Pertemuan Perdana Orang Tua Calon Komuni Pertama

January 12, 2026
Pertemuan Perdana Orang Tua Calon Komuni Pertama

Palembang – Bidang Pewartaan DPP Santo Yoseph Palembang melalui Seksi Persiapan Komuni Pertama  mengadakan pertemuan perdana bersama delapan puluh empat orang tua calon komuni pertama sebagai pembekalan untuk mendukung kegiatan proses belajar bagi anak-anak calon komuni pertama di Aula Pastoran Santo Yoseph Palembang, Minggu 11 Januari 2026  pukul 10.00 Wib.

Dalam sambutannya Koordinator Bidang Pewartaan, Fransiskus Untung Supriyanto mengatakan, pembekalan dari  para pengajar merupakan salah satu persiapan komuni pertama ini tentu sangat penting,  ada beberapa ketentuan-ketentuan yang sudah dibuat oleh seksi  yang juga sudah dikonsultasikan dengan Romo Paroki dan DPP itu menjadi panduan bagi kita semua untuk mendampingi mendidik anak-anak. Semoga pendampingan kita bersama-sama sungguh meningkatkan iman dengan pemahaman yang baik bagi anak-anak kita. 

Billy Jaya, Ketua DPP Santo Yoseph Palembang, mengucapkan terima kasih  kepada para orang tua yang telah  hadir dalam pertemuan ini, ada yang menarik dari homili Romo Gono dalam Misa tadi bahwa kita sudah berjanji di perkawinan akan mendidik anak kita secara Katolik, syukur Bapak, Ibu sekalian menjalankan tugas ini. Tidak mudah menjalankan tugas ini setidaknya membawa anak kita untuk Komuni Pertama dan ini sudah luar biasa menjalankan tugas kita sebagai orang tuanya.  Anak kita itu anak-anak Allah, anak-anak Kudus, kalau salib atau kalung,  benda suci  sudah diberkati, benda kudus maka tidak boleh kita sembarangan, kita harus rawa, semoga anak-anak kita yang Kudus itu juga sungguh kita rawat, kita pelihara, kita perlakukan seperti kalau salib itu benda mati, kita perlakukan dengan baik. 

Komuni Pertama ini  merupakan pintu gerbang kita membawa anak untuk meningkatkan, betul-betul mendidiknya secara Katolik.  Tentu dalam proses pelaksanaan ini sangat membutuhkan dukungan Bapak-Ibu sekalian saat mengikuti proses belajar yang tidak mudah juga dengan kesibukan kita seperti itu orang tua. Tapi itu adalah tantangan, bukan sebuah hambatan bagaimana kita mendidik anak kita secara Katolik. Kami menyampaikan kepada seluruh orang tua bahwa proses komuni pertama, belajar dalam proses persiapan untuk komuni pertama itu ditanggung biaya oleh Gereja, karena sebelumnya selalu ada problem di situ. 

Tapi ingat, komuni pertama ini ketika komuni pertama seumur hidup, sekali dalam seumur hidup. Tentunya dalam tradis Katolik  ada perayaan syukur setelah menerima komuni pertama, itu tentu adalah tanggung jawab Bapak-Ibu sekali. Jadi, proses belajar itu tanggung jawab kita sebagai Gereja, kita semua, saya tidak mengatakan kami atau Panitia saja yang jadi pengurus, karena Gereja itu adalah kita. Nah, tanggung jawab kita sebagai Gereja itu di saat penerimaan komuni pertama. Tapi, perayaan syukurnya mohon dukungan, bantuan Bapak-Ibu sekalian. Terima kasih juga kepada para pendamping dan pengajar, yang telah bersusah payah menyiapkan waktu untuk anak-anak kita untuk menerima komuni pertama nanti. Para pengajar, sungguh luar biasa menyiapkan waktunya setiap minggu untuk mengajar anak-anak kita sampai membawa anak-anak kita kepada komuni pertama yang telah berkenan untuk melaksanakan tugas ini.

Sementara itu RD. Hyginus Gono Pratowo, Pastor Paroki Santo Yoseph Palembang dalam pengarahannya mengatakan, apa yang sudah disampaikan Suster dan juga Tim, saya rasa itu sudah dipertimbangkan dengan matang, sudah disusun jadwal dan sebagainya, kita ikuti dulu nanti dalam perjalanan mungkin ada kendala, bisa kita diskusikan bersama. Tetapi sekurang-kurangnya dari awal ini, kita sudah punya patokan, punya bahan, punya hal-hal pokok yang harus disampaikan, maka kerjasama Bapak, Ibu, tentu sangat kami harapkan supaya anak itu menjadi kooperatif, mau kerjasama dengan kita, maka kita akan fasilitasi semuanya. Perlu diketahui bahwa Dekanat Palembang  ada kesepakatan bersama tentang pendampingan, baik itu Katekumen, Komuni Pertama, Krisma dan Sakramen lainnya, hendaknya dikembalikan di Paroki masing-masing dan Dekanat Palembang ada 11 Paroki. Maka ada kebijakannya di usahakan bahan-bahannya akan sama, ada kerjasama antar pengajar supaya nanti kita semua bergerak bersama dan yang disampaikan juga sama. Tahun ini adalah Tahun Devosi, maka apa yang menjadi penekanan nanti juga akan sama, terima kasih atas kerjasama anda sekalian dan terima kasih sudah hadir berkorban untuk anak-anak yang anda dan kita cintai. 

Sebanyak delapan puluh empat calon komuni pertama berasal dari Paroki Santo Yoseph Palembang dan Stasi Santo Hilarius dan akan mulai pembelajaran tanggal 18 Januari 2026. Untuk penerimaan komuni pertama diadakan tanggal 7 Juni 2026, selama menjalani masa persiapan calon komuni pertama wajib hadir dan aktif dalam pembinaan setiap hari Minggu pukul 10.30-12.00 Wib dengan membawa buku tulis, pena, Kitab Suci dan Puji Syukur. Selain itu mereka juga diwajibkan bersama orang tua untuk mengikuti Misa Rabu Abu tanggal 18 Februari 2026, Misa Minggu Palma 29 Maret 2026, ujian lisan dan praktek diadakan tanggal 17 Mei 2026, kemudian ujian praktek pengakuan dosa tanggal 24 Mei 2026, rekoleksi tanggal 31 Mei 2026 dan 4 Juni 2026 akan dilakukan ibadat tobat serta penerimaan Sakramen Tobat.

Nama-nama para pendamping dan pengajar Calon Komuni Pertama, yaitu : Sr.  M. Luisa, FSGM, Sr. Albertine, FCh, Supriyantoro, Sr. M. Viany, FCh, Sr. M. Verolin, FCh, Sr. M. Innocentia, FCh, Fr. Faustinus, BHK, Br. Justin, SCJ, Eko Wahyudi, Ch. Yuni, Sr. Fidelis, HK dan Sr. Susan, HK, Alosius Kristiawan, Trisnanto, Petrus Lilik dan C. Evi Kurniawan.

Leave a Reply


3 + 3 =