PALEMBANG – Mengenang kembali masa kecil sekaligus mensyukuri perjalanan hidup rohaninya, (RP) Paulus Yohanes Krisostomus, CSE, menggelar Misa Perdana (Primitia) di Gereja Katolik St. Yoseph, Jalan Jenderal Sudirman, Palembang, pada Selasa (14/7/2026) pukul 17.30 WIB. Misa syukur ini dipimpin langsung oleh Romo Paulus dengan didampingi oleh Uskup Emeritus Keuskupan Agung Palembang, Mgr. Aloysius Sudarso, SCJ. dan beberapa konselebran lainnya. Kehadiran ratusan umat dari Dekanat Palembang sekaligus menjadikan momen ini sebagai ajang reuni hangat bagi para alumni, mantan guru, dan teman masa kecil Romo Paulus sewaktu bersekolah di SD Xaverius 2 Palembang.
Dari Dunia Korporat Menuju Altar Suci
Bagi Romo Paulus, tahbisan imamat yang diterimanya bukanlah sebuah prestasi pribadi atau puncak karier, melainkan sebuah anugerah murni dari Sang Pencipta. “Tahbisan ini adalah rahmat, bukan pencapaian. Tuhan mengundang saya untuk melayani secara total bukan karena jasa-jasa saya, melainkan karena kemurahan-Nya. Ini adalah momen penyerahan diri sepenuhnya untuk menjadi saksi hidup kehadiran Kristus di dunia,” ungkap Romo Paulus.
Kisah panggilannya terbilang unik dan tidak terduga. Lulusan Teknologi Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) ini semula meniti karier mapan di dunia profesional dengan cita-cita menjadi pengusaha sukses yang merdeka secara finansial. Namun, sebuah peristiwa rohani pada perayaan ulang tahunnya yang ke-28 mengubah haluan hidupnya secara drastis. Saat itu, sang pengkhotbah menyampaikan pesan mendalam: “My son, when will you surrender yourself to Me?” Kalimat tersebut mengetuk pintu batinnya. Setelah melalui proses diskresi (discernment) yang panjang, ia memutuskan melepaskan kenyamanan materi dan masuk ke Biara Congregatio Sancti Eliae (CSE) pada tahun 2015.
Menundukkan Ego dan Menemukan Sukacita dalam Kesederhanaan
Peralihan dari seorang profesional yang mandiri menjadi seorang biarawan menuntut proses adaptasi yang tidak mudah. Romo Paulus mengenang bagaimana ia harus belajar hidup dalam kesederhanaan dan ketaatan total di dalam komunitas. “Kalau dulu saya bebas membeli apa saja dan pergi ke mana pun, di biara bahkan untuk membeli alat tulis atau sampo pun saya harus meminta izin. Tantangan terbesarnya adalah merendahkan hati dan menundukkan ego saat pemikiran saya berbeda dengan formator,” kenangnya sembari tersenyum. Menapaki penugasan di Tahun Yubileum 2026 yang mengusung tema pengharapan, Romo Paulus membawa misi untuk menghadirkan sukacita bagi sesama. Mengusung moto tahbisan dari Filipi 2:5, “Kenakanlah pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,” ia berkomitmen untuk senantiasa memancarkan kasih Kristus di mana pun ia diutus.
Profil Singkat & Riwayat Hidup RP Paulus Yohanes Krisostomus, CSE
Nama Lengkap (KTP): Steven Wijaya
Nama Panggilan Kecil: David
Tempat, Tanggal Lahir: Palembang, 29 Desember 1987
Orang Tua: Hariyanto Wijaya (Ayah) & Nurlaila Jakub (Ibu)
Asal Paroki: St. Petrus, Lubuk Baja, Batam
Riwayat Pendidikan & Perjalanan Pastoral:
1993–1998: SD Xaverius II, Palembang (Pindah ke Batam pada kelas 5 karena situasi yang tidak kondusif saat itu)
1998–1999: SD Yos Sudarso, Batam
1999–2002: SMP Kwang Hua (Malaysia) & SMP Djuwita International School (Batam)
2002–2005: SMA Pangudi Luhur van Lith, Muntilan, Jawa Tengah
2005–2009: S1 Teknologi Informatika, Institut Teknologi Bandung (ITB)
2015–2018: Masa Postulan & Novisiat di Biara CSE, Pertapaan Shanti Bhuana, Cikanyere, Jawa Barat
2018–2024: S1 & Program Imamat di Sekolah Tinggi Katolik Seminari (STIKAS) St. Yohanes Salib, Bandol, Kalimantan Barat
2024–2025: Tahun Orientasi Pastoral (TOP) di Paroki St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus, Simpang Tiga, Keuskupan Agung Pontianak
9 Juni 2026 Ditahbiskan sebagai imam di Cikanyere Bogor
Dukungan penuh dari keluarga menjadi pilar penting dalam keteguhan panggilannya. Romo Paulus selalu mengingat pesan mendalam dari sang ibu yang terus menguatkan langkahnya: “Jadilah seorang frater yang sungguh-sungguh, jangan yang setengah-setengah.” Melalui Misa Perdana di Palembang ini, Romo Paulus berharap kehadirannya dapat membagikan pengharapan dan meneguhkan iman umat, khususnya bagi mereka yang seang mencari dan mendengarkan panggilan Tuhan dalam hidup mereka.
Penulis Berita : Andreas Daris Awalistyo Dokumentasi Foto : Pribadi



