kreativitas-kreativitas baru dalam pelayanan, merangkul teknologi dengan hati yang tetap, penuh empati dan menjadi oase relevan bagi generasi yang akan datang. Kita berharap dan kita bergerak agar kasih Charitas itu terus mengakar, bertunas, bertumbuh, bertambah dan berbuah.
Senantiasa kami merindukan doa dan bentuk dukungan apapun supaya kami para Suster Charitas terus menerus menghidupi spiritualitas kami, menghidupi belarasa yang tak terbagi sehingga kehadiran kami dimanapun berada, kami menjadi tanda pengharapam bagi saudara-saudari kita yang menderita, yang miskin, yang kecil dan tersingkir. Semoga kami juga makin menjadi jembatan-jembatan perdamaian di tengah Komunitas dan pelayanan, di tengah Gereja dan dunia, demi utusan diri kami, demi keselamatan sesama dan demi kemuliaan Tuhan.
Pada kesempatan ini Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru turut hadir di Ballroom Charitas Pusat didampingi oleh pejabat-pejabat Provinsi dan pemerintah Kota Palembang. Dalam sambutannya Herman Deru mengatakan, turut berbahagia karena bisa menghadiri secara langsung ulang tahun satu abad pelayanan Rumah Sakit Charitas. Satu bukti bahwa pelayanan di Rumah Sakit Charitas ini adalah pelayanan yang terus update dengan keinginan masyarakat. Bisa survive selama seratus tahun meskipun manajemen SDM-nya bisa berganti-ganti, mungkin susternya bisa berganti, dokternya bisa berganti tapi selalu meninggalkan jejak baik. Standar pelayanan yang dirasakan masyarakat, Palembang pada khususnya OKU Timur.
Ini merupakan sumbangsih kepada pemerintah, karena kita tidak bisa mengandalkan hanya melulu dari pemerintah. Saya bagian dari pemerintah juga mengakui sangat terbantu dengan adanya pelayanan kesehatan yang ada di Rumah Sakit Charitas yang telah memberikan bukti nyata, dipercaya oleh masyarakat dan terus mengupgrade baik infrastruktur maupun keahlian sumber daya manusia yang melayani di sini. Ini merupakan aset yang tidak bisa hanya diklaim milik lembaga tertentu.
Charitas sudah dirasakan menjadi milik masyarakat Sumatera Selatan apapun agamanya, latar belakang dan sukunya sudah mengakui bahwa rumah sakit ini telah memberikan pelayanan terbaiknya. Maka di kesempatan tepat satu abad ini, pemerintah provinsi memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada segenap sumber daya manusia yang pernah dan saat ini juga masih melayani di rumah sakit ini dan semua cabang Charitas. Harapan saya tetaplah jaga jati diri karena sudah menjadi labelnya Charitas pelayanan cepat tanggap, pelayanan ramah, pelayanan berkah yang harus dipertahankan, meskipun sumber daya manusianya ada yang mungkin sudah mendekati pensiun, yang baru dengan didikan yang telah diberikan bisa terus eksis, label sebagai Charitas rumah sakit dengan kebersihan yang terjaga dan keramahan.
Saya berani mencanangkan “ Sumsel Health Tourism 2026 “ dengan izin Kementerian Kebudayaan , Pariwisata dan Kesehatan. Kita semua, setiap manajemen rumah sakit, dan manajemen pelayanan kesehatan, sadar bahwa kita ini dimilai orang tentu kita akan berbenah bagaimana merevitalisasi puskesmas dan meningkatkan kapasitas nakes. Salah satunya saya menilai Charitas adalah rumah sakit yang sudah siap untuk menerima setiap layanan kesehatan atas dasar apa yang kita canangkan, “ Sumsel Health Tourism 2026 “.
Kepada Manajemen Charitas untuk kita sama-sama meyakinkan masyarakat di Sumatera Selatan bahwa berobat di Sumatera Selatan salah satunya di pelayanan kesehatan Charitas ini tidak kalah dibanding dengan negara tetangga, ini yang harus kita terus dengungkan. Saya apresiasi luar biasa untuk Charitas yang terus berbenah, terus membangun dan terus memberikan pelayanan terbaiknya, selamat ulang tahun ke 100 Dirgahayu Charitas di Indonesia khususnya di Sumatera Selatan.





